Life Style Pernak - Pernik


Praktis untuk Sehat

Tren Membawa Air Minum di Kalangan Dosen dan Mahasiswa

Jumat, 26/06/2015 20:18 WIB | Amaliyatul Hamrah/Axvel Gion Revo/Audia

Air mineral atau biasanya disebut air putih sangat mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Karena persediaannya yang banyak. Selain itu, memasaknya pun gampang. Kita butuh beberapa menit saja untuk memasak air.

 

Belakangan ini, meminum air putih mulai menjadi tren di kalangan dosen maupun mahasiswa. Terbukti dengan banyaknya mahasiswa dan dosen yang sengaja membawa air putih dari rumah. Di jalanan kampus juga kerap kali mahasiswa membawa tabung air putih di tangannya atau diselipkan di ransel.

 

Membawa air putih diyakini telah menjadi gaya hidup oleh Haryudi, Dosen IAIN Imam Bonjol Padang. Setiap kali menjalankan aktivitas mengajar, membawa air putih baginya ialah suatu keharusan. Apalagi profesinya sebagai dosen sangat menuntut untuk banyak berbicara, terutama ketika menjelaskan materi kuliah kepada mahasiswa.

 

“Saya hampir setiap harinya menerangkan pelajaran untuk mahasiswa saya dan akibatnya tentu suara  mulai sulit dikeluarkan akibat tenggorokan kering. Saya pun berinisiatif  untuk membawa air setiap mengajar,” tutur dosen bahasa Inggris ini.

 

Membawa air putih menurutnya ialah cara sederhana untuk menjaga kesehatan. Meskipun secara langsung, sedikit orang yang sakit kemudian disebut karena kurang minum. Namun secara jangka panjang, kurang minum air putih ini akan mengakibatkan penyakit bagi tubuh manusia. “Dari hal yang sederhana ini seharusnya kita mulai menjaga kesehatan,” tegasnya.

 

Meskipun untuk memperoleh air putih itu mudah, karena saat ini sudah banyak yang menjual air putih kemasan, namun Haryudi sendiri mengaku biasa membawa air yang direbus dari rumahnya. Karena air yang direbus terlebih dahulu kehigienisannya dan kebersihannya terjaga.

 

“Sebagai dosen pembimbing,  saya sering kelelahan akibat padatnya aktivitas yang saya lakukan. Biasanya saya membawa air yang direbus dan disiapkan istri saya dari rumah,” teranganya kepada Suara Kampus.

 

Sama halnya dengan Haryudi, Lailatul Husna yang juga Dosen IAIN Imam Bonjol Padang mengaku sebagai seorang dosen air baginya suatu kebutuhan yang sangat penting. Karena dalam menjalankan tugas, Lailatul Husna membutuhkan suara yang lantang dan kerongkongan yang tetap basah. Maka, supaya materi pelajaran dapat disampaikan dengan baik, perlu untuk sering mengkonsumsi air. “Saya lebih tahan jika tidak makan, tapi saya tidak bisa tahan jika tidak minum air,” jelasnya.

 

Sembari mengkonsumsi air, mengatur pola minum menurutnya juga tidak kalah pentingnya. Dalam sehari minimal tubuh manusia harus minum 8 gelas air.  “Saya minum air ketika bangun tidur, ketika selesai makan, ketika haus dan di saat akan tidur,” paparnya.

 

Lailatul Husna biasanya membawa air dengan menggunakan tupperware atau botol air minum yang dibeli. Tetapi, dia menggunakan botol air minum yang dibeli ini pada isi ulang yang pertama. “Untuk botol yang dibeli, hanya satu kali pakai. Saya lebih memilih tuperware karena lebih aman, tidak mudah tumpah, lebih besar dan sesuai dengan tren masa kini,” jelasnya.

 

Selain itu, dalam mengkonsumsi air, yang harus diperhatikan menurutnya ialah selektif ketika memilih tempat berlangganan air minum isi ulang.

 

Lebih Hemat

Mahasiswa juga punya alasan tersendiri ketika membawa air minum dalam beraktivitas. Mahasiswa Jurusan Tadris Matematika Rita Yuningsih mengatakan membawa air minum ke kampus, agar lebih mudah dan cepat memperoleh air ketika haus.

 

“Apabila dalam proses belajar mengajar membutuhkan air, kita dapat minum langsung dan tidak perlu keluar masuk kelas untuk membeli air,” ungkapnya.

 

Selain itu, dengan membawa air ke kampus juga bisa lebih menghemat pengeluaran. “Kalau tidak bawa air ke kampus, kita mesti mengeluarkan uang dulu ketika haus. Sehingga uang jajan jadi boros. Kalau kita bawa air minum, uang yang seharusnya kita gunakan untuk membeli air minum, bisa kita gunakan untuk keperluan kuliah lainnya,” paparnya.

 

Sementara untuk pola minum, dia mengaku minum air setelah makan dan ketika haus. Sementara untuk jumlah air yang dikonsumsi dalam sehari, dia mengaku tidak tahu pasti. “Saya tidak pernah menghitung, berapa liter saya minum dalam sehari. Tapi, kalau dikira-kitakan, ada sekitar 10 gelas perharinya,” ujarnya.

 

Membawa air dalam beraktivitas, Rita lebih suka menggunakan tupperware. Alasannya, bentuknya sangat bagus dan pilihan warna yang disediakan juga banyak. “Yang perlu diperhatikan dalam memenuhi kebutuhan air ialah harus bersih begitu juga tempatnya,” ungkapnya.

 

Hal senada dengan Rita, Lendra Wati mahasiswa semester IV Fakultas Tarbiyah dan Keguruan mengaku bisa menghemat biaya kuliahnya dengan cara membawa air ke kampus. “Air minum merupakan kebutuhan bagi kita. Karena dalam beraktivitas kita mengeluarkan banyak tenaga, sehingga membutuhkan banyak air pula. Membawa air akan lebih hemat uang,” tuturnya.

 

Sama halnya dengan Rita, Lendra Wati juga meminum lebih kurang sepuluh gelas perharinya. “Saya minum ketika bangun di pagi hari, selesai makan, ketika haus dan ketika akan tidur,” jelasnya.

 

Lendra Wati juga menggunakan Tupperware ketika membawa air ke kampus. “Kalau pakai Tupperware itu lebih aman. Sebab bagaimanapun posisinya, air dalam Tupperware tidak akan tumpah,” ulasnya.

 

Membawa air ke kampus juga dilakukan Trisna,  mahasiswi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang. “Bagi saya air adalah sumber kehidupan setiap manusia” jelasnya

 

Minum air, kata Trisna sudah menjadi hal yang wajib dipenuhi manusia setiap harinya. Gunanya untuk menjaga kesehatan dan kekuatan manusia. “Paling sedikit dalam satu hari itu saya menghabiskan 3 liter air,” paparnya.

 

Banyak yang harus diperhatikan dalam menkonsumsi air minum, lanjut Trisna.  Di antaranya tempat dan kehigienisan air tersebut. Biasanya tempat air yang bagus adalah kadar plastiknya yang tebal, bukan yang tipis. “Saya sendiri lebih percaya menggunakan tupperware untuk membawa air putih,” ujarnya.

 

Perhatikan Aturan Minum

Secara umum, setiap orang diajurkan untuk dapat mengkonsumsi air putih setiap harinya. Mengkonsumsi air putih berguna untuk memenuhi kebutuhan cairan di dalam tubuh. Sebagaimana yang dikatakan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Kota Padang Usmar Ali, bahwa air putih salah satu cairan yang dianjurkan untuk memenuhi cairan tubuh karena murni dan bebas dari zat berbahaya. Meminum air putih mulai menjadi perhatian Belakangan ini, membawa air putih mulai menjadi kegiatan yang disukai mahasiswa maupun dosen.  

 

Maka, kebiasaan membawa air putih di kalangan mahasiswa itu sangat bagus. Kebiasaan membawa air di kalangan masyarakat umum adalah suatu hal yang bagus selama itu bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan. Akan tetapi pemahaman masyarakat tentang meminum air sehari harus 2 liter itu sebenarnya  bukanlah sebuah anjuran.

 

Usmar Ali mengatakan, seandainya dirata-ratakan ketentuan tersebut adalah suatu hal yang keliru. Air hendaklah dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Karena jika terlalu sedikit bisa membuat dehidrasi dan terlalu banyak bisa menjadi pemicu penyakit ginjal. “Minumnya sesuai kebutuhan agar kerja ginjal tidak berat bekerja saat air yang diminum terlalu banyak atau fungsi ginjal akan terganggu krena air yang dibutuhkan untuk memperlancar kerja ginjal terlalu sedikit,” paparnya.

 

Kebutuhan meminum air juga bisa disesuaikan dengan berat badan seseorang. “Semestinya berdasarkan riset ahli 0,03 L (Air)/Kg Berat Badan. Kalau beratnay 50 Kg, air yang dibutuhkan sebanyak 1 ½ liter,” paparnya.  

 

Kondisi botol dan kualitas air, kata Usmar sebenarnya memiliki banyak pengaruh. Bagus tidaknya botol itu ditentukan dengan kelarutannya dengan  air. Jika botol mudah larut saat dimasukan air panas atau air dingin, seperti air minum botol, gelas atau sejenisnya, maka hanya boleh digunakan satu kali. “Karena botol yang larut dengan air itu mudah terkontaminasi,” tutur pria 50 tahun ini.

 

Maka, botol yang baik digunakan itu hendaklah yang tidak mudah larut dengan panas, tidak terpengaruh dengan suhu dingin, “Gelas kaca,  ataupun botol tidak larut dengan panas/dingin seperti tupperware bisa direkomendasikan karena tidak tercemar,” paparnya kepada Suara Kampus.

 

Jebolan STIKES Khalifa ini mengungkapkan, meski seharian memiliki jadwal yang padat, seseorang harus tetap menjaga pola minumnya. Seperti mengatur takaran minum. “Ketika haus tidak boleh meminum air satu liter sekaligus,” jelasnya.

 

Ini sering dilakukan oleh pecinta olah raga. Sehabis berolah raga, karena saking haus, minum air pun tidak terbendung takarannya. Padahal kebiasaan ini bisa merusak kesehatan. Sebab ketika berolahraga hormone anti dioretik meningkat. "Anti diuretik adalah hormon yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis posterior untuk mengatur jumlah air yang diekskresikan oleh ginjal, Sehingga urine tidak langsung keluar dan kesehatan akan terganggu jika langsung minum air,” paparnya.

 

Sejatinya dalam kehidupan manusia membutuhkan cairan, kita bisa memnuhinya dengan beragam jenis minuman yang mengandung air  seperti jus, the, kopi dan minuman lainya. “Namun dokter menyarankan masyarakat mengkonsumsi air putih karena tidak terkontaminasi dengan zai lain,” terangnya.

 

Ciri-ciri tubuh tidak kekurangan cairan, jika saat buang air urin yang dikeluarkan berwarna kuning cerah serta dalam jumlah yang banyak berarti orang tersebut tidak kekurangan cairan. Namun, jika urin yang dikeluarkan berwarna kuning gelap (orange) dan jumlahnya sedikit itu berarti cairan yang kita miliki sedikit. “Meski sibuk, tidak mesti banyak minum air. Sesuaikan saja dengan kebutuhan tubuh,” tandasnya.

 

Usmar berharap untuk mereka  yang jarang sekali minum hendaklah diingatkan, karena tubuh membutuhkan cairan  untuk berakivitas. “Jagalah kesehatan. Konsumsilah air sesuai kebutuhan ,” harapnya.




• Pernak - Pernik Terkait