Life Style Pernak - Pernik


Pesan Tren Secarik Kertas

Fenomena Gaya Hidup Foto Ucapan

Sabtu, 02/04/2016 07:10 WIB | Revo, Yosmen, Silvia, Lisa, Syifa (Mg)

Seseorang yang sedang berpose di atas gunung, di pantai, di kebun bunga dan masih banyak lagi, sudah menjadi tren atau gaya hidup tersendiri di kalangan mahasiswa-mahasiswi, dengan selembar kertas berisi ucapan yang ditujukan kepada seseorang.

 

Ucapan itu bisa ditujukan kepada pacar atau mungkin teman dekat, orang tua bahkan sekedar ucapan kepada rekan atau teman saja. Ucapannya pun beraneka ragam, ada yang mengungkapkan rasa cinta atau sayang semisal kata “I Love You, Aku Sayang Kamu,” dan masih banyak kata atau kalimat lain yang isinya mengungkapkan perasaan.

 

Meski tak terbatas dengan ungkapan perasaan, ada juga beberapa pendaki yang menulis kalimat untuk orang tuanya sebagai contoh, “Cepat Sembuh Pak” dan masih banyak kata-kata yang sering kita lihat di media sosial, baik itu serius atau hanya sekedar lucu-lucuan.

 

Hal itu tak terlepas dari bagaimana seseorang mengekspresikan dirinya sendiri melalui foto ucapan tersebut, asalkan jangan berlebihan dan tidak merusak lingkungan di sekitar karena kertas yang ditimbulnya.

 

Gaya hidup merupakan gambaran bagi setiap orang yang menyampaikan seberapa besar nilai moral mereka di dalam masyarakat sekitarnya dan bagaimana cara orang tersebut untuk hidup.

 

Dilihat dari pandangan pakar komunikasi tentang pesan yang disampaikan dalam foto ucapan yang lagi tren di kalangan mahasiswa adalah suatu hal yang positif, itu diungkapkan oleh salah seorang dosen Dakwah dan Ilmu Komunikasi Irta Sulastri bahwa berfoto dengan mengunakan ucapan tertentu selagi mengandung hal-hal yang baik. Semua tergantung makna dan tujuan objek foto tersebut.

 

“Kalau kita mampu memanfaatkan media secara positif dan selektif maka akan berguna baik, tapi sebaliknya media itu yang akan mengendalikan kita dengan hal-hal yang tidak baik, kadang-kadang kita lalai karena persoalan itu terhadap pekerjaan kita sendiri,” paparnya saat ditemui di ruangan Wakil Dekan III Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Jumat (26/02).

 

Berfoto dengan gambar ucapan untuk orang yang disayang juga disebut dengan komunikasi, karena unsur komunikasi mencangkup unsur penyampai pesan, penerima pesan dan pesan yang disampaikanya itu sendiri, “Dalam foto tersebut sudah ada, Kalau menurut ibu sah-sah saja berfoto seperti itu,” jelas dekan bidang kemahasiswaan itu.

 

Berfoto dengan men-share hasilnya ke dunia maya atau media online juga dapat disebut  komunikasi media. Komunikasi tersebut bisa dilihat dari berbagi sisi, salah satunya foto media yang bisa juga dimanfaatkan untuk promo objek wisata, atau tempat-tempat tertentu. “Kalau kita melihat suatu latar yang menunjukkan pemandangan dan ditulis di kertas ucapan, kemudian mengambil fotonya, kapan ke sini atau di sini indah sekali, rugi kalau tidak ke sini, jadi akan membawa pengaruh untuk orang yang melihatnya dan akan membuat daya tarik sendiri,” tambah Irta.

 

Senada dengan Irta, di tempat lain  Pakar Komunikasi Universitas Andalas Yuliandre Darwis juga berpendapat sama, dimana arti komunikasi itu sendiri adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan dengan segala media yang digunakan.

 

“Semua tergantung pesan yang akan disampaikannya, apakah pesan tersebut sampai kepada pembaca atau tidak. Keefektifan suatu pesan dilihat dari cara komunikator menyampaikan pesannya. Jadi ketika sebuah pesan itu sampai kepada komunikan dengan baik maka itu dapat dikatakan efektifitas komunikasi,” paparnya.

 

Tren baru yang berkembang di kalangan remaja mahasiswa sekarang dengan menulis pada selembar kertas lalu difoto, itu juga bisa disebut dengan inovasi komunikasi di era sekarang ini dengan perkembangan cara berkomunikasi yang lebih unik dan kreatif. “ Itu semua adalah bentuk baru dari perkembangan komunikasi di era sekarang. Jadi efektif atau tidaknya itu semua kembali kepada pesan yang akan disampaikan dan cara menyampaikanya,” tambahnya.

 

“Kebanyakan remaja yang berfoto dengan selembar kertas yang ditulis dengan bermacam kata tidak banyak berpengaruh dalam kehidupan remaja tersebut karena perkembangan media sosial dan gawai yang sangat  pesat bisa saja siapapun dan dimanapun orang berfoto dan berbagi foto bersama yang diinginkannya.” tuturnya.

 

Yuliandre juga menambahkan, hal-hal baru yang baru dalam komunikasi juga sering ditemukan termasuk berfoto dengan selembar kertas yang ditulis kata-kata untuk seseorang atau banyak orang. “Sebenarnya itu tidak masalah karena berinovasi dalam komunikasi tidak ada larangan selagi tidak merusak aturan dalam berkomunikasi,” tambahnya.

 

Banyaknya mahasiswa yang gemar membuat foto ucapan di setiap destinasinya. Salah satunya Jhon William mahasiswa Jurusan Tadris Matematika menyebutkan, mengenai foto ucapan tersebut bagus dan menarik sekali. Bagaimanapun itu merupakan rasa syukur dan bangganya bisa mencapai tempat tersebut dan nantinya orang yang menerima kata ucapan tersebut merasa bangga karena namanya sampai dari tulisan kita buat tersebut, “Ini bagus namun jangan terlalu berlebihan,” ujar mahasiswa yang juga aktif di Mapala IAIN Imam Bonjol tersebut.

 

Selain itu Jhon mengeluhkan, terkadang foto ucapan itu merusak alam, seperti kertas yang telah digunakan untuk berfoto dibuang saja di puncak gunung tersebut.” Itu sangat merusak alam, seharusnya kita sebagai manusia selalu menajaga keasrian alam yang diciptakan indah oleh sang pencipta ini,” harapnya.

 

“Selain nama orang yang diucapkan, kita juga bisa mempromosikan tempat wisata kegiatan ini juga sangat mendukung untuk peningkatan kualitas pariwisata. Wisata yang dikunjungi tersebut meningkatkan daya tarik masyarakat untuk datang mengunjugi objek atau tempat wisata yang kita promosikan tersebut,” jelasnya.

 

Berbeda dengan Jhon, Ade Mukhlas menyebutkan, tren foto ucapan itu emang lagi eksis sekarang namun agak lebai. “Kebanyakan yang melakukan hal tersebut orang yang baru pertama mencapai tempat itu,” ungkapnya.

 

Namun, dibalik itu semua sebenarnya ada pesan khusus yang disampaikan melalui ucapan tersebut. Mungkin sebuah kebanggan bisa membawa nama orang yang Ia sayang kepuncak yang paling tinggi. “Hal ini sangat bagus walau sebenarnya lebay,” tuturnya.

 

“Kegiatan ini juga terkesan romantis, karena bagaimanapun ini zaman nya era modern, jadi banyak yang ikut-ikutan dengan gaya yang sedang hangat seperti ini,” ucapnya.

 

Kepuasan yang sangat luar biasa jika perjuangan ke puncak tersebut bisa membawa nama atau tulisan harapan untuk orang yang disayang,” katanya.

 

Tak cukup di gunung atau di pantai membuat foto ucapan di negeri jiran Malaysia juga dilakukan oleh mahasiswi Fakultas Tarbiah IAIN Imam Bonjol Padang, Wesris mengungkapkan, “Bagi dia setiap momen harus diabadikan dengan foto ucapan mengajak orang disana sangat lah bagus,” paparnya.

 

Lanjut Wesris, “Twin Tower yang terletak di Malaysia suasana tempat yang sangat indah apalagi pada malam sehingga membuat orang tertarik untuk berfoto, sehingga membuat orang juga ingin kesana untuk berfoto dan membuat ucapan lansuang,” terangnya.

 

“Ucapan yang saya buat itu sebagai sebuah ungkapan perasaan dan harapan semoga bisa lagi mengungjungi tempat itu lagi, semoga kota padang juga memilki menara yang seindah itu, dan juga membuat orang tertarik kunjungi tempat kita dan menggambarkan sebuah kebanggaan, kenapa orang berfoto memilih tempat yang indah karena kalau ditampat yang kotor membuat kita tidak yaman dan membuat suasana menjadi buruk,” harapnya saat diwawancarai.




• Pernak - Pernik Terkait