Opini


Virus Corona Dalam Kajian Islam

Sabtu, 14/03/2020 23:37 WIB | Oleh : Dyla Fajhriani. N (Dosen Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah UIN IB)

Virus corona atau dikenal dengan COVID 19 adalah virus yang paling mematikan di dunia. Pertama kali ditemukan di Wuhan Tiongkok Desember 2019 lalu, dan saat ini sudah  menyebar ke sejumlah negara. Berdasarkan info dari liputan 6.com tertanggal 13 maret 2020, sebanyak 128.343 orang di dunia terinfeksi virus corona. Sementara itu korban meninggal tercatat berjumlah 4.720 orang. Saat ini sudah ada 116 negara  yang terjangkit virus corona, di Indonesia sendiri pada hari ditemukan 34 kasus positif corona. Adapun gejala pasien yang terjangkit virus corona yaitu berupa flu, pheumonia, gagal ginjal, sesak napas, sindrom pernapasan akut, batuk, demam dan sakit tenggorokan serta panas ditenggorokan.


+ opini selengkapnya

 

Eksistensi Bahasa Minangkabau pada Generasi Milenial

Rabu, 11/03/2020 17:16 WIB | Oleh : Jesi Eranda Putri

Ah maleh aku samo kamu mah, kamu panduto!”. Kalimat-kalimat ini sudah seperti hal yang lumrah bila kita dengar pada masa sekarang. Lumrah namun salah, itulah yang terjadi ketika bahasa daerah dicampur dengan bahasa Indonesia. Seperti pada contoh kalimat diatas yang mencampurkan bahasa Minangkabau dengan bahasa Indonesia, orang-orang menyebutnya dengan bahasa Indonesia-Minang (Indomi).


+ opini selengkapnya

 

Penuhi Hak Penyandang Disabilitas

Senin, 09/03/2020 02:00 WIB | Oleh : Ghaffar Ramdi (Mahasiswa Hukum Tata Negara, Fakultas Syari'ah)

Apa yang terbesit dalam pikiran kita jika mendengar istilah penyandang disabilitas? Mungkin dalam pikiran kita adalah orang yang memiliki fisik tidak sempurna saja bukan? Menurut Undang-Undang Nomor  19 Tahun 2011 Tentang Pengesahan Hak-Hak Disabilitas menjelaskan bahwa penyandang disabilitas adalah orang yang memiliki keterbatasan fisik, mental, intelektual atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dan masyarakat dapat menemui hambatan yang menyulitkan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif.


+ opini selengkapnya

 

Tolak Omnibus Law, Mahasiswa Gelar Seruan Aksi

Kamis, 05/03/2020 20:23 WIB | Oleh : Renita, Mahasiswa Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Salah satu peran mahasiswa sebagai kontrol sosial, yaitu dapat mengontrol jalannya pemerintahan. Baik dalam pembuatan kebijakan maupun peraturan yang dilakukan oleh pemerintah. Mahasiswa juga bisa menjadi penyalur aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Beberapa waktu terakhir, polemik RUU Omnibus Law memicu banyak perhatian dan respon dari berbagai kalangan. Salah satunya dari kalangan mahasiswa. 


+ opini selengkapnya

 

Berdayakan Masyarakat dengan Media Literasi

Senin, 02/03/2020 13:36 WIB | Oleh : Ulvi Rahmi, Mahasiswa Sasta Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Era sekarang, populasi masyarakat Indonesia sudah mencapai 269 juta jiwa, dengan populasi sebanyak itu, tentunya Indonesia mendapat peringkat keempat terbanyak di dunia. Pertumbuhan penduduk yang meningkat tiap tahunnya membuat pemerintah melakukan beberapa cara untuk mengurangi populasi masyarakat.


+ opini selengkapnya

 





Suarakampus