Opini


Demokrasi dan Tipuan Pemberdaya Perempuan

Kamis, 11/10/2018 12:23 WIB | Oleh : Sri Ariyati

Pesta demokrasi masih mewarnai banyak negeri, termasuk Indonesia. Ajang pilpres 2019 adalah salah satu yang dianggap paling sakral. Demokrasi disanjung, digadang-gadang, bahkan diharuskan setiap warga negara patuh di hadapannya. 


+ opini selengkapnya

 

Saat 'Koar-koar' Menjadi Jalan Pintas

Senin, 08/10/2018 17:29 WIB | Oleh : Silvina Fadhilah

Belakangan ini aksi unjuk rasa menjadi tontonan yang acap kali kita lihat di kampus UIN Imam Bonjol Padang. Suara-suara toa dari mulut para orator aksi akhir-akhir ini membuat pekak telinga. Selain memekak telinga, ricuh dan sorak-sorai mahasiswa yang katanya peduli perubahan itu juga membuat jantung berdecak lebih cepat dan bikin geleng-geleng kepala. Sudah gila apa?.


+ opini selengkapnya

 

Belum Tentu Indonesia Jaya 2019

Sabtu, 06/10/2018 19:00 WIB | Oleh : Agung Alkharrazi

Hari terus berjalan mendekati hari penentuan siapa yang akan tegak berdiri menguasai negeri yang kusam ini. Akankah warna merah masih menguasai negeri dengan sekuleritasnya atau sang Garuda yang membawa harapan akan "baiknya" negeri ini setelah berbagai kekacauan (chaos) yang dibuat oleh petahana.


+ opini selengkapnya

 

Kembalilah pada Fitrahnya Mahasiswa

Minggu, 30/09/2018 13:42 WIB | Oleh : Iko Juhansyah

Dewasa ini, Indonesia mengalami beberapa konflik dari beberapa aspek kehidupan terutama pada bidang kebijakan politik dan juga hukum, tentunya dalam menanggapi fenomena tersebut perlu dibangkitkan kembali semangat para mahasiswa yang sudah terpendam sejak lama,  ekspansi mental atau dapat disebut perantauan mental sudah selayaknya dilakukan oleh para mahasiswa yang dapat disebut the agent of change,  dan sehubungan dengan hal diatas maka para mahasiswa kembali pada konsep awal yaitu pergerakan. 


+ opini selengkapnya

 

Akal Sehat VS Akal Cacat

Rabu, 19/09/2018 12:24 WIB | Oleh : Duski Samad (Guru Besar UIN Imam Bonjol Padang)

Debat politisi dan pengamat tentang berbagai masalah kebangsaan di media elektronik televisi dan kemudian dishare oleh pendukung mereka dalam media sosial terus memprihatinkan. Sungguh tidak sulit menunjukkan betapa mereka mahir mengunakan dialektika berfikir dengan didukung oleh kemampuan retorika telah memutarbalikan rasionalitas dan berlindung dibalik teori hukum, lalu miskin sekali mengunakan akal sehat, nurani cerdas dan pertimbangan rasa keadilan masyarakat. Atas nama keadilan semu, diperkuat pula dengan dalil-dalil undang-undang mereka sebenarnya tengah melakukan penyesatan bagi masyarakat yang belum kuat pisau analisanya.


+ opini selengkapnya