Opini


De-radikalisasi Mahasiswa

Jumat, 19/05/2017 16:38 WIB | Oleh : Gusnanda

Belum lama ini di Aceh 26 April 55, pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seluruh Indonesia telah melakukan “ijma’” untuk menolak segala bentuk paham intoleran, radikalisme, dan terorisme yang membahayakan Pancasila dan keutuhan NKRI. Buya Syafi’i Ma’arif menilai “ijma’” yang dideklarasikan ini sebagai lonceng tanda bahaya untuk keberlansungan Negara Proklamasi Republik Indonesia. (Republika, 2/5/2017). Sementara itu, Menag Luqman Hakim Saifuddin (LHS) mengapresiasi “ijma’” tersebut. Ia berharap PTKIN dapat melakukan upaya sterilisasi kampus dari paham yang ingin mengubah dasar negara. (Republika, 04/05/2017).  


+ opini selengkapnya

 

Mahasiswa Harapan Bangsa

Kamis, 04/05/2017 08:55 WIB | Oleh : Ayu Anda

Mahasiswa adalah mereka yang berfikir kritis, dinamis mampu menjadi agent of change (agen suatu perubahan) dalam mengemban tridarma perguruan tinggi, serta berpartisipasi dalam pembangunan daerah, lingkungan sekitar, bangsa, dan negaranya. Sehingga stratanya berada sedikit diatas masyarakat atau memiliki strata tertinggi dalam kehidupan. Berdasarkan potensi yang dimiliki mahasiswa, tidak seharusnya seorang mahasiswa bersikap egois, yang hanya memikirkan diri sendiri tanpa menghiraukan orang lain.


+ opini selengkapnya

 

Komponen Sistem Perguruan Tinggi

Selasa, 25/04/2017 18:45 WIB | Oleh : Jamal Mirdad

    Suatu ketika, telinga saya mendenging mendengar kalimat, "oh,mendaftar masuk perguruan tinggi di IAIN Imam Bonjol Padang, isi saja jawaban ujianya dengan asal jawab, tak usah teliti toh pasti bakal diterima, orang yang gak bisa baca Alqur'an saja juga sudah pasti diterima, sistemnya kan asal jadi, targetnya menjadi Universitas Islam Negeri,” ujarnya. Kalimat tersebut menggema dengan lantangnya dari mulut seorang mahasiwa yang katanya memiliki intelektual tinggi. Saya sangat geram dan pesimis, menjadi mahasiwa IAIN adalah manusia yang malang. Namun, saya tak sendiri ketika itu, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Bukittinggi sudah beralih status menjadi IAIN Bukittinggi dengan Perpres nomor 181 tahun 2014 dan STAIN Batu sangkar juga telah beralih status menjadi IAIN Batu sangkar dengan perpres no.147 tahun 2015. Saya masih bisa opor beban ketika itu, IAIN Imam Bonjol Padang bukan satu-satunya kampus yang menjadi bahan bulian lagi, sudah ada tiga kampus dengan nama yang sama di Sumbar. akhirnya kami kena bully habis-habisan ketika itu.


+ opini selengkapnya

 

Nikah Usia Dini, "Lost Generation"

Selasa, 25/04/2017 17:52 WIB | Oleh : Duski Samad (Ketua Dewan Pakar BP4 Propinsi Sumatera Barat )

Harian Padang Ekspres, Minggu 16 April 2017 menurunkan dua laporan tentang Nikah Usia Dini, Angka Pernikahan Dini Tinggi di Sumbar, halaman 1 dan pada halaman Nan Padek Dampak Pernikahan di Bawah Umur Tinggi Resiko Kematian Hingga Perceraian, h. 4. Laporan halaman 1 menyajikan data angka Pernikahan Dini di Sumbar 2010-2015 yang cukup variatif, Kabupaten Pesisir Selatan 753 Pernikahan, Kabupaten Sijunjung 634 pasangan, Kabupaten Pasaman Barat 587 Pasangan, Kota Pariaman 11 Pasangan, Kota Padang Panjang 47 Pasangan, kota Bukittinggi 47 pasangan dengan total 6.083 pasangan. Rata-rata pertahun pasangan nikah usia dini 1.216 pasangan.


+ opini selengkapnya

 

The Power of Believe

Rabu, 15/02/2017 23:28 WIB | Oleh : Rahmi Yati

Setiap manusia pasti menginginkan kehidupan yang baik dan sukses, apalagi mereka yang diberi tanggung jawab terhadap sesuatu dalam menciptakan kaderisasi dan regenerisasi yang baik kedepan. Siapapun itu ia akan berupaya untuk mencapai yang terbaik dan berupaya meraih keberhasilan tersebut. Namun terkadang sempat terpikir apakah yang kita impikan itu bisa berjalan dengan sukses atau hanya sebagai mimpi saja? Bagaimana seharusnya meraih kesuksesan itu? Kenapa orang lain bisa sukses dan berhasil sesuai dengan apa yang diinginkannya?


+ opini selengkapnya