Opini › Opini


UIN Baru Tantangan dan Harapan

Jumat, 02/06/2017 16:06 WIB | Oleh : Waladon Karimin

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 tahun 2017, IAIN Imam Bonjol resmi berubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol. Setelah diresmikannya IAIN IB menjadi UIN atau  Peralihan status dari IAIN IB menjadi UIN IB merupakan suatu kesan hasanah tersendiri bagi kampus Imam Bonjol ini. Peralihan status ini merupakan suatu bentuk tantangan baru bagi kampus ini. Karena suatu universitas haruslah memiliki kualitas, kuantitas serta sistim yang baik dan mengkaji ilmu yang kompleks, sehingga kampus ini mampu bersaing dan menciptakan generasi yang hebat dan bermatabat serta mampu memberikan manfaat pada setiap lapisan masyarakat dan bangsa ini.


Namun masih ada tantangan yang terberat yaitu jangan kita sampai terkecoh dengan kata pujian UIN saja, kita haruslah tetap memegang prinsip syariat al Islamiah.  Semua lini kampus haruslah memegang prinsip Islam, karena seperti yang dikatakan  Gahazali “kekalahan umat Islam dewasa ini sesungguhnya identik dengan kekalahan dakwah itu sendiri”.

 

Semejak kampus masih berstatus institut kita hanya dituntut untuk mengembangkan keilmuan agama, sedangkan setelah menjadi UIN tentu kampus ini dituntut untuk berada pada berbagai bidang keilmuan yang lebih komleks lagi. Maka nilai-nilai syariat islam itu biasa tersebar pada berbagai bidang aktivitas masyarakat dan kegiatan di dalam negeri ini. Selanjutnya lahirlah para ilmuan-ilmuan seperti; ilmuan ekonomi berakhlak, ilmuan sosial yang menjalin silahturahmi dan begitu juga pada disiplin ilmu-ilmu lainnya yang intinya adalah keseluruhan ilmu tersebut dikonrol oleh nilai-nilai Islam, sehingga lahir ilmuan ekonomi dan bisnis yang jujur, ilmuan sosial yang berakhlak yang anti terhadap korupsi jika sempat mendapat amanah untuk menjadi pemimpin.

 

Tantangan berikutnya yang tak kalah beratnya adalah tentang tantangan bagai mana para ilmuan UIN mampu bersaing pada berbagai bidang seperti; politik, ekonomi, sosial, muamalat dan lainyan. Kita lihat contoh yang terdekat saja kampus kita mempelajari sistem perbankan syariah tetapi di kampus kita yang berdiri hanya bank-bank konfensional berati keilmuan yang dikaji tersebut belum mampu di aplikasikan sendiri apalagi kita akan mengajak orang lain untuk mengaplikasikan ilmu tersebut.

 

Perubahan nama dari IAIN menjadi UIN semoga bukan hanya sekedar perubahan nama saja tetapi memang berubah kepada segala hal yang lebih baik. Setelah tantangan tadi terlewati maka kampus UIN IB ini akan berpeluang memberikan pengaruh kepada berbagai bidang keilmuan sehingga bermanfaat bagi banyak pihak di negeri ini.

 

Dari perubahan nama tersebut, yang lebih berat juga menuntut kampus ini untuk semakin mengembangkan keilmuan yang lebih serius, lebih luas dan berkualitas sehingga lulusan dari UIN tidak hanya sekedar gelar secara formalitas saja tetapi juga dipakai dan berguna di bebrbagai lapangan perkerjaan. Seperti yang kita ketahui saat ini persaingan dunia kerja sangat tinggi sehingga keilmuan bukan sekedar teori tapi memang benar-benar matang dalam praktek. Maka menjadi sarjana di UIN adalah kebanggaan tersendiri bagi para mahasiswanya. Tidak itu saja berbagai pihak akan senang dan bangga jika UIN mampu melahirkan solusi-solusi yang ada dalam masalah kemasyarakatan maupun masalah kebangsaan ini.

 

 



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan opini ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code: