Opini › Opini


Medan “Jihad” Pendidikan Tarok City

Rabu, 20/09/2017 17:43 WIB | Oleh : Duski Samad Guru Besar UIN Imam Bonjol

Kunjungan Rektor dan Senator Universitas Islam (UIN) Imam Bonjol Padang ke kawasan pendidikan terpadu di Tarok City Kapalo Hilalang pada hari Minggu 16 September 2017 benar-benar membawa nuansa tersendiri khususnya dalam mendiskusikan  prediksi masa depannya Tarok City. Diskusi kecil sesama guru besar di tengah pendakian yang menguras keringat memunculkan judul Ali Mukhni sedang berada dalam medan jihad pendidikan di Sumatera Barat. Pikiran besar, obsesi jauh kedepan dan tekad baja sang bupati untuk menjadikan pendidikan sebagai lokomotif perubahan di Sumatra Barat amat patut di apresiasi semua pihak. 

 

Guru besar, tokoh pendidikan, pemerhati pendidikan dan siapa saja yang peduli dengan pendidikan ketika mendapat kesempatan berkunjung dan mendengar gagasan Bupati Ali Mukhni yang tangguh berjalan kaki itu diyakini akan bersyukur dan terus memberikan dukungan serius untuk segera mewajudkan berdirinya kampus terintegrasi di Tarok City. Patut disampaikan bagi kalangan pendidik gagasan tentang pendidikan terpadu adalah inovasi dan kreativitas yang patut diacungan jempol. Ketika ada pihak yang tidak puas atau masih meragukan gagasan pendidikan terpadu di Tarok City, maka perlu pendekatan sosiologis dan pencerahan yang berkelanjutan.  

 

Dalam laporan  pra studi kelayakan disebut dengan judul Pengembangan Kawasan Pendidikan Terpadu Tarok. Kawasan ini adalah lahan yang ditelantarkan oleh pengelola perkebunan (PT. Purna Karya) memiliki luas 697 hektar, sehingga tanah tersebut kembali menjadi tanah yang dikuasai langsung oleh negara, di dasarkan oleh adanya surat Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional yang berisi penyerahan sepenuhnya kepada Bupati Padang Pariaman untuk mengatur peruntukan dan pengunaannya.

 

Pandangan jauh kedepan yang dimiliki Bupati Ali Mukhni dan Wakil Bupati Suhatri Bur mengantarkan mereka pada keputusan untuk mengundang lembaga negara untuk mendirikan Pusat Pendidikan dan Latihan (PUSDIKLAT) dan pimpinan perguruan tinggi untuk mendirikan kampus  secara terpadu dalam satu kawasan yang dideklarasikan dengan  sebutan Kawasan Pendidikan Terpadu Tarok, kini lebih populerkan dengan sebutan yang lebih keren, TAROK CITY. Tujuan untuk membangun kampus terintegrasi benar-benar akan menjadi realitas pendidikan dan diyakini dapat menjadi faktor pengubah bagi masa depan anak nagari.  Bukan wacana, kini Rektor, pimpinan perguruan tinggi sudah menyatakan diri akan berdirinya UIN Imam Bonjol, UNP Padang, POLITEKHNIK Padang dan ISIPadang Panjang dalam satu ruang pembangunan Tarok City itu.  Bila itu terwujud maka, sungguh akan hebat dan dahsyat pengaruhnya bagi percepatan perubahan masyarakat sekitar Tarok City.

 

INVESTASI PENDIDIKAN 

Kawasan pendidikan yang sudah dilunching dengan nama Tarok City terletak kurang lebih tiga kilometer dari jalan utama Padang Bukittinggi di atas permukaan laut cukup tinggi, buktinya bisa kelihatan laut Pariaman, dengan didukung iklim sejuk dan udara bersih, sungguh lingkungan yangg cocok dan mendukung untuk perguruan tinggi.  Alam sejuk, tenang dan kontur tanah yang cukup datar, sedikit ada bukit adalah tempat yg membawa arti produktif bagi berdirinya kampus, yakni menjadi modal untuk timbul imajinasi dan renungan produktif saat situasi, kondisi dan iklim kampus yang begitu kondusif.

 

Kehadiran kampus terintegrasi dalam bidang keilmuan yang beragam dan latar belakang yang berbeda tentu akan membawa nuansa tersendiri. Bukan tidak mungkin pikiran besar Bupati Ali Mukhni ini menjadi satu inovasi dan eksprimen yang kelak akan menghadirkan suasana akademis tersendiri dan patut dipertimbangkan dalam membangun sebuah kawasan. Memprioritaskan dunia pendidikan adalah pikiran jauh kedepan yang patut dipujikan, karena memang investasi pendidikan itu lama, mahal namun mulia, karena ia menyiapkan sumber daya insani yang kelak akan menjadi estapet kehidupan.

 

Menempatkan pendidikan secara terpadu dipercayai juga dapat membentuk sudut pandang baru dari satu kawasan pendidikan terintegrasi, boleh jadi akan membawa perubahan kehidupan yang utuh, komperhensif dan lebih moderen. Menjadikan lokasi pendidikan terpadu Tarok City sebagai labor perubahan sosial adalah efek yg segera akan terjadi bagi pencapaian kemajuan dan peradaban di masa datang. Tidak bisa dipungkiri bahwa mobilitas sosial yang sungguh efektif memutus mata rantai kemiskinan dan perubahan keadaan sosial suatu bangsa adalah bila dunia pendidikannya maju dan berkembang luas dalam semua bidang keahlian.

 

Tidak mudah meyakinkan orang akan hasil jangkap panjang pendidikan. Pendidikan adalah investasi masa depan yang hasilnya tidak segera dirasakan masyarakat. Paling tidak butuh waktu dua dekade (20 tahun) untuk menuai hasil pendidikan. Maka bisa dimengerti ada pihak atau anggota masyarakat yang kurang antusias dengan program pendidikan, tak terkecuali pembangunan Kawasan Terpadu Pendidikan pada Tarok City. Investasi pendidikan tidak dapat dilakukan parsial dan tergesa-gesa, ia harus utuh, cermat dan mempertimbangkan semua sisi kehidupan sosial kemasyarakatan. Dapat dipahami keadaan Tarok City sebagai  pusat pendidikan teritegrasi ada pihak yang belum bisa   mengenal seutuhnya pikiran besar Ali Mukhni Bupati Padang Pariaman.

 

Pendidikan itu mengubah nasib, begitu kata bijak, namun realitasnya pendidikan hari ini belum dapat menjadi instrumen perubahan nasib orang terdidik. Di titik mana kelemahannya tidak mudah menyebutnya. Ini pula alasan mereka yang berpandangan jangka singkat dan lebih lagi mereka yang sudah terbiasa dengan gaya hidup instan, tembak ditempat, atau  berorentasi keuntungan sesaat, maka mereka kurang tertarik dengan pembangunan bidang pendidikan, dan bahkan akan menghalangi hadirnya kawasan pendidikan terpadu, seperti Tarok City ini.  

 

PENDIDIKAN DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN 

Harus diakui dunia pendidikan di Kabupaten Padang Pariaman  kotemporer belum memperlihatkan kondisi yang lebih baik, di banding Kabupaten Kota yang lain. Jarang dibaca prestasi pendidikan Sekolah dan perguruan tinggi yg berpangkalan di Padang Pariaman. Menemukan sekolah berprestasi masih langka dan juga sekolah yang menginspirasipun juga sulit adanya. Justru ada laporan media mainstrim di Sumbar bahwa geng pelajar di daerah ini sudah taraf mencemaskan. Peredaran narkoba, tawuran pelajar, kebut-kebutan dan tindakan kenakalan remajapun sudah merasuki remaja kampung dan nagari. 

 

Pesta dengan orgen tunggal di malam hari sebagai pemicu tindakan kenakalan dan ada yang sampai pada tingkat kriminal telah dilarang melalui peraturan bupati, sayang belum cukup efektif dan banyak yang tidak ditaati masyarakat. Dampak nyata ketidak tertiban sosial dapat disaksikan saat ada pesta pribadi atau keramaian yang dilakukan masyarakat yang sering ribut. Dipercayai itu juga memiliki irisan dengan belum kuatnya prestasi pendidikan di daerah ini. Lebih sedih lagi, masih belum maksimalnya pengelolaan pendidikan oleh stakeholder pendidikan disebabkan faktor tekhnis dan kebijakan pendidikan yang tidak diatur dengan mempedomani regulasi pendidikan.

 

Pendidikan di era digital yang dijalani oleh anak-anak generasi milinial, yang juga disebut generasi Z, dengan tingkat ketergantungan pada tekhnologi yang begitu kuat, sering tidak tersambung pola pikir dan gaya hidupnya dengan pola pikir tenaga pengajar, pendidik dan tenaga kependindikan yang manual, dan sering pula terpasung oleh biroktisasi dunia pendidikan. Pemenuhan jam belajar dalam melengkapi jam sertifikasi, pengurusan naik pangkat yang perlu tetek bengeknya, belum lagi tuntutan kehidupan yang ingin serba wah, melebihi dari penghasilan walau sudah dinaikkan satu kali gaji pokok, jenjang karir menjadi kepala sekolah yang memerlukan sesuatu diluar kompetensi, itu semua adalah hambatan psikologis yang menjadikan dunia pendidikan terlambat dalam menyesuaikan kemajuan di luar sana. Sungguh, naif pendidikan menjadi terkendala, ketika masa depan butuh orang terdidik dengan kompetensi, karakter, ketrampilan dan telenta lebih.

 

Sebagai bahagian akhir ingin ditegaskan bahwa pikiran besar, pandangan jauh ke depan dan obsesi membangunkan kawasan pendidikan terpadu di Tarok City adalah niscaya adanya dan tentu harus diberikan dukungan oleh semua pihak. Paralel dengan itu Pimpinan Daerah Padang Pariaman juga didorong untuk terus menerus mengembangkan dunia pendidikan yang sudah ada sekarang. Kesejahteraan guru yang sudah membaik karena adanya sertifikasi, ketersediaan dana 20 persen untuk pendidikan seperti amanah undang-undang, mudah aksesnya karena sudah baik infrastruktur jalan, dan meluasnya jaringan sekolah adalah potensi yang harusnya diberdayakan dengan mempedomani sistim yang benar, baik, jujur dan tidak didasarkan pada kepentingan tertentu.

 

Intinya, dunia pendidikan tidaklah menara gading, ia harus membumi, membawa perubahan pada sikap, karakter, sistim sosial, moral dan budaya masyarakat. Kemajuan dunia pendidikan harus berbanding lurus dengan budaya dan peradaban luhur. Aneh, dan sulit dijelaskan capaian gelar pendidikan tinggi, banyaknya sarana pendidikan, bertambah baiknya kesejahteraan guru,  namun kualitas moral, budaya dan peradaban rendah, ini namanya kecelakaan sosial yang memprihatinkan. Geger budaya, geger sosial dan kemasyarakatan, harusnya dapat dicegah dengan pendidikan yang baik, benar dan bersih. Penatalaksana, manajerial, leadership dan pengelolaan pendidikan yang tidak didasarkan pada kaidah dan regulasi pendidikan, adalah ancaman kepunahan misi dan hakikat pendidikan.

 

Tidak pula boleh ketinggalan dipikirkan oleh penentu kebijakan, bahwa kawasan pendidikan adalah berkaitan langsung dengan masyarakat lingkungannya. Menempatkan masyarakat lingkungan “ sebagai tuan dirumah sendiri” harus diperhatikan. Begitu juga perlu disampaikan bahwa memberi adalah perbuatan terpuji, namun akan sangat terpuji ketika diri sendiri tidak terabaikan. Memberikan perhatian dan tempat memadai di kawasan Tarok City pada kampus perguruan tinggi, negeri atau swasta yang selama ini sudah “bertungkus lumus” mecerdaskan anak nagari di Kabupaten Padang Pariaman, tentu tidak boleh terlupakan dalam membagi “kue” negara ini. Semoga pimpinan daerah, masyarakat dan semua pihak yang berkaitan dengan Pembanguna Tarok City dapat merasakan denyut nadi dan ruh jihad perjuangan Pendidikan di masa depan. Ds. 19072017.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan opini ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Opini Terkait