Opini › Opini


Jangan Meremehkan Penyakit Gagal “Move On”

Rabu, 04/10/2017 10:47 WIB | Oleh : Naufal Ash Siddiq

Move on berasal dari dua kata yaitu move berarti pindah dan on yang memiliki beberapa arti “di, atas, pada, tentang, untuk  dan yang lainnya” namun apabila dua kata tersebut digabungkan menjadi satu kesatuan, artinya berpindah, istilah move on ini acap kali diterjemahkan berbeda oleh kebanyakan orang.

 

Kata move on sudah tak asing di telinga Masyarakat Indonesia, bahkan anak SD sudah mengerti  makna dari istilah bahasa Inggris tersebut, sebagian besar anak muda menggunakan kata move on ini dalam urusan percintaan, telah banyak kasus yang menjerat  siswa SD, SMP, SMA, bahkan tingkat mahasiswa yang memakai kata move on ini dalam urusan percintaan mereka. “Kau harus lupakan dia dan move on dari dia, karena masih banyak laik-laki/wanita lain yang lebih baik”  kata-kata yang serupa itu sering terdengar, sebagian orang menyikapinya dengan cara yang berbeda ada yang berhasil, dan ada yang gagal.

 

Gagal move on. Akan bermetamorfosis menjadi racun bagi kelangsungan hidup manusia sehari-hari, karena orang yang gagal move on, mereka  tetap melangkah kedepan namun pikiran dan hati masih berada di belakang. Memang, melupakan sesuatu yang indah itu sangat sulit, namun kita harus sadar bahwa setiap awal pasti akan berakhir entah akan berakhir indah (happy ending) atau buruk (sad ending).

 

Andai saja hukum Islam berlaku untuk kata move on maka hukumnya adalah haram, karena lebih banyak mudarat yang akan didapatkan dibandingkan manfaatnya. Ada beberapa dampak psikologis disebabkan oleh gagal move on, yang pertama menangis, hal ini adalah pilihan utama seseorang ketika sedang sedih, apalagi ketika mereka mengigat tentang masa lalunya yang indah, bisa berjam-jam bahkan berhari-hari pun betah untuk menagis, dan akhirnya matanya bengkak. Kedua, lebih sering berkhayal, bekhayal juga banyak mudaratnya dengan aktivitas sehari-hari, berkhayal memakan waktu yang lumayan banyak bahkan ada yang tak mau makan cuma karena berkhayal yang tak jelas tentang masa lalu, selanjutnya yang paling mengerikan, ada yang rela bunuh diri karena gagal move on, mungkin pilihan ini hanya dilakukan oleh orang-orang yang berpikir pendek rela bunuh diri karena tak bisa melupakan masalalu.

 

Terakhir adalah perubahan hormon, ketidak stabilan emosi dan perasaan pada diri sesorang disebabkan karena adanya perubahan pada produksi hormon cortisol, dopamine, neropineptrine, dan serotonin. Keempat hormon tersebut akan mempengaruhi kondisi psikologis seseorang secara langsung, misalnya peningkatan hormon cortisol akan memicu stres, sedangkan ketiga hormon lainnya yang semula berfungsi untuk menimbulkan perasaan bahagia justru terhambat memproduksinya, efeknya bukan rasa nyaman dan senang yang tercipta dalam tubuh, justru perasaan-perasaan negatif seperti rendah diri, takut, sedih, tertekan, dan cemas.

 

Salain dampak psikologis, orang yang gagal move on secara berlebihan juga akan merusak kesehatan manusia yang pertama adalah kerontokan pada rambut, kejadian ini sebagian besar terjadi kepada wanita, karena wanita yang sedang merasa kehilangan atau depresi akan mengakibatkan kerontokan rambut yang cukup parah. Menurut ilmu kesehatan, paska patah hati produksi korisol dalam tubuh yang meningkat menyebabkan rambut lebih mudah patah. Bahkan rambut bisa mengalami kerontokan hingga 30% atau lebih, tergantung pada tingkat stres yang dialami. Kedua melemahnya sistem imun dan meningkatnya resiko penyakit, karena memikirkan sesuatu dengan terlalu berlebihan bahkan depresi, seseorang bisa saja tidak akan memperhatikan kesehatanya sehinga sistem kekebalan tubuhnya akan menurun secara signifikan, pada akhirnya segala macam penyakit akan mudah masuk ke dalam tubuh dan mengrogotinya.

 

Sampai disini anda masih mau gagal move on?. Selanjutnya adalah jerawat, pikiran dan perasaan negatif akan menyumbat pori-pori pada kulit wajah yang dilalui pembuluh darah yang nantinya akan tumbuh bintik-bintik jerawat. Terakhir gangguan otak, sebuah penelitian menunjukkan jika patah hati yang disebabkan karena masalah percintaan dapat membuat otak bagian secondary somatosensory cortex beraksi dan akan memunculkan gejala seperti nyeri, pegal, dan rasa yang tidak nyaman pada tubuh. Ngeri.....!!!

 

Oleh karena itu janganlah terlalu larut dengan apa yang terjadi di masa lalu, tataplah jalan ke dapan dan jadikan masa lalu menjadi guru untuk belajar move on, mulailah dengan aktivitas yang bermanfaat dengan mendekatkan diri dengan keluarga, sahabat, dan melakukan sesuatu yang bermanfaat seperti berolahraga, membaca buku, manjalankan hobi, dan segala hal yang membuatmu lupa dengan masa lalumu dan move on dari semua itu karena masa lalu adalah sejarah, masa sekarang adalah anugerah dan masa depan adalah misteri. Sekian.

 



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan opini ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Opini Terkait