Opini › Opini


"Setuju" dengan Donald Trump

Jumat, 08/12/2017 20:32 WIB | Oleh : Naufal Ash Siddiq


Yarusalem adalah kota tua yang sangat suci, kota ini dianggap keramat oleh tiga agama yaitu Kristen, Islam, dan Yahudi. Agama, dalam ilmu filsafat agama terletak paling bawah, Karena segala sesuatu yang berkaitan dengan agama adalah hal sangat sensitif dan cendrung mengakibatkan perpecahan antar sesama manusia, orang rela mati demi agama.


Sikap yang dilakukan oleh Donald Trump yang telah mengakui bahwa Yarusalem menjadi ibukota Israel adalah keputusan yang "benar". Trump orang hebat, beliau adalah presiden pertama Amerika yang telah berani mengumunkan secara terang-terangan persetujuan tersebut, sontak keputusan ini langsung ditanggapi oleh dunia internasional dan menjadi berita hangat akhir tahun 2017 ini, hal itu tak lepas bahwa selama puluhan tahun Yarusalem berstatus sengketa atas nama negara dilatarbelakangi agama yang sangat kental.


Trump  sangat berani, kalau kata orang "Laki benget" sebab setelah puluhan tahun Amerika berdiri tegak di belakang Israel untuk memerangi Rakyat Palestina tapi tidak pernah memberikan pernyataan berani seperti apa yang dilakukan oleh Donald Trump kemarin, Pemimpin Amerika sebelumnya hanya berani bermain dari belakang seperti Josh W Bush, Barack Obama, hingga yang baru-baru ini Hillary Clinton yang mengakui bahwa dia yang mendanai ISIS.


Pernyataan yang kontroversial itu adalah langkah  paling jitu sebagai pemicu meledaknya perang dingin yang berlangsung beberapa puluh tahun. ibarat menekan tombol pemicu bom, perang dingin yang tak terlihat tersebut sebentar lagi akan meledak dan memanas di seluruh dunia, "ini agama bung", orang rela mati demi agama.


Bom  meledak di seluruh penjuru dunia, akan lahir lebih bayak lagi organisasi  legal maupun ilegal yang bertujuan sama yaitu berperang. Tidak lama lagi generasi ini akan menikmati gelombang perang dunia ke-III, terutama Indonesia yang memiliki ideologi agama sangat besar berbanding terbalik dengan ilmu pengetahuan yang sangat kecil.


Dunia sadar akan ini, Trump membuka "pintu" itu, dia menjelaskan apa yang sebnarnya terjadi di Timur Tengah bahwa Amerika adalah maskot dari kekacauan disana dan telah menjadi rahasia umum selama ini. Trump bukanlah orang yang munafik, dari perawakannya yang keras dan tegas, dia mengatakan tidak suka dengan tidak suka, mengatakan suka dengan suka, dia realistis, berani untuk mengungkapkan keputusan itu secara gamblang.


Turkey lewat Erdogan adalah negara yang berani menentang pernyataan itu, didukung kekuatan militer yang sangat kuat sehingga mereka memiliki kapasitas untuk menentang Amerika. Setelah turkey, Inggris juga mengecam pria berani tersebut, dengan seganjil alasan yang mereka utarakan, kita tidak tau dibalik semua itu, yang terakhir Jokowi juga turut bersuara dan mewakili nama Indonesia di panggung dunia sebagai salah satu negara yang menentang itu, beliau berani sekali atau mungkin nekat.


Ada beberapa negara kuat yang belum bersuara seperti Rusia, Jerman, Korea, Francis, yang sangat ditunggu-tunggu. Apakah sama dengan Turkey dan inggris? Atau sebaliknya?. Mungkin sekarang negara - negara yang memiliki tenaga nuklir yang sangat besar tersebut sedang rapat besar untuk menentukan pendapatnya akan hal ini.


Ya.. Nuklir, senjata yang sangat berbahaya itu menjadi standar kekuatan militer suatu negara, seperti Rusia, Jepang, Irak, Korea Utara, dan Amerika adalah negara-negara terdepan yang punya banyak senjata mematikan itu. Tak lama lagi kita akan menghirup aroma nuklir dimana-mana. Negri ini akan sama nasibnya seperti Chernobyl, Karena kita tak punya senjata itu, kita hanya punya ideologi agama menjadi senjata paling kuat.


Perang yang dipicu oleh agama seperti ini bukan yang pertama kali terjadi, saat perang dunia ke-II tentara Nazi Jerman yang dipimpin oleh Hitler pernah mengatasnamakan agama dalam misinya yaitu anti Yahudi, sehingga awal abad ke-20 adalah tahun-tahun yang kelam bagi umat Yahudi, pembantaian dimana-mana, pemerkosaan, dan penyiksaan oleh Nazi kala itu. Apakah kali ini Yahudi akan balas dendam? Lalu siapa korbannya?, Nazi sudah lama tak terdengar mungkin ada namun jumlahnya tak lagi besar dan sebanyak dulu, tidak sebanding dengan tentara Yahudi sekarang, lalu siapa? Umat Islam?.


Kemungkinan umat Islam akan menjadi terget utama dari perang ini, kita tidak tahu dan saya sendiri tidak mempunyai kapasitas untuk mengatakan itu. Yang terpenting atas peryantaan yang diumunkan oleh Trump kemarin adalah sebuah kode bahwa perang itu akan segera dimulai, apabila tujuannya umat Islam, Indonesia jelas akan masuk dalam daftar, karena menjadi penganut  Islam terbesar di dunia, apakah kita siap? Sudah berapa nuklir yang kita punya? Satu? Dua? Atau lebih? Atau belum punya?. Yaaa bersiaplah untuk berperang, karena bukti berada tepat di depan kita bersama, setidaknya cukup dengan berdo'a kepada Allah bahwa tidak akan terjadi apa-apa dengan tanah air  tercinta ini.


Indonedia tanah air beta

Pusaka Abadinan Jaya,

Indonesia sejak dulu kala...

Selalu dipuja-puja bangsa,

Disana tempat lahir beta..

Dibuai dibesarkan bunda, tempat belindung dihari tua....

Sampai akhir menutup mata....


Ideologi Agama lagi-lagi penyebab utama dari pada perpecahan ini. Umat Islam dunia akan bersatu dan menjadi salah satu peserta terkuat dalam perang ini. Teroris ini, teroris itu, siapa yang teroris? Beramai-ramai panji-panji Islam akan bermunculan guna menabuh perang kepada Amerika (Yahudi), siapa yang akan menang dari pertikaian ini? Seharusnya yang jadi pertanyaan bukan itu. Siapa yang berada dibelakang semua ini???.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan opini ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Opini Terkait