Opini › Feature


Kampung Inggris Pare

Senin, 10/12/2018 12:30 WIB | Oleh : Trany Septirahayu Putri

Di zaman milenial ini, pendidikan sangat patut untuk dipertahankan. Apalagi pendidikan berbahasa. Pendidkan bahasa perlu untuk menunjang komunikasi dengan masyarakat yang lebih luas. Di Indonesia ada beberapa daerah yang menyuguhkan tempat untuk mempelajari berbagai bahasa, misalnya " Kampung Inggris" untuk belajar bahasa Inggris, terletak di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Belajar bahasa Inggris dirasa perlu karena mampu menghubungkan penggunanya berkomunikasi dengan orang di berbagai negara, bahasa internasional.


Kampung Inggris Pare bukanlah tempat orang-orang berbadan tinggi, berkulit putih dan hidung mancung. Bukan juga daerah luar negeri melainkan terletak di Indonesia. Dihuni oleh orang - orang pribumi asli Jawa. Ia adalah suatu daerah yang memiliki banyak lembaga kursus bahasa Inggris. Tercatat tahun 2011 terdapat kurang lebih 144 lembaga kursus yang setiap tahunnya jumlah itu bertambah. Dikutip dari situs www. panduankampunginggris.com.


Salah satu dari banyaknya tempat kursus yang ada di Pare adalah ‘Global English’. Berada di jalan Brawijaya No 66. Tulungrejo, Pare, Kediri. Dalam keseharian pembelajarannya, peserta dibagi kepada beberapa kelompok atau kelas. Setiap kelompok merupakan dibagi berdasarkan hasil tes terlebih dahulu. Biasanya, peserta kursus satu kali open recruitment berasal dari berbagai daerah, seperti Bandung, Makassar, Jayapura, Surabya, Bengkulu, Padang dan berbagai daerah lainnya. Mereka kebanyakan mendapatkan kabar dari browsing dan cerita pengalaman teman-temannya. Pendaftaran bisa dilakukan online maupun datang langsung ke lokasi.

 

Biasanya member mengontrak di salah satu camp yang ada di sana. Salah satunya camp Bale Seto Kemuning disingkat BSK. Di lingkungan camp, dalam keseharian, mereka harus menggunakan bahasa Inggris. Peserta dikenakan phunisment (denda) jika peserta didapati tidak sedang berbahasa Inggris.”Everyday we must to speak enghlis, kecuali setelah program camp selesai baru bisa menggunakan bahasa Indonesia," kata Annisa Ranah Zhafira, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

 

Di camp ini, programnya ada dua ronde. Pertama, pukul 04.00 WIB, dan kedua pukul 18.30 WIB. Setiap program camp menggunakan berbagai macam praktek. Biasanya, program subuh diisi dengan membuat dialog, speech, games dan lain-lain. Sedangkan program malam, Senin hingga Rabu hampir sama dengan program pagi, tetapi program Kamis khusus religius meeting sesuai agama masing-masing.

 

Di Kampung Inggris Pare mempunyai keunikan sendiri. Berkat pernah latihan, pedagang keliling di sana melayani tamunya dengan bahasa Inggris. "What do you want mis? One porsi five thousand ruphias, if you buy this meatball, you can mix all with fegetable" contoh sepenggal kata yang pernah saya dengar. "Kami diajarkan bagaimana sapaan dalam bahasa Inggris, dan macam - macam rasa serta hal lain yang bisa digunakan saat melayani pembeli " kata pak Seno, pedagang Bakso Pentol.


Masyarakat sekitar tampak masih mengunakan  sepeda untuk melakukan aktifitas sehari – hari. Tapi tidak seluruhnya. Selain itu di sana  juga tersedia berbagai macam makanan. Harganya terjangkau. Kedainya jarang sepi. “Hanya mengeluarkan uang Rp 10.000 kenyangnya minta ampun," ujar Daniel, member GE asal Medan. (Sdq)



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan feature ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Feature Terkait