Opini › Opini


Minimnya Kesadaran Mahasiswa UIN IB

Jumat, 21/12/2018 20:32 WIB | Oleh : Trany Septirahayu Putri

Kamu tahu, mahasiswa itu siapa? bisa kita simpulkan, mahasiswa adalah orang yang belajar di Perguruan Tinggi. Jelas bahwa seorang yang telah menginjak Perguruan Tinggi pasti sudah mempunyai kebiasaan dan kesadaran yang lebih tertata rapih dari sebelumnya.


Mahasiswa di Perguruan Tinggi dituntut kritis untuk melaksanakan segala kegiatan dan pembelajaran yang ada. Sama halnya dengan kesadaran terhadap perbaikan lingkungan dan penjagaannya. Sebegitunya keadaan mahasiswa dalam lingkungan kampus. Di kampus Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, ada ribuan kepala manusia yang mengikuti perkuliahan. Dalam kesadarannya, tidak lebih dari 100 orang yang sadar akan adanya UIN IB ini. Kenapa demikian ?


Jawabannya, sudah dipastikan mahasiswa minta yang enak, nyaman, aman dan layak. Karena untuk menerima ilmu yang diberikan sangat diperlukan  kenyaman tersebut. Satu sisi, banyak dari mahasiswa yang tidak peduli akan hal itu. Seperti, kesadaran akan kebaikan dan keelokkan masjid Baitul Hikmah UIN Imam Bonjol Padang, yang baru beberapa bulan lalu diresmikan oleh Oesman Sapta Odang.


Perlu ditekankan bahwa, ini barang kita, kita yang menjaga. Jika tidak kita siapa lagi? Untuk menjawab pertanyaan itu, pertama, mahasiswa perlu paham dan mencari tahu bahwa membangun masjid tersebut perlu waktu yang lama dan tenaga yang kuat. Kedua, kesadaran dari diri mahasiswa itu sendiri yang tidak ada.


Contoh di lapangan, pertama, masjid yang baru diresmikan tersebut telah ada yang rusak dan tidak berfungsi lagi. Keran air yang tidak berfungsi hingga lantai toilet tergenang dengan air.


Hal tersebut bukti nyata bahwa, kesadaran yang mahasiswa UIN IB Padang hanya sedikit bahkan ada yang tidak peduli sama sekali. Kesadaran perlu ditanam di dalam diri masing-masing. Kampus akan mempunyai cara yang bagus untuk mahasiswanya, tetapi apa yang dilakukan mahasiswa untuk kampus?


Mahasiswa sering  membincangkan mengenai fasilitas yang ada. Coba di inok manuangan. Artinya, semua yang diberikan kampus terhadap mahasiswanya sudah pasti yang baik bahkan terbaik, jadi semua kembali kepada mahasiswanya yang peduli akan kesadaran atau meninggalkan kesadaran.


Kita akan tahu jika kita melakukannya dengan sadar. Seperti perlunya mahasiswa sadar akan pentingnya menjaga aset kampus. Mahasiswa UIN IB Padang terlalu banyak menuntut yang bahkan mereka sendiri belum tentu bisa menjaga. Masjid Baitul Hikmah tersebut, di desain dengan bagus, serta bisa digunakan sebaik-baiknya oleh masyarakat kampus. Tetapi kenapa masih ada mahasiswa yang membuang sampah sembarangan dan membawa sandal ke dalam tempat wudhu, bahkan di atas batas suci yang diberi batas oleh pengurusnya. Hingga, kebersihan di dalam masjid pun kurang terjaga dikarenakan minimnya kesadaran itu. Masih banyak sampah yang dibiarkan tergeleak setelah makan, mukena yang tidak dilipat dan ditata dengan rapi. Maunya apa? 


Kedua, kursi perkuliahan mahasiswa yang tidak sepadan dengan jumlah mahasiswa yang ada. Apa salah dengan kursi sebagai benda mati? sehingga masih ada yang dengan sengaja merusak serta membuat kursi tersebut tidak layak dipakai. Banyak coretan, busa kursi telah banyak hilang hingga yang terasa hanya kayu tipis, tumpuan tempat nulis yang hilang, mirisnya kursi tersebut patah.


Kasihan sekali dengan kursi yang tidak terawat itu, mahasiswa telah diberikan kursi yang bagus tetapi masih ada tangan-tangan manusia yang tega merusaknya. Tak dipungkiri jika itu karena kondisi kursi yang sudah lama dan layak untuk diganti. Diansir dari suarakampus.com Demisioner Kepala Sub Bagian Umum, Mardius, Ia menyebutkan pada 2015 telah ditambah kursi sebanyak 2.000 unit, 2016 sebanyak  1.000 unit. Untuk 2019 ia akan menambahkan sebanyak 400 kursi lagi. “Saya memperkirakan kursi tersebut sudah cukup, nyatanya banyak mahasiswa yang merusak kursi,” katanya.


Sudah jelas bahwa kampus telah memfasilitasi mahasiswanya dalam hal fasilitas dalam bentuk kursi. Itu artinya, semua yang terjadi dikembalikan kepada mahasiswanya. Mahasiswa yang punya kesadaran akan merasa nyaman dengan apa yang disuguhkan tadi jika terjaga dengan baik.


Mahasiswa menuntut untuk mempunyai lingkungan yang bersih dan fasilitas lengkap. Untuk mewujudkan semua itu, kesadaran yang maksimal sangat dibutuhkan untuk terealisasinya kenyamanan dan ketentraman di kampus terutama di Masjid Baitul Hikmah UIN Imam Bonjol Padang.


Dengan kondisi seperti itu, perlu perubahan dari diri mahasiswa itu sendiri, jika ingin masjid yang bersih jangan melindungi kaki sendiri dan mengotorkan kaki orang lain. Artinya, semua mahasiswa harus taat terhadap apa yang dilarang seperti membawa sandal ke dalam tempat wudhu, membawa makanan ke dalam masjid hingga meninggalkan sampahnya.


Jika ingin kursi yang nyaman dan layak, masyarakat kampus harus menjaga dengan baik apa yang telah diberikan oleh kampus. Sehingga proses perkuliahan berjalan dengan nyaman dan teratur, kondisi seperti ini akan memungkinkan mahasiswa untuk bisa lebih bersahabat dengan apa yang ada disekitarnya.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan opini ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code: