Opini › Opini


Menjaga Keutuhan Rumah Tangga Bantu Cegah Kriminal

Senin, 24/12/2018 19:48 WIB | Oleh : Cani Silpina

Perceraian suatu hal yang tidak diinginkan, setiap perceraian menimbulkan banyak masalah setelah perceraian. Sehingga anak-anaklah yang menanggung penderitaan berpisah dari orang tua. Hendaknya setiap pasangan suami istri dapat menjaga keutuhan rumah tangga agar anak mendapat pendidikan dari ayah dan ibunya, tidak jarang perceraian juga berujung kriminal seperti  kejadian di Sungaipisang, kelurahan Teluk Kabung Selatan, Bungus dikutip dari koran diterbitkan oleh Padang Ekspres pada hari Rabu 7 November 2018.   

   Ayah korban berinisial JU telah berusia 35 tahun tega cabuli dua putri kandungnya selama setahun terakhir semenjak ibunya meninggalkan kediamannya di Sungaipisang, kelurahan Teluk Kabung Selatan satu tahun lalu. Padahal korban masih dibangku SMP dan SMA dengan mengancam anak tersebut mengusirnya dari rumah jika anak mengadukan perbuatan bejat pelaku kepada ibunya.

    Seharusnya seorang ayah mendidik anaknya menjadi pribadi yang baik berguna bagi nusa dan bangsa. Memberikan pengetahuan ilmu agama agar nantinya akan membuat ia bangga dimasa akan datang. Tetapi sebagai orang tua, ia malah mencabuli anaknya sendiri, sehingga membuat si anak malu yang lebih parah menimbulkan anak menjadi stres. Padahal anak berpeluang  menjadi insan yang berbudi pekerti yang baik dan cerdas. Bahwa, setiap anak yang lahir wajib dijaga dan disayangi oleh setiap orang tua. 

     Menjaga keutuhan rumah tangga dan saling menjalankan fungsi dan tugas dalam keluarga dengan baik adalah suatu langkah mencegah terjadinya kriminal. Menjalankan fungsi dengan baik tentunya dengan sunah Rasulullah. Belajar bersabar dalam menghadapi permasalahan rumah tangga, saling menjaga satu sama lain dan menjaga komunikasi satu sama lain di dalam keluarga.

     Komunikasi yang baik akan membuat kedekatan emosional antara orang tua dan anak sehingga timbullah rasa kasih sayang yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, penting bagi suami dan istri menjaga keutuhan rumah tangga agar tidak timbul perceraian. Apabila terjadi perceraian yang menjadi korban adalah anak. Jika keutuhan rumah tangga terjaga dengan baik, maka salah satu langkah mengurangi kriminal pada anak.

     Perceraian yang menyebabkan anak yang menjadi pelampiasan, seharusnya anak yang tidak bersalah  tidak menjadi korban akibat perceraian. Jika seorang ayah tidak ingat akan perannya sebagai ayah  melainkan seorang laki-laki, ia bisa kehilangan akalnya, karena tidak bisa melampiaskan hawa nafsunya kepada orang lain, dia lampiaskan kepada putrinya sendiri, tanpa berfikir menyakiti putrinya yang telah ia besarkan dari kecil hingga sekarang.

  Seharusnya seorang ayah melindungi, menjaga, harkat dan martabat anaknya. Padahal begitu berarti peran ayah bagi anaknya. Ayah adalah sumber kekuatan, keimanan, kepercayaan terus bangkit dalam terpurukan bagi seorang anak. Jika ayah sendiri yang yang menghancurkan kepercayaan itu dimana anak akan bergantung dan kepada siapa anak mengadu jika ada masalah dalam hidup anak tersebut.

   Seorang ayah adalah sosok yang sangat mencintai anak perempuannnya. Jarak dan waktupun tidak akan dapat memisahkan rasa sayang antara mereka. Seorang ayah tidak ingin laki-laki manapun menyakiti hati putrinya dan begitupun sebaliknya, seorang anak juga tidak ingin ada yang menyakiti perasaan ayahnya. Begitulah definisi hubungan antara putri dan ayah.

     Anak adalah  anugerah tuhan yang paling berharga dititipkan kepada orang tua, maka jagalah dengan sebaik-baiknya. Jika seorang ayah tidak bisa menjaga itu maka hancurlah anugerah itu. Jangan sia-siakan didik dan jagalah dengan baik karena ia berharga. Karena anaklah yang akan menjaga dan merawat orang tuanya di hari tua nanti.

    Jika terjadi perceraian seharusnya seorang ibu tidak meninggalkan putri yang hanya tinggal  dengan serumah dengan mantan suaminya. Seharusnya ia membawanya pergi, karena anak dibawah umur hak asuh anak berada pada ibunya.Jika memang suaminya tersebut berakhlak buruk seharusnya seorang ibu melindungi anak dari bahaya.

  Ibunya tersebut meninggalkan kedua putri dan suaminya  dalam satu rumah bukanlah solusi yang tepat, apalagi setelah mengetahui suami tersebut tidak mempunyai pribadi yang baik, apalagi tidak ada nilai-nilai agama yang dibangun di dalam rumah tangga tersebut. Jika memang itu menjadi alasan istri tersebut meninggalkan suaminya. Kalau bukan karena hal itu ibunya juga ikut bersalah penyebab ayah mencabuli anaknnya.

    Jika tidak bercerai kedua orang tuanya tersebut, maka hal yang tidak diinginkan itu tidak terjadi sehingga kedua remaja putri tersebut tidak mengalami hal yang sangat memalukan tersebut. Oleh karena itu didalam rumah tangga berpondasikan ilmu agama, saling mencintai dan berpisah karena Allah, meskipun mendapatkan masalah ekonomi sekalipun jika berusaha dan berdoa, saling mendukung antara suami dan istri pasti diberikan jalan oleh Allah.

     Dalam adat perpakaian perempuan meskipun di rumah tidak boleh seksi, khususnya anak, karena di rumah itu ada saudara laki-laki dan ayah, sebagai anak perempuan harus menjaga aurat meskipun dirumah di depan mahram (orang yang haram dinikahi) memakai baju minimal lengannya sampai kesiku dan celana sampai ke mata kaki dengan syarat tidak trasparan dan ketat, karena itu dapat melindungi dari hal yang tidak diinginkan dan kejahatan. Pakaian yang seksi dapat memunculkan hawa nafsu bagi laki-laki meskipun di depan mahram dan sekaligus menghormati semua orang di rumah, karena Islam mengajarkan kita beretika dimanapun.

   Dimanapun dan kapanpun dengan siapapun, sebagai seorang  perempuan seperti zaman sekarang harus berhati-hati, menjaga dirinya dengan baik dan mencegah kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi akan datang. Melindungi diri dengan mendekat diri dan meminta perlindungan kepada Allah agar dilindungi senantiasa.

    Jika kita diancam oleh seseorang dalam bentuk apapun ancaman tersebut segera katakan kepada pihak yang berwajib jangan tunggu sampai bertahun-tahun. Karena semakin kita tutupi masalah tersebut, maka masalah kita akan bertambah panjang, semakin lama masalah itu dipendam maka akan timbul gangguan psikis itu akan menyebabkan stres yang berkepanjangan.  Jangan takut melawan kejahatan karena keadilan yang akan melindungi diri kita.

   Orang yang menakut-nakuti korbannya akan senang, apabila korbannya mengikuti kemauannya, maka jangan mau mengikuti keinginan orang yang mengancam diri. Kita harus melindungi diri kita sendiri, karena dalam Islam ada lima yang harus diselamatkan yaitu nyawa, akal, agama, keturunan dan harta. Dalam masalah ini kita harus menyelamatkan akal,  akal atau perasaan kita harus tenang agar tidak timbul gangguan kejiwaan dikemudian hari. Karena Allah mencintai diri kita, maka kita juga harus menjaga keselamatan.

   Apabila terauma akibat dicabuli telah parah, maka korban harus konsultasi pada psikolog atau dengan orang tua. Dekatkan diri kepada Allah, memohon ampun kepada-Nya, karena kepadaNya lah tempat mengadu dan meminta solusi atas masalah menimpa kita. Maafkanlah  diri sendiri berhentilah menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi pada diri kita  dan juga  meningkatkan pengetahuan agama dan bergaul dengan orang shalih akan membantu kita untuk bersabar  menghadapi masalah, memaafkan diri sendiri, mengibur diri, menjaga diri, mendekatkan diri dengan Allah SWT.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan opini ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Opini Terkait