Opini › Opini


Pemuda Pemersatu Bangsa

Selasa, 08/01/2019 17:46 WIB | Oleh : Tari Pradillia Cindy

“Kobaran semangat muda membara dalam jiwa, hiruk pikuk perjalanan mengukir sejarah negara dengan upaya keringat juang bersimbah darah sang pejuang tanpa balas jasa melahirkan sebuah bangsa yakni Indonesia.”


Indonesia merupakan negara yang lahir dari kobaran semangat perjuangan para pemuda bangsa yang mempertaruhkan nyawa demi berdirinya negara kesatuan yang berdaulat, menjunjung tinggi kebhinekaan. Dari dulu hingga sekarang Indonesia tetaplah Indonesia dengan paras budaya yang elok mencerminkan wajah bangsa yang menjunjung tinggi moralitas dan agama.


Seiring perkembangan zaman, dunia yang saat ini berada dalam rasa nasionalisme yang mulai memudar. Perbedaan menjadi pengahalang. Budaya terabaikan dan paham agama dijadikan radikal oleh sekelompok orang. Ada apa dengan wajah pemuda Indonesia? Lalu siapa yang akan menyatukan bangsa?


Sebagai tonggak bangsa baik atau buruknya suatu negara akan tercermin melalui sikap para pemuda, mengapa demikian karena pemuda adalah darah muda bangsa, jantung dari sebuah negara. Pemuda memiliki dedikasi untuk Indonesia kedepannya. Pemuda memiliki inspirasi untuk berimajinasi dan menciptakan karya yang nantinya akan membawa pembaharuan untuk mengharumkan nama bangsa.


Tidak hanya sekedar membawa pembaharuan bagi bangsa, pemuda memiliki peran penting sebagai agent of change.Pemuda akan menjadi pelopor perubahan sebagai kunci arah pemersatu bangsa dalam sebuah perbedaan.


Perbedaan dalam suatu negara bukanlah penghalang untuk bersatu. Perbedaan juga bukan pemicu untuk saling menjatuhkan hingga terjadi kriminalitas dan kesenjangan sosial antar umat. Namun perbedaan adalah keragaman yang wajib untuk dijaga dan dihormati. Tanpa perbedaan Indonesia tidak akan disegani sebagai negara dengan kebudayaan yang beraneka ragam.


Namun sekilas mulai terlintas, setelah kemajuan teknologi mulai berkembang pemuda Indonesia yang mulai melupakan keberagaman dan cendrung individualisme menjadikan perbedaan sebagai pemicu kriminalitas. Pemuda Indonesia tidak lagi memperhatikan nilai-nilai bangsa, norma dan aturan mulai diabaikan. Mereka cendrung hanya memperhatikan budaya asing yang masuk secara bebas tanpa ada filterisasi dengan aturan dan norma yang berlaku di negara Indonesia.


Kasus ini membuat bobroknya mental pemuda Indonesia. Terbukti dengan munculnya sikap apatisme yang memicu terjadi pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia dan  kriminalisasi antar umat beragama.


Dewasa ini, media gencar dengan kasus penghinaan atau penistaan agama seperti penghinaan terhadap Islam dan umatnya. Kemudian munculnya kasus pembakaran panji Rasul oleh seorang pemuda yang mengira panji Rasul adalah bendera dari sebuah organisasi Islam yang telah dibubarkan oleh permerintahan karena dianggap menentang Pancasila dan mengancam kedaulatan negara dengan mengubah sistem pemerintahan menjadi khalifaH sesuai syariat Islam. Kasus ini merupakan bentuk hilangnya rasa moralitas karna sikap apatis dan emosional yang pada akhirnya  tidak memikirkan efek yang akan terjadi hanya karena kecendrungan memahami sebuah persoalan berdasarkan kesamaan tanpa memilih dan menimbang informasi yang didapatkan.


Hal inilah yang memicu permusuhan dan perselisihan antar sesama umat  beragama. Pemuda tidak lagi memiliki peran dalam memaknai setiap perbedaan, yang hanya mereka pahami perbedaan adalah penghalang dalam sebuah kehidupan yang harus segera diatasi dengan kriminalitas dan doktrinisasi sehingga muncullah pertentangan sesama umat beragama yang membawa sikap fanatis anarkis dan ekstrimis.


Menanggapi masalah perbedaan ini pada akhirnya membawa paham fanatisme dan ekstrimis yang terjadi pada pemuda Indonesia. Menurut penulis kesalahan ini bukan sepenuhnya kesalahan dari pemuda itu sendiri. Bagaimana tidak setiap perbedaan baik dari pola pikir dan sudut pandang berpotensi memunculkan konflik dan kesenjangan sosial yang merupakan perkara biasa dan lumrah akan terjadi kapan dan dimana saja. Hanya saja saat ini yang perlu diperhatikan dari pemuda Indonesia adalah bagaimana caranya menumbuhkan kembali rasa nasionalisme cinta tanah air dan mengembalikan kembali jati diri pemuda yang sebenarnya sebagai agent of change yang membawa perubahan dan pembaharuan bagi generasi bangsa untuk kedepannya.


Sejatinya kunci utama pemuda dalam pemersatu bangsa adalah saling menghormati dalam perbedaan  yang ada dan toleran dalam setiap tindakan untuk memperbaiki komunikasi antar masyarakat agar menjunjung tinggi asas persatuan dan kesatuan bangsa.


Selain itu peran penting pemuda adalah menumbuhkan rasa cinta tanah air dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat sebagai ideologi negara dan semboyan Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan pemuda dalam memahami perbedaan dan keberagaman yang pada dasarnya tetap satu tujuan.


Akhir kata penulis mengucapkan jangan pernah menjadikan perbedaan sebagai  alasan pemecah dalam berbangsa namun jadikanlah perbedaan sebagai ajang untuk intropeksi diri, membangkitkan rasa nasionalisme dan solidaritas antar umat beragama dan berbudaya sehingga pemuda tetap berkibar mengharumkan nama bangsa dengan keberagaman sebagai pemersatu bangsa. Jadikan keberagaman sebagai pelajaran untuk memaknai hidup berbangsa dan bernegara.

 

“Jadilah generasi yang cerdas dalam bertindak, bertoleran dalam perbedaan, bertekad dalam kemajuan, berbeda namun satu tujuan, satu landasan yakni persatuan”.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan opini ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Opini Terkait