Opini › Opini


Santai yang Membuat Lalai

Selasa, 26/02/2019 16:18 WIB | Oleh : Nila Chairul

Masuk ke dalam daftar teratas sebagai destinasi negara paling santai di dunia, tentu menjadi suatu hal yang membanggakan bagi sekelompok orang di Indonesia, namun apabila kita teliti lebih dalam lagi, ternyata dampak negatif yang akan diakibatkan oleh penghargaan yang didapatkan Indonesia ini sangat berdampak luas bagi masyarakat, dan nilai-nilai moral yang telah diusung oleh Bangsa Indonesia itu sendiri.


Sebagai anak bangsa, perlu kita  pertanyakan lagi “ada apa dibalik pemberian gelar Indonesia sebagai negara paling santai didunia tersebut?”. Jika hanya dipandang dari sisi positifnya, tentu bisa dimanfaatkan sebagai tempat yang cocok bagi destinasi liburan yang  akan menambah pendapatan Indonesia dari segi pariwisata, apalagi dengan gelar surga tropis, tentu akan semakin menambah daya tarik wisatawan-wisatawan asing untuk berkunjung ke Indonesia.


Namun jika kita telaah lagi, hal ini justru akan menimbulkan banyak dampak negatif dan berbahaya bagi bangsa kita sendiri. Pihak asing dan individu-individu tertentu akan lebih berperan aktif dalam pembentukan moralitas anak bangsa kedepannya. Ditambah lagi, akan ada kerusakan nilai-nilai moral dan agama yang dijunjung oleh bangsa Indonesia selama ini, bisa terbayangkan bukan dibenak kita?, jika Negara Indonesia merupakan negara mayoritas muslim di dunia dijadikan sebuah tempat pengepresian kebebasan oleh pihak-pihak asing nantinya. Apakah itu tidak termasuk ke dalam bentuk pengupayaan negara barat dalam menghidupkan nilai-nilai liberal dan sekuler pada bangsa kita ini melalui perancangan destinasi pariwisata tersebut? Coba kita renungkan lagi perkara ini.


Kita sebagai Kaum Intelektual Muslim, tentu tidak boleh dengan mudah terayu dan percaya oleh propaganda yang mulai mereka ciptakan, marilah membuka pemikiran yang lebih kritis perkara tersebut. Sebelum kita dibawa pada perang pemikiran yang lebih dalam lagi. Dimana dalam hal ini pihak Barat seolah-olah memberikan dampak yang baik, namun tanpa kita sadari terdapat niat-niat terselubung dibalik penjajahan secara halus ini.

 

Apalagi Indonesia adalah negara muslim terbesar yang akan menjadi benih-benih kebangkitan umat kedepannya, sadar akan hal tersebut, mereka pihak asing yang membawa nilai-nilai liberal dan sekuler tentu tidak akan tinggal diam, mereka akan  berupaya untuk menundukan potensi tersebut melalui perancangan destinasi pariwisata, kita tengah dibohongi dengan segenap penghargaan yang mereka berikan, sehingga kita dibuat perlahan-lahan tidak sadar, bahwa negara santai yang mereka rancangkan akan berdampak lalainya kesadaran bangsa dan masyarakat akan kebangkitan umat. Ditambah lagi akan timbul  perilaku menyimpang serta budaya buruk yang akan pihak asing tularkan kepada bangsa kita melalui destinasi pariwisata itu.


Untuk itu, mari lebih kritisi lagi dengan kebijakan pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai destinasi parawisata, jika hanya untuk menambah benih-benih sekuler dan liberalisme didalam negara kita, itu hanyalah penghargaan santai yang semakin membuat kita lalai akan perbuahan. 



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan opini ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Opini Terkait