Opini › Opini


Karhutla Cekik Paru-paru Tak Bersalah

Senin, 23/09/2019 20:18 WIB | Oleh : Rahmad Fadhillah (Mahasiswa Tadris Sejarah, UIN Imam Bonjol)

Hutan sebagai salah satu bagian dari lingkungan hidup merupakan karunia Allah Swt, dan merupakan salah satu kekayaan alam yang sangat penting bagi umat manusia. Banyaknya manfaat yang di dapat dari keberadaan hutan di bumi ini. Al-Qur’an menjelaskan bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi. Kewajiban manusia sebagai khalifah adalah dengan menjaga dan mengurus bumi dan segala yang ada di dalamnya untuk dikelola sebagaimana mestinya. Dalam hal ini kekhalifahan sebagai tugas dari Allah Swt untuk mengurus bumi harus dijalankan sesuai dengan kehendak penciptanya.

 

Namun beberapa waktu lalu Indonesia disibukkan dengan pemberitaan mengenai kebakaran hutan dan lahan yang sangat membuat resah masyarakat Indonesia khususnyaProvinsi Kalimantan dan Sumatera. Dampak langsung dari kebakaran hutan sebagai berikut: pertama, timbulnya penyakit infeksi saluran pernafasan akut bagi masyarakat. Kedua, secara sosial ekonomi masyarakat dirugikan karena berkurangnya efisiensi kerja, kantor-kantor dan dan sekolah-sekolah diliburkan serta transportasi penghubung terganggu. Ketiga kerugian imateril dan materil pada masyarakat setempat bahkan menyebabkan pencemaran asap lalu lintas ke wilayah negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

 

Kebakaran hutan dipengaruhioleh faktor alami dan manusianya. Faktor alami meliputi lapisan gambut kering yang cukup tebal dan sisa-sisa vegetasi kering, sedangkan faktor manusia karena human error,sebetulnya lebih tepat ketamakan dan kelalaian manusia biasanya disebabkan pembakaran hutan secara sengaja untuk penghematan biaya atau yang diakibatkan puntung rokok, seharusnya yang menjadi sorotan dan keprihatinan utama adalah pihak pengelola hutan, terlepas apapun penyebab kebakarannya, jangan seolah bisa dengan leluasa bebas dari tanggung jawab atas kebakaran hutan. Api yang menyala dan menjalar seakan merupakan fenomena alam biasa. Pada akhirnya pemerintah dalam hal ini Departemen Kehutanan juga BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) yang harus berjibaku memadamkan api.

 

Berita tentang Karhutla ini menggugah keingintahuan publik mengenai pelaku, motif dan kepentingan dibalik Karhutla ini, banyak yang berspekulasi pelaku dibayar pengusaha karena pelaku tersebut kekurangan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan keluarganya.

 

Bagaimanapun kebakaran hutan adalah sesuatu yang terjadi berulang-ulang sehingga seharusnya bisa diantisipasi. Dikutip dari Straits Times,di Singapura parlemen meloloskan undang-undang yang memberi kewenangan kepada pemerintah untuk menjatuhkan denda hingga 1,6 Juta US Dollar, kepada perusahaan yang mempunyai kantor di negara itu, dan terbukti menyebabkan atau berkontribusi terhadap kebakaran hutan.

 

Pemerintah Indonesia tentu bisa melakukan hal serupa sehingga tanggung jawab pencegahan kebakaran hutan juga menjadi perhatian semua pihak agar tidak terjadi lagi, saat terjadi kebakaran hutan Pemerintah menanggung resiko dengan mengorbankan uang rakyat. Padahal rakyat di sekitar hutan sebagai korban dan penanggung kerugian akibat kegiatan para pengusaha hutan.


Menurut saya, kelestarian alam adalah tanggung jawabsemua pihak baik itu pihak swasta, masyarakat setempat, pemerintah daerah, maupun pihak pengawas dalam hal ini pemerintah pusat. Hal ini menjadi bagian penting yang harus diterapkan dalam ranah pendidikan. Karena pelaku pembakaran hutan saat ini adalah mereka yang tidak mengerti atau bahkan tidak tahu apapun mengenai artitanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan.


Selain itu, Islam  juga telah mengajarkan kepada umat-Nya untuk selalu berbuat baik kepada semua ciptaan Allahterutama lingkungan yang dijadikan sebagai tempat tinggalnya.Semoga dengan kesalahan yang sudah terjadi dimasa lalu bisa dijadikan pelajaran  dimasa depan,mari bersama kita lakukan hal yang bermanfaat dikehidupan sehari-haricontohnya dengan melakukan reboisasi(penanaman hutan kembali) dilingkungan sekitar, reboisasi bisa berpengaruh terhadap iklim (menstabilkan suhu bumi) dan dapat dirasakan oleh masyarakat (menjaga kelestarian dan kekayaan alamnya).



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan opini ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Opini Terkait
Suarakampus