Opini › Opini


Maknai Hari Guru Nasional Bukan Hanya Sekedar Seremonial

Selasa, 26/11/2019 12:19 WIB | Oleh : Ghaffar Ramdi

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan. Kalimat itu merupakan penggalan dari lagu Hymne Guru yang mana lagu tersebut sering kita nyanyikan ketika peringatan hari guru tiba. Begitu berharganya keberadaan guru sehingga dikiaskan bagai pelita yang akan memancarkan cahaya terang bagi gelapnya dunia pendidikan.

 Setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang dibarengi dengan peringatan Hari Guru Nasional. Pada tiap tahunnya agenda peringatan hari guru hanyalah dengan melakukan upacara bendera yang mana perhelatan tersebut merupakan kegiatan seremonial sebagai bentuk apresiasi bangsa Indonesia terhadap guru yang telah berjasa dalam memajukan sistem pendidikan nasional. Dengan diperingatinya hari guru setiap tahun tentu guru akan merasakan kebahagiaan yang tidak bisa mereka ucapkan dengan lisan dan juga mereka beranggapan bahwa keberadaan mereka sangat dibutuhkan sebagai pembangun insan cendikia di negeri ini.

Lalu apakah kita sebagai orang yang terdidik karena jasa seorang guru hanya memberikan apresiasi kepada guru hanya dengan melakukan kegiatan upacara bendera saja?. Sebagaimana sesuai dengan kalimat yang sering kita dengar bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Dimana jasanya akan selalu mengiringi setiap perjalan yang akan ditempuh oleh siswa yang pernah diajarnya ketika bersekolah. Berkat guru kita bisa pandai mengenal huruf, membaca, merangkai kata, bahkan juga karena guru kita bisa menjadi orang yang berguna dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Di dunia pendidikan peran guru sangatlah penting. Bagaimana tidak, tugas guru tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan yang sudah dipelajarinya dan kemudian mentransfer kepada siswa melalui lembaga pendidikan formal yaitu sekolah. Melainkan juga seorang guru dituntut untuk dapat mengajarkan bagaimana berkehidupan sosial yang baik kepada para siswa. Dalam hal ini peranan guru tidak hanya mengajar saja akan tetapi juga sebagai suri tauladan yang baik bagi para  siswa.

Menjadi seorang guru bukanlah tugas yang mudah, seorang guru harus rela mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi setiap siswa. Belum lagi jika harus menghadapi tantangan semisal jalan menuju sekolah tempat guru mengajar itu sulit untuk diakses dan ditempuh, tentu ini akan menjadi resiko yang harus ditanggung oleh seorang guru.

Sejatinya mengapresiasi hari guru yang kita peringati setiap tahun ini tidak hanya dengan melakukan acara upacara  bendera saja, melainkan masih banyak hal yang bisa dilakukan dalam memberikan penghargaan ketika peringatan hari guru. Jadi hal apa yang harus dilakukan dalam memaknai hari guru yang diperingati setiap tahun ini?

Sebagai seorang siswa, memaknai hari guru tidak harus menunggu sekali setahun terlebih dahulu melainkan dengan melakukan hal-hal yang terbilang biasa akan tetapi, dapat memberikan kebahagiaan tersendiri bagi seorang guru. Misalnya saja dengan memperhatikan dengan baik dan seksama apa yang diajarkan oleh guru didalam kelas. Jika hal ini dilakukan tentu guru akan merasa dihargai dan keberadaannya di dalam kelas dibutuhkan. 

Dalam proses belajar mengajar pun juga harus terjalin dengan baik hubungan komunikasi yang baik antara guru dan siswa. Komunikasi yang baik ini akan membuat siswa merasakan kenyamanan di dalam kelas. Sebab pada saat kebanyakan dari siswa lebih memilih meminta izin keluar dari kelas dan menunggu sampai guru selesai menjelaskan materi pembelajaran karena siswa tidak merasakan kenyamanan di dalam kelas saat belajar. Untuk meredam hal yang demikian supaya tidak terjadi lagi disitulah komunikasi yang baik tadi berperan. Jika komunikasi berjalan dengan baik maka akan ada hubungan simbiosis mutualisme, dimana siswa mendapatkan pembelajaran yang baik dan guru menjalankan tugasnya dengan baik pula.

Yang kadua adalah pengangkatan tenaga guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) oleh pemerintah merupakan salah satu cara juga dalam bentuk mengapresiasi jasa guru. Bukan tanpa alasan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatatat hampir setengah dari jumlah guru di Indonesia ternyata masih berstatus tenaga guru honorer. Data Kemendikbud menyatakan jumlah tenaga guru honorer saat ini mencapai 1,53 juta orang dari jumlah keseluruhan guru yaitu 3,2 juta orang. Memberikan status PNS kepada tenaga guru honorer bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan pengabdian yang telah diberikan oleh seorang guru.

Terakhir yaitu memaknai hari guru sebagai bahan introspeksi diri bagi guru sendiri. Apakah kinerja yang dilakukan oleh guru sudah sesuai dengan yang diharapkan atau belum. Sebagai seorang guru jangan hanya menjalankan tugas sebagai bentuk pemenuhan kewajiban atas hak yang telah diterima saja. Alangkah baiknya jika guru benar-benar bekerja keras demi memajukan sistem pendidikan nasional supaya bisa bersaing dengan negara luar yang sistem pendidikannya lebih maju dari Indonesia.

Sebegitu pentingya keberadaan guru di Indonesia ini demi mencerdaskan kehidupan bangsa ini maka sudah sepatutnya berterima kasih yang sebesar-besarnya dan juga mengapresiasi terhadap apa yang telah diberikan oleh guru. Sebab bagaimanapun bentuk penghargaan berupa materi yang kita berikan bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan apa yang telah guru lakukan bagi sistem pendidikan nasional. Jangan kita menjadi bangsa yang tidak tahu terima kasih atas pengabdian yang telah dilakukan secara maksimal oleh guru-guru seluruh penjuru negeri ini. Karena cita-cita mulia mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia hampir sepenuhnya berada tangan seorang  guru. 






Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan opini ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Opini Terkait
Suarakampus