Opini › Opini


Melindungi Demokrasi

Rabu, 18/12/2019 14:26 WIB | Oleh : Kelvin Aryani (Mahasiswa Hukum Keluarga Islam UIN IB Padang)

Pemilu Mahasiswa Raya (Pemira) akan dilaksanakan sebentar lagi di kampus kita UIN Imam Bonjol Padang, tepatnya tanggal 19 desember 2019 mendatang. Terdapat perbedaan dalam penyelenggaraan Pemira kali ini, dahulunya pemira dilaksanakan oleh Senat Mahasiswa Universitas (SEMA U). Namun, di tahun 2019 ini Pemira dilangsungkan oleh Badang Pemilihan Umum Mahasiswa (BPUM). BPUM sendiri dibentuk pada akhir November dan telah resmi dilantik pada 03 Desember 2019.


Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan dan berbagai stigma di lingkungan kampus kita. Kenapa Pemira kali ini diselenggarakan oleh BPUM? Kenapa tidak diselenggarakan oleh SEMA U?


Seperti yang kita lihat dan saksikan sekarang, SEMA U bagaikan sudah tak bernyawa lagi di hiruk pikuknya kehidupan dunia kampus. Lantas kalau SEMA U tidak bernyawa, maka siapa lagi yang akan membangkitkan demokrasi di kampus kita tercinta.


Bukankah menyuarakan hak dalam menentukan siapa pemimpin mahasiswa di kampus kita merupakan suatu wujud demokrasi yang nyata? Kita harus menyuarakan hak kita sebagai mahasiswa, dan kita tentu membutuhkan solusi atas hal ini.


Maka, hadirlah BPUM sebagai solusi yang akan menggantikan tugas SEMA U dalam menyelenggarakan pesta demokrasi di kampus kita tercinta. BPUM adalah lembaga independen yang dibentuk untuk melaksanakan Pemilu Mahasiswa Raya guna membentuk kembali kepengurusan baru DEMA U dan SEMA U.


Adanya pembentukan BPUM ini disebabkan beberapa hal, seperti MUSEMA tingkat Universitas yang gagal tiga kali, banyaknya pengurus DEMA U dan SEMA U yang telah wisuda dan tidak dapat menyelesaikan tugasnya di akhir kepengurusan untuk membentuk pengurus yang baru.


Sesuai dengan Peraturan Menteri Agama RI No.28 Tahun 2017 Tentang Statuta UIN Imam Bonjol Pasal 65 ayat (1) huruf c, mahasiswa memiliki hak untuk membentuk organisasi kemahasiswaan dan mendapatkan dukungan sarana dan prasarana serta dana untuk mendukung kegiatan organisasi kemahasiswaan.


Dan melalui Keputusan Rektor UIN Imam Bonjol Padang No.1202 Tahun 2019 tentang Penetapan Lembaga dan Struktur Badan Pemilihan Umum Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang Periode 2019/2020, WR III akhirnya meresmikan berdirinya BPUM pada 03 Desember 2019 lalu.


Nah, sekarang kita sudah tahu dasar Pembentukan BPUM. Pertanyaan selanjutnya, lalu kenapa sih kita harus menggunakan hak suara kita di pemira 2019?


Orang boleh tidak memilih karena itu haknya. Tapi coba kita lihat dulu mana yang lebih baik dan menimbulkan kemaslahatan. Dengan kita memilih, maka setidaknya kita memiliki kontribusi terhadap perubahan dan majunya kepemimpinan yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.


Dengan kita memilih, akan ada peluang untuk keberhasilan dan kemajuan lembaga mahasiswa di kampus kita. Dengan kita memilih, akan ada regenerasi kepemimpinan yang baru. Dengan kita memilih, kita turut mempertahankan sirkulasi kepemimpinan yang terjaga yakni selama satu tahun. Inilah yang dinamakan demokrasi.


Dari beberapa kejadian yang terjadi sebelumnya, kita tentunya tidak  menginginkan kegagalan ini terus berlarut dan berulang kembali. Kita menginginkan kekuasaan ini berlanjut ke arah yang lebih baik. Tongkat estafet harus diberikan ke pelari berikutnya yang akan membawa tongkat tersebut melaju ke garis kemenangan. Begitu pula dengan kekuasaan eksekutif dan legislatif mahasiswa, kita harus membawanya ke arah baru, tentunya menuju ke arah perbaikan. Kita pastinya tidak menginginkan kalau yang terjadi nanti malah yang mati suri akan mati konyol. Kesalahan dan kegagalan harusnya diperbaiki dan bukan malah dipertahankan.


Jadilah mahasiswa yang berkontribusi aktif, dan jangan hanya mencela dan mencari-cari kesalahan tanpa memberi solusi. Kita adalah mahasiswa yang memperjuangkan demokrasi. Mencari pemimpin yang baik secara akhlak dan kepribadian dan dapat amanah dalam menjalankan jabatan serta visi dan misinya adalah keinginan yang sebenarnya. Jangan musnahkan keinginan ini, mari wujudkan bersama.


Mari kita kubur dalam-dalam sikap apatis kita. Mari kita sama-sama membangun Kampus yang lebih baik dengan sama-sama ikut memilih di Pemira 2019. Karena perubahan dimulai dari bawah, melalui tangan kita para mahasiswa.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan opini ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Opini Terkait
Suarakampus