Opini › Opini


Berdayakan Masyarakat dengan Media Literasi

Senin, 02/03/2020 13:36 WIB | Oleh : Ulvi Rahmi, Mahasiswa Sasta Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Era sekarang, populasi masyarakat Indonesia sudah mencapai 269 juta jiwa, dengan populasi sebanyak itu, tentunya Indonesia mendapat peringkat keempat terbanyak di dunia. Pertumbuhan penduduk yang meningkat tiap tahunnya membuat pemerintah melakukan beberapa cara untuk mengurangi populasi masyarakat.


Angka pertumbuhan masyarakat Indonesia begitu pesat, bahkan mencapai 3 juta jiwa sehingga membuat lapangan pekerjaan kian berkurang. Hal tersebut mengakibatkan banyaknya penganguran, anak jalanan dan pengemis di Indonesia. Dampaknya, tingkat kriminalitas menjadi tinggi, dilansir dari Kata Data, terjadi kriminalitas sebanyak 337 ribu sepanjang 2017. Sedangkan  berdasarkan laporan dari Bank Pembangunan Asia (ADB), angka kemiskinan mencapai 11,2%. Garis kemiskinan nasional Indonesia ditetapkan pada rata-rata pengeluaran Rp302.735 per kapita per bulan - sekitar Rp10.000 per hari.

 

 Ini membuktikan bahwa banyak dari penduduk indonesia belum sejahtera Maka dari itu perlu sebuah program pengembangan masyarakat dengan meningkatkan literasi di tengah masyarakat itu sendiri. Pengembangan masyarakat merupakan  proses penguatan masyarakat secara aktif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip keadilan sosial, partisipasi dan kerja sama yang setara. Pengembangan masyarakat mengekspresikan nilai-nilai keadilan, kesetaraan, akuntabilitas kesempatan, pilihan, partisipasi, kerjasama, dan proses belajar keberlanjutan   .

 

Menurut Gales dalam pendapatnya mengatakan bahwa pengembangan masyarakat adalah sebuah proses terencana dan terorganisir dan upaya yang memungkinkan orang memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan, sikap dan keterampilan sehingga mereka dapat mengatur dan ikut serta dengan orang lain dalam upaya mengatasi berbagai masalah. Fungsi dari pengembangan masyarakat sendiri adalah memberikan penguatan terhadap masyarakat itu sendiri agar lebih berberan baik terhadap lingkungan dan dapat meningkatkan aspek perekonomianya.

 

Sedangkan literasi sendiri adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa. Fungsi dari literasi sendiri salah satunya memperkuat nilai kepribadian, Membaca dan menulis akan menjadikan seseorang dapat untuk memperkuat nilai kepribadiannya.

 

Sebenarnya pengembangan masyarakat bebasis literasi tidak ada dalam teknik pengembangan masyarakat. Namun  ini merupakan produk baru dan dirasa efesien untuk meningkatkan mutu Serta ekonomi masyarakat terutama Indonesia. Hal ini dapat terjadi sebab pengetahuan yang didapatkan dari literasi akan semakin mematangkan nilai yang ada dalam dirinya.Untuk itu masyarakat sangat perlu diberi edukasi dalam memahami lingkungan sekitar. karena edukasi berguna untuk teciptanya sebuah masyarakat yang berkembang dan menumbuhkan rasa kepekaan terhadap lingkungan. Dalam melaksanakan hal itu ada beberapa langkah yang perlu dilakukan.

 

Langkah awalnya untuk meciptakan masyarakat yang berkembang yaitu menumbuhkan minat baca masyarakat tersebut. Minat baca masyarakat Indonesia saat ini sangatlah rendah, UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma satu orang yang rajin membaca.

 

Penyebab rendahnya minat baca, bisa jadi dari faktor lingkungan yang tidak membudayakan gemar membaca. Faktor lainnya adalah diri sendiri yang tidak ingin untuk membaca, jika tidak ada niat untuk membaca walaupun lingkungan merupakan lingkungan yang gemar membaca maka sama saja dengan nihil. Semuanya dikembalikan kepada diri sendiri.

 

Menumbuhkan minat baca masyarakat dapat dilakukan dengan cara membentuk sebuah kelompok baca ataupun mendirikan sebuah ruangbaca di tengah masyarakat, dapat juga dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat betapa sangat pentingnya membaca. setelah itu menciptakan sebuah program yang menarik simpati masyarakat itu sendiri seperti perlombaan memperingati hari besar.

 

Setelah menumbuhkan minat baca masyarakat, langkah selanjutnya memberi masyarakat tersebut bacaan yang berhubungan dengan pengembangan masyarakat misalnya buku meningkatkan produktifitas hasil telur ternak bebek atau pakan ternak sapi. Tidak hanya itu ketika minat baca masyarakat sudah tumbuh dan meningkat maka akan tumbuh kepekaan masyarakat terhadap lingkungan.

 

Dengan kepekaan tersebut masyarakat dapat lebih mudah untuk memahami lingkungan sekitar. Pada akhirnya mereka akan mengetahui bahwa di sekitar lingkungan tempat ia berdiam banyak yang dapat dimafaatkan untuk menambah pendapatan, misalnya buah kakao, kebiasaan masyarakat akan buah ini hanya mengambil buahnya saja, lalu membuang kulit. Padahal kulit buat tersebut dapat dijadikan sebagai pakan ternak sapi atau kambing.

 

Jika diolah dengan benar dan diberikan sesuai takarannya bisa menaikan berat badan ternak tersebut. Sehingga ketika dijual ternak tersebut dihargai dengan harga yang lebih tinggi dari sebelumnya. Maka pendapatan perekonomian masyarakat akan tumbuh dengan pesat.

 

Setelah pertumbuhan perekenomian masyarakat merata. Barulah terwujud cita-cita leluhur bangsa Indonesia serta nilai sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Bukan hanya itu pengembangan masyarakat berbasis literasi juga dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pasalnya SDM yang berliterasi  lebih banyak memahami isu-isu baru yang hadir di tengah masyarakat tersebut.Maka  akan  menghasilkan inovasi baru yang tidak kalah saing dengan produk luar negeri.

 

Oleh sebab itu pengembangan masyarakat berbasis literasi sangat dibutuhkan ditengah masyarakat ini merupakan inovasi baru dihadirkan agar terciptanya masyarakat yang sejahtera. Karena kebanyakan masyarakat tidak mengetahui hal- hal baru misalnya perihal pakan ternak tadi.

 

Pengembangan masyarakat berbasis literasi adalah sebuah program yang fasilitatornya ditekankan kepada mahasiswa sebagaimana yang tercatum dalam tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian terhadap masyarakat. Kendati demikian Masyarakat yang unggul atau SDM yang berkualitas tidak akan tercipta jika tidak ada dorongan dari pemerintah daerah sekitar dengan memberi bantuan kepada masyarakat. Salam Pemberdayaan untuk Indonesia lebih sejahtera.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan opini ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Opini Terkait
Suarakampus