Opini › Opini


Virus Corona Dalam Kajian Islam

Sabtu, 14/03/2020 23:37 WIB | Oleh : Dyla Fajhriani. N (Dosen Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah UIN IB)

Virus corona atau dikenal dengan COVID 19 adalah virus yang paling mematikan di dunia. Pertama kali ditemukan di Wuhan Tiongkok Desember 2019 lalu, dan saat ini sudah menyebar ke sejumlah negara. Berdasarkan info dari liputan 6.com tertanggal 13 maret 2020, sebanyak 128.343 orang di dunia terinfeksi virus corona. Sementara itu korban meninggal tercatat berjumlah 4.720 orang. Saat ini sudah ada 116 negara  yang terjangkit virus corona, di Indonesia sendiri pada hari ditemukan 34 kasus positif corona. Adapun gejala pasien yang terjangkit virus corona yaitu berupa flu, pheumonia, gagal ginjal, sesak napas, sindrom pernapasan akut, batuk, demam dan sakit tenggorokan serta panas ditenggorokan.  


Menurut ilmuwan virus ini berasal dari pasar makanan laut huanan China. Di pasar tersebut bukan makanan laut saja tetapi juga dijual  kelelawar, ular, musang, serigala, landak, ulat dan tikus. Sebagai umat muslim hendaknya memakan makanan yang halal dan makanan yang diperintahkan oleh Allah  SWT. Dijelaskan di dalam surat Al Baqarah ayat 172 yang artinya: Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepadaNya kamu menyembah.


Berdasarkan ayat tersebut sudah jelas Allah SWT menyuruh untuk selalu makan makanan dari rezki yang baik karena akan berdampak pada kesehatan dan menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari merupakan kewajiban setiap muslim. Makanan dan minuman yang dimakan sangat berpengaruh terhadap tubuh individu karena setiap yang dimakanakan menjadi daging dan darah. Didukung juga di dalam Alquran surat Al Maidah ayat 3 yang artinya:


Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepadaKu. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam ituJadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Berdasarkan ayat tersebut sudah jelas bahwa segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT pasti memiliki mudharat dan segala sesuatu yang diperbolehkan Allah ada manfaatnya. Sebagai umat muslim janganlah melanggar perintah Allah karena mengakibatkan kerugian untuk diri sendiri dan orang lain.


Adapun cara penyebaran virus corona antara lain: melalui udara seperti pasien yang terjangkit virus corona itu batuk di dekat orang lain (orang yang sehat), kontak langsung seperti bersentuhan dan berjabat tangan, dan satu ruangan dengan pengidap virus corona tanpa ada pakaian pengaman/masker. Sedangkan cara agar terhindar dari virus corona yaitu: Cuci tangan sebelum makan, makan-makan yang bergizi (4 sehat 5 sempurna), gunakan masker ketika berpergian dan ketika sedang batuk dan bersin, tidak mengadakan kontak langsung dengan korban yang terjangkit virus corona, dan yang paling utama selalu meminta perlindungan Allah (berdoa) agar terhindar dari virus corona. Setelah berusaha melakukan pencegahan selanjutnya kita sebagai umat muslim bertawakal kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam surat Al An am ayat 162 artinya.  


Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.


Berdasarkan surat tersebut sudah jelaslah segala sesuatu yang kita lakukan di atas dunia ini hendaknya karena Allah karena setiap amalan yang dilakukan akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak bahkan makanan dan minuman yang kita makan dari mana asalnya baik itu haram ataupun yang halal sekalipun tidak luput dari pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan opini ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Opini Terkait
Suarakampus