Opini › Opini


Pentingya Mendekatkan Anak-Anak pada Dunia Buku

Kamis, 02/04/2020 14:03 WIB | Oleh : Sarah Muthia Fatmi Mahasiswa Sastra Minangkabau, FIB, Universitas Andalas

Menyambut momentum Hari Buku Anak Sedunia atau International Children’s Book Day (ICBD) yang bertepatan pada 2 April 2020 ini, di mana hari tersebut termasuk ke dalam hari penting di seluruh belahan dunia, maka sudah seharusnya kita membahas tentang pentingnya mendekatkan anak pada dunia buku itu.


Peringatan Hari Buku Anak Sedunia ini bertepatan dengan tanggal lahirnya seorang penulis yang sangat terkenal, yaitu pada 2 April 1805, bernama Hans Christian Andersen yang berasal dari Denmark, ia telah melahirkan karya-karya yang luar biasa sehingga sosoknya dikenal ke penjuru dunia.


Karya-karyanya yang terkenal yaitu the Emperor’s NewClothes, the Little Mermaid, the Nightingale, the Snow Queen, the Ugly Duckling, dan lain-lain. Yang mana karya-karya tersebut telah diterjemahkan ke dalam  bahasa di dunia.


Oleh karena kontribusinya yang sangat besar ini dalam perkembangan buku anak, maka tanggal lahir Hans Christian Andersen pun ditetapkan sebagai Hari Buku Anak Sedunia sejak  tahun 1967 yang digagas oleh The International Board on Books for Young People (IBBY), yang bertujuan untuk mempromosikan buku anak dan kegiatan membaca kepada anak-anak tersebut.


Buku anak adalah buku yang sesuai dengan tingkat kemampuan membaca dan pemahaman anak-anak. Biasanya buku anak ini disertai dengan gambar-gambar ilustrasi agar anak-anak tertarik untuk membacanya serta tidak menimbulkan rasa bosan.


Masa ini, peminat buku anak sangat berkurang sekali. Buku-buku yang bagus dan menarik itu dikalahkan oleh perkembangan teknologi. Teknologi ini adalah sebuah alat yang dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada manusia.


Berbicara tentang teknologi, semakin hari semakin canggih, sehingga teknologi ini berperan penting dalam kehidupan manusia.  Contoh teknologi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu komputer, laptop, televisi, mobil, motor, dan handphone. Salah satu yang paling banyak digunakan adalah handphone tersebut, selain ukurannya yang kecil dan praktis dibawa kemana-mana, dengan handphone ini kita dapat menggenggam dunia.


Selain itu, banyak sekali keunikan yang bisa didapatkan dari hanphone, seperti adanya aplikasi  youtube, game, dan buku-buku online. Dengan adanya aplikasi tersebut, banyak dari orang tua yang sengaja mempertontonkan konten-konten youtube yang lucu seperti upin-ipin, doraemon, powerangers, dan lain sebagainya. Ada juga orang tua yang memperlihatkan cerita-cerita anak ataupun dongeng kepada anaknya melalui handphone tersebut. Kemudian, bahkan ada orang tua yang sengaja menghibur anaknya dengan berbagai game, seperti permainan masak-masak, make up, dan membesarkan cacing.


Oleh karena adanya aplikasi tersebut, banyak orang tua yang mempercayakan anaknya hidup dalam aplikasi tersebut, karena aplikasi-aplikasi tersebut memang jalan yang paling mudah untuk membuat anak menjadi diam dan terhibur, sehingga orang tua tidak terlalu repot untuk menjaganya.


Namun, membiarkan anak bermain handphone dalam usia kecil dapat membahayakan anak tersebut, seperti tumbuh kembang otaknya terganggu, otak anak tidak terasah, menimbulkan rasa malas, dan dapat membunuh kreativitas anak itu sendiri.


Sebagai orang tua,  sudah seharusnya untuk cerdas dan tepat dalam mengambil kebijakan, apalagi kepada anak kecil, karena pada usia kecil inilah orang tua dapat membentuk karakter anaknya dengan baik, sebab anak-anak akan lebih mudah menangkap pengajaran dan menyerap pemahaman.


Stimulasi yang bisa dilakukan untuk membentuk karakter anak ini adalah dengan belajar, bermain, berolahraga dan mendekatkan anak pada dunia buku. Semakin banyak stimulasi yang diterima, maka anak itu akan semakin cerdas.


Menurut Sarah McGeown (dosen Psikologi Perkembangan di Universitas Edinburgh), aktivitas membaca buku cerita dan bercerita dengan anak merupakan aktivitas bonding yang menyenangkan.


Selain menyenangkan, aktivitas membaca buku pada anak ini memiliki manfaat yang sangat banyak, seperti memperkenalkan kosa kata baru, yaitu mampu membuat kosa kata anak lebih luas. Ketika seorang anak menemukan kosa kata baru, biasanya anak ini akan penasaran arti dari kosa kata yang baru ia temui tersebut sehingga dapat menumbuhkan rasa ingin tahu yang lebih tinggi pada anak.


Yang kedua, membangun kecerdasan emosional, yaitu dapat meransang kepekaan anak terhadap berbagai situasi sosial dan nilai moral dalam kehidupan, sehingga anak tersebut dapat berempati pada lingkungan sekitar.


Yang ketiga, yaitu dapat meningkatkan kreativitas pada anak. Artinya, membaca sebuah cerita dapat membuat anak berimajinasi terhadap pemikiran dan ide-ide yang bebas, seperti bisa membayangkan sebuah tempat yang indah dan menerka karakter seseorang yang terdapat pada cerita tersebut.


Kemudian, membaca dapat mempertajam memori anak, misalnya ketika seorang anak sudah selesai membaca sebuah buku, orang tua bisa meminta anak tersebut untuk menceritakan hasil bacaannya, hal ini bertujuan untuk meningkatkan daya ingat anak tersebut.


Oleh sebab itu, orang tua perlu mendekatkan anaknya dengan dunia buku dan menumbuhkan kesukaan membaca kepada anaknya agar dapat membentuk karakter anak yang baik, sehingga bisa mengantarkan anaknya kepada hal-hal yang bersifat positif.


Jika orang tua lengah  dan tidak bijak dalam membimbing sang anak, dapat membuat anaknya terjebak pada dunia yang canggih ini yang bisa membuat anak menjadi bodoh, malas dan ketergantungan, karena kita tidak akan bisa membendung perkembangan teknologi ini.


Mari kita bijak menggunakan teknologi. Jangan sampai kita membiarkan anak-anak terpapar oleh penggunaan teknologi ini. Sebaik-baiknya aktivitas anak sewaktu kecil adalah membaca, karena membaca merupakan jendela dunia agar kita dapat  mengetahui lebih tentang dunia  yang luas ini.



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan opini ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Opini Terkait
Suarakampus