Opini › Opini


Covid-19 dan Peningkatan Angka Pengangguran

Sabtu, 11/04/2020 23:25 WIB | Oleh : Dyla Fajhriani. N (Dosen FDIK UIN IB Padang)

Wabah Covid-19 sudah menyebar ke berbagai negara, salah satunya di Indonesia dan sudah banyak memakan korban jiwa.  Didukung data yang diambil dari tirto.id tertanggal 8 April 2020 bahwa kasus COVID 19 di Indonesia terus meningkat mendekati angka 3000 kasus positif.  Pemerintah di setiap negara yang terkena wabah COVID 19  mengambil kebijakan dengan membatasi masyarakat dengan  melakukan isolasi dan membatasi ruang gerak masyarakat seperti: social distancing, phisycal distancing, memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga lockdown.

 

 Pemerintah Indonesia khususnya  sudah menggencarkan #dirumah aja bagi masyarakat. Hal ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Warung-warung kecil hingga rumah makan atau restoran, hotel-hotel bintang lima, belum lagi pasar-pasar dan tempat pariwisata pun banyak yang lebih memilih untuk tutup. Di lain hal, banyak perusahaan besar, pabrik-pabrik, dan usaha rumahan yang menutup tempat usahanya karena antisipasi penyebaran Covid-19 sehingga menyebabkan banyaknya karyawan yang dirumahkan.

 

Dilansir dari www.bbc.com, di beberapa daerah baik itu di pulau jawa maupun luar pulau jawa sudah menghentikan kegiatan belajar dan diganti dengan belajar di rumah hingga waktu yang belum bisa dipastikan terkait terus meningkatnya pasien positif Covid-19. Aktivitas di sekolah, lembaga les,  sampai perguruan tinggi pun ikut diliburkan hingga waktu yang belum ditentukan. Mesjid-mesjid dan tempat ibadah lainnya banyak yang tutup, anak-anak tidak pergi mengaji, panggilan untuk penceramah sepi, tukang ojek, sopir, dan masih banyak lagi.

 

Sebelum merebaknya Covid-19, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terdapat sebanyak 6,82 juta orang berstatus tidak memiliki pekerjaan alias menganggur. Jumlah pengangguran terbanyak merupakan perempuan dibandingkan laki-laki. Pada tahun 2020 diprediksi  jumlah  pengangguran semakin  bertambah karena dampak wabah Covid-19. Menurut Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), sekitar  25 juta orang akan di PHK di seluruh dunia jika wabah Covid-19 ini belum juga berakhir.

 

Dampak Covid-19 sangat berpengaruh bukan hanya pada pengusaha tetapi juga pada rakyat biasa, dari masalah kesehatan, tidak terpenuhinya kebutuhan hidup hingga tidak memiliki pekerjaan.  Semakin lama seseorang menganggur maka akan semakin besar beban psikologis (stress bahkan depresi) yang dialaminya. Pengangguran yang  disebabkan oleh wabah ini memiliki dampak yang berimbas pada   perekonomian ataupun kehidupan individu itu sendiri, adapun dampaknya bagi perekonomian negara.

 

Pertama, penurunan pendapatan perkapita, karena meningkatnya angka pengangguran, maka pendapatan rata-rata penduduk menjadi rendah sehingga menjadikan pertumbuhan ekonomi melemah. Kedua, berkurangnya penerimaan negara dari sektor pajak, Covid-19 juga berpengaruh terhadap pembayaran di sektor pajak. Banyak masyarakat dan pelaku ekonomi yang meminta keringanan untuk membayar pajak karena melambatnya laju perekonomian. Ketiga, bertambahnya pengeluaran negara, Covid-19 menjadikan bertambahnya pengeluaran negara untuk membantu rakyatnya, seperti memberikan tambahan gaji kepada tenaga medis, menggratiskan pembiayaan obat-obatan dan perawatan di rumah sakit bagi pasien penderita Covid-19, memberikan dana bantuan sosial hingga sembako gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

Berkurangnya pendapatan sampai tidak adanya pendapatan sama sekali menjadikan seseorang harus mengurangi pengeluaran kebutuhan hidupnya sehingga menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan tekanan kejiwaan  karena tidak terpenuhinya kebutuhan hidupnya. Semoga  Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara yang ada di dunia ini segera berakhir. Dan keadaan kembali normal seperti sedia kala. Aamiin ya rabbal alamiin.

 



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan opini ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Opini Terkait
Suarakampus