Opini › Opini


Al-Ikhtilaafur Rahmat

Jumat, 01/04/2011 15:52 WIB | Oleh : Heru Perdana*

Perbedaan Itu Indah
Perbedaan itu rahmat



Ungkapan singkat namun sarat makna di atas tidak hanya sekedar ungkapan saja, akan tetapi lebih kepada janji Allah terhadap kita, jika kita mampu menyikapi perbedaan yang ada dan terjadi dalam kehidupan ini dengan baik. Memang menyikapi dan menerima perbedaan itu kadang terasa sulit. Bahkan tidak sedikit juga di antara kita yang gagal dalam menyikapinya. Keyataan seperti itu tidak bisa kita pungkiri.



Kawan, coba mari kita buka mata lalu llihatlah sekeliling kita. Betapa indahnya hidup dan dunia ini dengan segala perbedaannya. Warna-warni bunga dan tanaman, aneka jenis satwa dengan segala keunikannya dan segala keragaman lain yang menambah indah dan menariknya hidup kita di dunia ini. Coba kawan bayangkan, jika saja di dunia ini kita hidup hanya dengan warna hitam atau putih saja tentu hidup ini terasa bosan dan menjemukan. Tanpa ada warna-warni linkungan tentu kita tidak akan bisa menikmati kehidupan seindah saat sekarang ini.



Nah, begitu juga sebenarnya dengan rona kehidupan manusia. Setiap insan di dunia ini selalu saja dihadapkan pada berbagai macam perbedaan dan warna-warni permaslahan hidup. bagaimanapun juga kita tidak akan mungkin terlepas dari kenyaatan seperti ini. Namun sayang, tidak semua orang yang berhasil menyikapi perbedaan ini dengan arif dan bijak. Kadang keegoisan manusialah yang membuat mereka menutup mata dengan indahnya perbedaan itu yang nyata-nyata hanya mengahantarkan mereka ke dalam jurang permasalahan. Akhirnya mereka sendiri yang tersiksa karena tidak mampu menikmati indahnya perbedaan.



Ironisnya lagi, segala bentuk kekerasan dan perpecahan yang terjadi dewasa ini merupakan wujud dari kegagalan dan keegoismean manusia dalam menyikapi perbedaan. Berbagai macam tindak kriminalitas dan kejahatan dimulai hanya karena alasan perbedaan. Apakah itu perbedan budaya, ras, bahasa, agama, tingkat ekonomi, prinsip, pandangan hidup, atau hanya sekedar pendapat. Dan tidak jarang juga berbagai bentuk kegagalan dalam menyikapi perbedaan ini berujung pada hilangnya nyawa seseorang atau sekelompok orang. Tragis bukan,.???



Perbedaan sangat sulit dihilangkan dari permukaan bumi ini, dan bahkan mungkin tidak akan mungkin diwujudkan. Pada dasarnya manusia ini terlahir sudah berbeda antara satu dan yang lainnya lengkap dengan keunikannya masing-masing. Mulai dari perbedaan bentuk fisik, warna kulit, pola pikir, hobi,kesukaan dan perbedaan lainnya. Allah punya rencana besar dengan penciptaan itu, agar kita bisa berfikir dan kehidupan kita bisa lebih hidup dan berwarna. Bukan malah menjadikankan perbedaan sebagai ajang perpecahan dan pertikaian.



Ketahuilah wahai kawan, tidak mungkin sesuatu hal di dunia ini sama. Dan kesamaanpun tidak selalu menguntungkan. Coba kawan bayangkan, jika saja didunia ini semua orang sama, apa yang akan terjadi? Jika semua orang adalah pedagang, lalu siapa yang akan membeli dagangannya? Jika semua orang memiliki kemampuan yang sama dalam hal memimpin, maka siapa lagi yang akan dipimpin? Jika semua orang kaya di dunia ini, siapa lagi yang akan menerima zakat dan sedekah? Lalu siapa lagi yang akan bekerja jadi karyawan, jika semua orang ditakdirkan kaya dan punya modal? Inilah contoh kecil dari rencana besar Allah dalam menciptakan hidup kita dalam balutan perbedaan. Sekarang tergantung lagi bagaimana kita meneriman dan menyikapi perbedaan itu. jika kita mampu dengan baik menyikapinya, maka raahmat dan keberkahan hidup yang dijanjikan Allah akan bisa kita dapatkan.



Bahkan, tanpa kawan sadari kegiatan ekonomi yang terjadi di dunia ini juga diawali oleh “pebedaan”. Apakah kegiatan ekonomi yang melibatkan individu dengan individu, individu dengan kelompok atau perusahan, kelompok dengan kelompok, dan Negara dengan individu atau kelompok. Semua berawal dari adanya pihak yang membutuhkan dan pihak yang memiliki kelebihan sehingga terjadilah transaksi jual beli atau hanya sekedar pinjam meminjam. Sungguh indah bukan “perbedaan” jika kita sikapi dengan baik?



Perbedaan ada bukan untuk dijadikan alat perpecahan. Banyak hal positif yang bisa kita teguk dari manisnya madu perbedaan. Karena perbedaan tidak mungkin kita hilangkan dan kita hindarkan, maka adalah penting bagi kita menata hati dan pikiran dalam menyikapi perbedaan itu. Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan agar perbedaan itu betul-betul menjadi rahmat dalam kehidupan kita.


Kita harus merubah cara pandang kita terhadap perbedaan. Kita harus bisa menerima perbedaan itu sebagai sebuah kekayaan hidup. Cara pandang yang benar akan melahirkan sikap yang tepat. Kita harus bisa mengelola perbedaan dengan baik. Musyawarah dan mufakat adalah salah satu cara mewujutkan itu semua. Tidak meremehkan orang lain dalam bentuk apapun juga merupakan cara cerdas dalam menyikapi perbedaan di tengah derasnya gejolak egoisme kita sebagai manusia. Mengkoreksi diri dan tidak mudah menyalahkan orang lain juga merupakan jalan terbaik menyikapi perbedaan. Yang jelas banyak cara dan jalan buat kita untuk merubah perbedaan menjadi rahmat dan anugrah. Sekaang tergantung kita mau atau tidak melakukannya.

 

* Penulis adalah Mahasiswa Ekonomi Islam IAIN IB padang



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan opini ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Opini Terkait