Opini › Opini


Mesjid Bocor Nan Sepi di Kampus Islami

Kamis, 21/07/2011 13:41 WIB | Oleh : Sri Wahyuni

Tanggal 30 September 2009, gempa yang berkekuatan 7,6 SR, masih menyisakan duka di salah satu Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTAIN) di kota Padang. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang, itulah salah satu perguruan tinggi Islam yang masih didera duka yang mendalam. Beberapa bangunan di kampus ini rusak. Namun, hingga saat ini masih belum di perbaiki secara keseluruhan.

 

            Ketika memasuki gerbang kampus IAIN Imam Bonjol Padang, sebelah kiri kita disuguhkan dengan pemandangan yang cukup menyedihkan. Betapa tidak, masjid yang seharusnya menjadi tempat favorit, kini malah menjadi tempat yang ditakuti oleh mahasiswa, karena kondisinya yang memprihatinkan. Masjid yang dulu berdiri megah, kini telah seperti bangunan tua yang tak terawat lagi.

 

Dindingnya yang dulu bisa menahan ratusan manusia yang beribadah, kini tidak bisa lagi menampung manusia yang beristirahat setelah melaksanakan shalat berjama’ah. Atapnya yang bisa melindungi jama’ah ketika hujan, kini tidak mampu lagi melakukan itu.Dikarenakan bocor, akibat gempa tersebut. Setiaphujan turun, air akan merembes masuk ke dalam masjid melalui celah-celah retakan yang tidak sedikit jumlahnya. Akibatnya tikar untuk shalat menimbulkan bau yang kurang sedap dan orang-orang pun malas untuk melaksanakan shalat di masjid itu. Kondisi tempat wudhu’ yang kurang memadai pun menjadi salah satu faktor sepinya masjid itu.

 

Dengan bentuk masjid yang sekarang,mayoritas mahasiswa hanya menggunakannya mesjid sebagai tempat pertemuan. Seperti, mengadakan rapat, pertemuan, mengerjakan tugas, menanti jam kuliah berikutnya, atau hanya sekedar tidur-tiduran di masjid tersebut.

 

Sepi, itu lah suasana masjid kampus saat ini. Mahasiswa lebih memilih pulang ke kos atau ke tempat tinggalnya masing untuk melaksanakan shalat daripada di masjid. Fungsi masjid sebagai centralkehidupan umat telah lenyap. Entah sampai kapan masjid yang menjadi lambang Islam akan seperti ini, apalagi bagi sebuah perguruan tinggi Islam. Apabila dibandingkan dengan perguruan tinggi umum lainnya, masjid mereka lebih bersih dan terawat dibandingkan masjid kita ini.

 

            Menyedihkan, karena pejabat kampus lebih memilih mendirikan gedung perkuliahan baru, mendirikan kantor baru, dan baru-baru ini gedung rektorat IAIN Imam Bonjol yang juga terkena gempa yang cukup parah, sekarang sudah mulai diruntuhkan. Namun, masjid yang menjadi tempat ibadah dan pusat kegiatan bagi mahasiswa dengan kondisinya yang memprihatinkan tidak pernah tersentuh sedikitpun.

 

Berjalan lebih kurang lima menit dari masjid kampus, maka kita akan sampai di Mushalla Ushuluddin. Entah kenapa mushalla ini dianamakan mushalla ushuluddin, mungkin karena lokasinya berdekatan dengan Fakultas Ushuluddin.

 

Mushalla ini jauh lebih memprihatinkan dibandingkan  masjid kampus, karena kondisinya yang sudah lama tidak terawat, apalagi setelah gempa kondisinya makin menyedihkan. Rumput-rumput tumbuh subur di sekitar mushalla itu, suara azan tidak ada lagi berkumandang dari mushalla itu, dinding disalah satu sisi mushalla ini sudah hampir roboh. Mushalla ini bukan lagi sebagi tempat beribadah, namun, sebagai tempat kuliah yang sesekali digunakan oleh mahasiswa ushuluddin itu sendiri, serta tempat peristirahatan bagi mahasiswa dalam menunggu waktu kuliah. Apabila kita melihat di sekitar Mushalla itu, akan Nampak berserakan kotoran kambing, ironis.

 

Sampai kapan kampus Islami ini akan seperti ini? Tidak mempunyai fasilitas ibadah yang lebih baik. Kapan mahasiswa dan orang yang berkunjung ke kampus ini dapat beribadah dengan tenang di Masjid yang bersih, indah dipandang oleh mata, nyaman di dalamnya, dan dengan tempat bersuci yang bersih. Sampai kapan akan membiarkan orang-orang bertanya, “Dimana tempat berwudhuknya?”

Penulis adalah Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam Semester VI



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan opini ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Opini Terkait