Opini


Eksistensi Bahasa Minangkabau pada Generasi Milenial

Rabu, 11/03/2020 17:16 WIB | Oleh : Jesi Eranda Putri

Ah maleh aku samo kamu mah, kamu panduto!”. Kalimat-kalimat ini sudah seperti hal yang lumrah bila kita dengar pada masa sekarang. Lumrah namun salah, itulah yang terjadi ketika bahasa daerah dicampur dengan bahasa Indonesia. Seperti pada contoh kalimat diatas yang mencampurkan bahasa Minangkabau dengan bahasa Indonesia, orang-orang menyebutnya dengan bahasa Indonesia-Minang (Indomi).


+ opini selengkapnya

 

Penuhi Hak Penyandang Disabilitas

Senin, 09/03/2020 02:00 WIB | Oleh : Ghaffar Ramdi (Mahasiswa Hukum Tata Negara, Fakultas Syari'ah)

Apa yang terbesit dalam pikiran kita jika mendengar istilah penyandang disabilitas? Mungkin dalam pikiran kita adalah orang yang memiliki fisik tidak sempurna saja bukan? Menurut Undang-Undang Nomor  19 Tahun 2011 Tentang Pengesahan Hak-Hak Disabilitas menjelaskan bahwa penyandang disabilitas adalah orang yang memiliki keterbatasan fisik, mental, intelektual atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dan masyarakat dapat menemui hambatan yang menyulitkan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif.


+ opini selengkapnya

 

Tolak Omnibus Law, Mahasiswa Gelar Seruan Aksi

Kamis, 05/03/2020 20:23 WIB | Oleh : Renita, Mahasiswa Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Salah satu peran mahasiswa sebagai kontrol sosial, yaitu dapat mengontrol jalannya pemerintahan. Baik dalam pembuatan kebijakan maupun peraturan yang dilakukan oleh pemerintah. Mahasiswa juga bisa menjadi penyalur aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Beberapa waktu terakhir, polemik RUU Omnibus Law memicu banyak perhatian dan respon dari berbagai kalangan. Salah satunya dari kalangan mahasiswa. 


+ opini selengkapnya

 

Berdayakan Masyarakat dengan Media Literasi

Senin, 02/03/2020 13:36 WIB | Oleh : Ulvi Rahmi, Mahasiswa Sasta Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Era sekarang, populasi masyarakat Indonesia sudah mencapai 269 juta jiwa, dengan populasi sebanyak itu, tentunya Indonesia mendapat peringkat keempat terbanyak di dunia. Pertumbuhan penduduk yang meningkat tiap tahunnya membuat pemerintah melakukan beberapa cara untuk mengurangi populasi masyarakat.


+ opini selengkapnya

 

Omnibus Law dan Lingkaran Setan Korporatokrasi

Jumat, 28/02/2020 23:30 WIB | Oleh : Nandito Putra (Mahasiswa Hukum Tata Negara, Fakultas Syari'ah)

Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law yang mengatur investasi dan ketenagakerjaan akhirnya telah diserahkan ke DPR RI. Penyerahan tersebut sekaligus merubah nama resmi RUU tersebut yang sebelumnya bernama RUU Cipta Lapangan Kerja (RUU Cilaka) menjadi RUU Cipta Kerja. Regulasi yang bertujuan untuk meningkatkan investasi tersebut dinilai sangat merugikan rakyat dan hanya menguntungkan para investor. Lebih jauh dapat dimaknai bahwa Omnibus Law Cipta Kerja diadakan hanya untuk kepentingan segelintir orang saja. Hal itu dapat dilihat di berbagai pasal yang jelas-jelas tidak berpihak kepada pekerja serta komponen lain yang saling berkaitan seperti lingkungan dan kesejahteraan pekerja itu sendiri.


+ opini selengkapnya

 





Suarakampus