Opini


Sang Tong Sampah

Jumat, 25/02/2011 15:11 WIB | Oleh : yulia Vita Ramayona

“Buanglah sampah pada tempatnya,” slogan apaan tu...kalau hanya untuk pajangan saja, justru mengganggu pandangan mata. Orang-orang berakal hanya bisa berslogan tapi sulit untuk mengindahkan. Dimana letak kepedulian mereka terhadap lingkungan. Toh, yang nantinya mereka juga yang kena akibatnya. Semuanya sama, mulai dari rakyat biasa, pegawai, para caleg, dewan, bahkan sampai aparat pun, kebanyakan dari mereka lupa kalau aku ada disaat-saat mereka ingin membuang sahabat-sahabatku.


+ opini selengkapnya

 

Zakat Kurangi Angka Kemiskinan

Jumat, 04/02/2011 15:24 WIB | Oleh : Heru Perdana

Zakat dalam Islam memiliki kedudukan yang sangat penting, zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan bagi mereka yang mampu. Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim dengan ketentuan tertentu dan diberikan kepada mereka yang berhak menerima (asnaf delapan) yang sesuai dengan yang telah digariskan dalam Al-qur’an.


+ opini selengkapnya

 

Menjadi Budak Negeri Budak

Sabtu, 22/01/2011 17:43 WIB | Oleh : Alizar Tanjung

Aku kenal istilah budak ketika belajar sejarah Islam. Bayangkan orang-orang jahiliyah menganggap manusia kasta rendah, budak. Maka budak harus setia pada tuannya. Apa kata tuan, budak harus mengikut kata tuan. Budak tidak punya semacam HAM untuk memberontok. Mana ada pula hukum HAM masa itu. Undang-undang perlindungan orang tidak mampu. Konyol saja.


+ opini selengkapnya

 

Satu Petani Satu Sapi

Kamis, 30/12/2010 13:05 WIB | Oleh : Irwan Prayitno

Jika ada kemauan, selalu ada jalan. Kata-kata bijak itu telah lama kita kenal dan  terbukti kebenarannya.

Namun ketika ide program Satu Petani Satu Sapi digulirkan, banyak sekali yang menanggapinya dengan pesimis. Banyak yang menanggapi bahwa program ini takkan berhasil, karena banyak program serupa telah dikucurkan namun selalu berakhir dengan kegagalan. Ada juga yang berkomentar, berbagai program peternakan telah diunjukkan pemerintah, mulai dari puyuh, ayam, itik, kambing  sampai sapi. Cuma program ternak gajah yang belum diberikan. Hasilnya, tetap saja nol besar !


+ opini selengkapnya

 

Generasi Terbelenggu

Sabtu, 06/11/2010 08:06 WIB | Oleh : Ahmad Tamimi*

Generasi yang terbelenggu, inilah persepsi ketika saya amati realitas sosial mahasiswaan akhir-akhir ini. Mereka bukan menciptakan arus atau pula sengaja mengikutinya tapi malah terbawa kelorong-lorong sungai yang tak menentu dan tak memberikan sesuatu. Sebagaimana yang di ungkapkan oleh Muhammad Taufik mereka hanya bermain kedalam pusaran kehidupan yang di konstruksi oleh orang lain tanpa berusaha menciptakan ruang sendiri yaitu ruang yang penuh dengan dinamika ilmiah yang mana disana semua orang berpikir bahwa pengetahuan itu penting untuk mewujudkan hidup kearah yang lebih baik. Sehingga mereka merasa bahwa jadi manusia yang berkualitas itu adalah sebuah kemestian dengan cara mengikuti proses penempaan diri yang sesungguhnya pada bangku perkuliahan.


+ opini selengkapnya