Opini


UIN Baru Tantangan dan Harapan

Jumat, 02/06/2017 16:06 WIB | Oleh : Waladon Karimin

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 tahun 2017, IAIN Imam Bonjol resmi berubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol. Setelah diresmikannya IAIN IB menjadi UIN atau  Peralihan status dari IAIN IB menjadi UIN IB merupakan suatu kesan hasanah tersendiri bagi kampus Imam Bonjol ini. Peralihan status ini merupakan suatu bentuk tantangan baru bagi kampus ini. Karena suatu universitas haruslah memiliki kualitas, kuantitas serta sistim yang baik dan mengkaji ilmu yang kompleks, sehingga kampus ini mampu bersaing dan menciptakan generasi yang hebat dan bermatabat serta mampu memberikan manfaat pada setiap lapisan masyarakat dan bangsa ini.


+ opini selengkapnya

 

Cepat Merasa Cukup itu Belum Cukup

Jumat, 02/06/2017 15:52 WIB | Oleh : Lisa Fauziah

Menjadi yang lebih baik dari rasa cukup, bisa menjadikan diri lebih dalam memaknai sebuah kehidupan. Saya pernah mendengar cilotehan obrolan saat istirahat kerja dan kebetulan saya berada di sana ikut mendengarkan diskusi. Saat itu saya mendengar seorang professor menanyakan kepada seorang sarjana S1 mengapa tidak melanjutkan pendidikan sampai S2 lagi. Wanita itu menjawab “sudah cukup pak dengan ini, untuk S1 saja itu sudah mujur,” sampainya. Nada menasehati muncul dari Bapak professor tersebut bahwasanya jangan pernah menjadi orang sombong.


+ opini selengkapnya

 

Perbaiki Kualitas Waktu untuk Diri

Jumat, 02/06/2017 15:44 WIB | Oleh : Lisa Fauziah

Waktu luang merupakan waktu produktif,  dimana seseorang yang bisa memanfaatkan waktu maka ialah yang berhasil memanajemen waktu . Waktu luang (free time) adalah waktu dimana kita bisa melakukan hal yang kita suka , biasanya merujuk kepada sesuatu yang santai. Melakukan apa yang menjadi kesukaan anda diwaktu luang merupakan hal yang produktif dan memiliki waktu tersendiri. Hal ini akan meningkatkan kreativitas , menginspirasi , dan mendorong anda untuk melakukan hal yang lebih hebat lagi.


+ opini selengkapnya

 

Selamat Datang Sekuler

Senin, 29/05/2017 13:24 WIB | Oleh : Naufal Ash Siddiq

Tiga bulan lalu, Kementrian Agama Republik Indonesia sempat mengeluarkan wacana mengenai sertifikasi ulama, bahwa setiap ulama maupun khatib yang berkhotbah di masjid harus memiliki sertifikat resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah, wacana tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi isu makar yang dianggap berawal dari dakwah ulama. Dengan hadirnya wacana ini, pemerintah dianggap terlalu dalam mengatur umat beragama, tak lagi selaras dengan sila pertama  “Ketuhanan yang maha esa” setiap Penduduk Indonesia bebas memeluk dan menyerbarluaskan enam agama yaitu Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budha dan Konghuchu.


+ opini selengkapnya

 

De-radikalisasi Mahasiswa

Jumat, 19/05/2017 16:38 WIB | Oleh : Gusnanda

Belum lama ini di Aceh 26 April 55, pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seluruh Indonesia telah melakukan “ijma’” untuk menolak segala bentuk paham intoleran, radikalisme, dan terorisme yang membahayakan Pancasila dan keutuhan NKRI. Buya Syafi’i Ma’arif menilai “ijma’” yang dideklarasikan ini sebagai lonceng tanda bahaya untuk keberlansungan Negara Proklamasi Republik Indonesia. (Republika, 2/5/2017). Sementara itu, Menag Luqman Hakim Saifuddin (LHS) mengapresiasi “ijma’” tersebut. Ia berharap PTKIN dapat melakukan upaya sterilisasi kampus dari paham yang ingin mengubah dasar negara. (Republika, 04/05/2017).  


+ opini selengkapnya