Opini


Demokrasi Made In Mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang

Kamis, 21/07/2011 13:45 WIB | Oleh : Dolly Putra

Hari ini masih banyak orang-orang membicarakan apa itu demokrasi.Ini bermula ketika runtuhnya rezim Soeharto.Orang seakan-akan lepas kontrol, dalam membicarakan demokrasi. Efeknya sampai sekarangIndonesia belum mempunyaidemokrasi yang bisa diandalkan. Kalau boleh dikata, negara ini memakai sistem demokrasi abstrak. Kalau kaum muslim merindukan demokrasi Islam, banyak yang kontra.Begitu pula, demokrasi yang liberal,banyak juga yang tidak suka.Menurut penulis, sampai saat iniIndonesia belum mampu keluar untuk merubah sistem demokrasi menjadi lebih baik.


+ opini selengkapnya

 

Mesjid Bocor Nan Sepi di Kampus Islami

Kamis, 21/07/2011 13:41 WIB | Oleh : Sri Wahyuni

Tanggal 30 September 2009, gempa yang berkekuatan 7,6 SR, masih menyisakan duka di salah satu Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTAIN) di kota Padang. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang, itulah salah satu perguruan tinggi Islam yang masih didera duka yang mendalam. Beberapa bangunan di kampus ini rusak. Namun, hingga saat ini masih belum di perbaiki secara keseluruhan.


+ opini selengkapnya

 

Pacaran Atau Ta'aruf

Kamis, 26/05/2011 14:16 WIB | Oleh : Gita Jonelva

Selama ini kita menganggap bahwa pacaran itu adalah metode untuk melakukan pendekatan untuk mengenal lebih dekat. Namun kenyataannya tujuan itu jarang yang tercapai. Karena umumnya alih-alih melakukan pendekatan, yang terjadi justru melakukan sekian banyak bentuk kemaksiatan.


+ opini selengkapnya

 

Al-Ikhtilaafur Rahmat

Jumat, 01/04/2011 15:52 WIB | Oleh : Heru Perdana*

Perbedaan Itu Indah
Perbedaan itu rahmat




+ opini selengkapnya

 

Sang Tong Sampah

Jumat, 25/02/2011 15:11 WIB | Oleh : yulia Vita Ramayona

“Buanglah sampah pada tempatnya,” slogan apaan tu...kalau hanya untuk pajangan saja, justru mengganggu pandangan mata. Orang-orang berakal hanya bisa berslogan tapi sulit untuk mengindahkan. Dimana letak kepedulian mereka terhadap lingkungan. Toh, yang nantinya mereka juga yang kena akibatnya. Semuanya sama, mulai dari rakyat biasa, pegawai, para caleg, dewan, bahkan sampai aparat pun, kebanyakan dari mereka lupa kalau aku ada disaat-saat mereka ingin membuang sahabat-sahabatku.


+ opini selengkapnya