Opini


Akal Sehat VS Akal Cacat

Rabu, 19/09/2018 12:24 WIB | Oleh : Duski Samad (Guru Besar UIN Imam Bonjol Padang)

Debat politisi dan pengamat tentang berbagai masalah kebangsaan di media elektronik televisi dan kemudian dishare oleh pendukung mereka dalam media sosial terus memprihatinkan. Sungguh tidak sulit menunjukkan betapa mereka mahir mengunakan dialektika berfikir dengan didukung oleh kemampuan retorika telah memutarbalikan rasionalitas dan berlindung dibalik teori hukum, lalu miskin sekali mengunakan akal sehat, nurani cerdas dan pertimbangan rasa keadilan masyarakat. Atas nama keadilan semu, diperkuat pula dengan dalil-dalil undang-undang mereka sebenarnya tengah melakukan penyesatan bagi masyarakat yang belum kuat pisau analisanya.


+ opini selengkapnya

 

Hijrah Itu Revolusi

Rabu, 19/09/2018 12:19 WIB | Oleh : Duski Samad (Guru Besar UIN Imam Bonjol Padang)

Tema hijrah itu revolusi sementara orang ada mencemaskannya, seolah-olahnya mengajak pembaca melakukan revolusi dalam makna menganti tatanan bernegara yang ada sekarang. Sama sekali bukan itu yang dimaksudkan dengan judul hijrah itu revolusi, akan tetapi untuk menegaskan bahwa perubahan ke arah yang lebih baik sebagai keniscayaan kemajuan tidak akan tercapai bila tidak disertai dengan semangat hijrah yang bernuansa revolusi, artinya perubahan mendasar dan cara-cara lebih tegas. Lebih spesifik lagi perubahan dengan mengikuti alur biasa-biasa saja, pendekatan yang tidak tegas dan penegakkan hukum yang tidak pasti, adalah utopia (mimpi) adanya hijrah sikap mental dan prilaku ke arah yang lebih baik itu.  


+ opini selengkapnya

 

Setan Domestik dan Publik

Minggu, 29/04/2018 11:14 WIB | Oleh : Duski Samad (Ketua MUI Kota Padang)

Viral pernyataan Amin Rais saat ceramah di sebuah masjid di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Jumat, 13 April 2018 lalu, yang menyebut ada kelompok dari  'Partai Allah' dan 'Partai Setan'.dengan mendasarkanya pada surat al-Mujadillah, surat ke 58 ayat 19 dan 22 tentang Hizbul Allah dan Hizbul  Setan,  adalah bentuk tingginya tensi politik di tahun politik 2018-2019 ini.  Pro kontra, debat dan wacana luas soal ini  adalah wajar dan sah-sah saja. Hanya saja kadang-kadang masyarakat umum menjadi salah paham bahwa keadaan ini adalah bentuk dari demokrasi atau kebebasan berbicara yang tidak lagi dalam batasan-batasan dan kapasitas dari orang-orang ahli dibidangnya.


+ opini selengkapnya

 

Cadar Effect

Minggu, 11/03/2018 11:11 WIB | Oleh : Duski Samad (Ketua MUI Kota Padang)

Viralnya larangan bercadar di Perguruan Tinggi Islam UIN Sunan Kalijaga Joyakarta beberapa hari lalu adalah bahagian dari buah kebebasan yang diakselerasi oleh dunia digital dalam bentuk gugatan di media sosial. Pro konta tentang busana muslimah (kaum perempuan) sebenarnya tidak perlu terjadi, jika soal busana  dipahami sebagai pelaksanaan keyakinan dan pilihan mereka. Masalahnya menjadi luas dan melebihi konteks busananya, ketika ia dihubungkaitkan dengan prilaku beberapa orang, atau ada pihak-pihak yang memboncengi busana cadar sebagai topeng menutupi perbuatan tercela dan atau melawan hukum.  


+ opini selengkapnya

 

Islam dan Negara

Kamis, 15/02/2018 20:59 WIB | Oleh : Syamsuar Syam

Negara adalah organisasi bangsa untuk mencapai tujuannya. Jadi negara itu bukanlah tujuan melainkan alat, terutama bagi umat Islam. Bagi umat Islam, negara adalah alat untuk merealisasikan kedudukannya sebagai abdi Allah dan mengaktualisasikan fungsinya sebagai khalifah Allah. Untuk mencapai keridhaan-Nya, kesejahteraan dunia dan akhirat, serta menjadi rahmat bagi seluruh alam. Dengan demikian tidak ada pemisahan antara agama dan negara, karena negara merupakan alat seorang muslim untuk mencapai tujuannya, yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat dalam ridha-Nya ini tentu saja dapat dicapai hanya dengan mengamalkan ajaran-Nya. Kekuasaan tertinggi terhadap seluruh alam dan hukum hanya ada pada Allah, Tuhan seru Sekalian Alam.


+ opini selengkapnya