Opini


Cegah Kemiskinan dengan Karya dan Kerja Nyata

Rabu, 11/12/2019 12:48 WIB | Oleh : Fauziah Azima

Dunia semakin cantik dan molek, dihiasi oleh perkembangan sains dan teknologi yang semakin canggih dan menarik. Tetapi permasalahan-permasalahan di dalam lini kehidupan termasuk di dalamnya masalah kemiskinan telah membuat otak menjadi kacau. Kemiskinan semakin mempersulit kehidupan dan menjerumuskan pada kebodohan dan keterbelakangan.

 


+ opini selengkapnya

 

Wajah Buram Perguruan Tinggi Islam

Jumat, 06/12/2019 22:50 WIB | Oleh : Nandito Putra

Sebanyak 481 Perguruan Tinggi Islam belum terakreditasi. Hal itu mencuat ke publik saat komisi VIII DPR RI mempertanyakan masalah ini kepada Kementrian Agama RI dalam rapat kerja pada awal November lalu. Dilansir dari antaranews.com, ketua komisi VIII DPR-RI Yandri Susanto mempertanyakan 481 kampus islam yang belum terakreditasi adalah masalah serius yang  harus segera ditangani.


+ opini selengkapnya

 

Maknai Hari Guru Nasional Bukan Hanya Sekedar Seremonial

Selasa, 26/11/2019 12:19 WIB | Oleh : Ghaffar Ramdi

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan. Kalimat itu merupakan penggalan dari lagu Hymne Guru yang mana lagu tersebut sering kita nyanyikan ketika peringatan hari guru tiba. Begitu berharganya keberadaan guru sehingga dikiaskan bagai pelita yang akan memancarkan cahaya terang bagi gelapnya dunia pendidikan.


+ opini selengkapnya

 

Kontemplasi Kesaktian Pancasila

Rabu, 02/10/2019 19:14 WIB | Oleh : Gandi Putra (Mahasiswa Hukum Tata Negara UIN IB Padang)

Setiap tahun dalam pusaran waktu pergantian masa, sejarah bangsa tidak boleh terlewatkan apalagi dilupakan dari pikiran-pikiran pendobrak masa depan bangsa. Jasmerah (Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah) begitu kata Bung Karno terkait itu pula ada juga unggkapan yang pernah di unggkapkan oleh seorang filosof yunani Cicero “Historia vitae magistra” bermakna “sejarah memberikan kearifan”.


+ opini selengkapnya

 

Kuliah Umum Tentang“Radikalisme”dan Sikap Kritis Intelektual

Rabu, 02/10/2019 18:56 WIB | Oleh : Anggi Rahmi, S.E

Saat ini kita hidup dalam lingkaran sekulerisme. Ketika islam hanya dipahami sabagai “agama ritual” semata,membuat kita sering terjebak dengan opini yang menyesatkan mengenai Islam itu sendiri.Tak terkecuali lingkungan akademik para intelektual sampai saat ini masih dihantui narasi sesat lagi menjerumuskan. Narasi-narasi Radikalisme yang digunakan untuk menyerang umat yang menginginkan pelaksanaan syariat islam secara kaffah, seolah menjadi agenda wajib tahunan pemerintah yang diselenggarakan di seluruh universitas di Indonesia.


+ opini selengkapnya

 





Suarakampus