Opini


Nikah Usia Dini, "Lost Generation"

Selasa, 25/04/2017 17:52 WIB | Oleh : Duski Samad (Ketua Dewan Pakar BP4 Propinsi Sumatera Barat )

Harian Padang Ekspres, Minggu 16 April 2017 menurunkan dua laporan tentang Nikah Usia Dini, Angka Pernikahan Dini Tinggi di Sumbar, halaman 1 dan pada halaman Nan Padek Dampak Pernikahan di Bawah Umur Tinggi Resiko Kematian Hingga Perceraian, h. 4. Laporan halaman 1 menyajikan data angka Pernikahan Dini di Sumbar 2010-2015 yang cukup variatif, Kabupaten Pesisir Selatan 753 Pernikahan, Kabupaten Sijunjung 634 pasangan, Kabupaten Pasaman Barat 587 Pasangan, Kota Pariaman 11 Pasangan, Kota Padang Panjang 47 Pasangan, kota Bukittinggi 47 pasangan dengan total 6.083 pasangan. Rata-rata pertahun pasangan nikah usia dini 1.216 pasangan.


+ opini selengkapnya

 

The Power of Believe

Rabu, 15/02/2017 23:28 WIB | Oleh : Rahmi Yati

Setiap manusia pasti menginginkan kehidupan yang baik dan sukses, apalagi mereka yang diberi tanggung jawab terhadap sesuatu dalam menciptakan kaderisasi dan regenerisasi yang baik kedepan. Siapapun itu ia akan berupaya untuk mencapai yang terbaik dan berupaya meraih keberhasilan tersebut. Namun terkadang sempat terpikir apakah yang kita impikan itu bisa berjalan dengan sukses atau hanya sebagai mimpi saja? Bagaimana seharusnya meraih kesuksesan itu? Kenapa orang lain bisa sukses dan berhasil sesuai dengan apa yang diinginkannya?


+ opini selengkapnya

 

Sebelum Bohong Menjadi Hobi

Sabtu, 14/01/2017 16:11 WIB | Oleh : Ganti Putra Wardana

Ada apa dengan kejujuran? Sebagian orang lebih nyaman bertahan pada kebohongan. Alasannya, supaya tidak memperbesar masalah. Memang ketika berbohong masalah kita bisa terselesaikan tetapi sampai kapan? Hanya menunggu waktu untuk masalah yang lebih besar. Ketika kebenaran terungkap maka semua permasalahan menghujat silih berganti dan akan membuat orang yang berbohong akan bohong lagi dan lagi untuk menutupi kebohongan tersebut.


+ opini selengkapnya

 

Sistem Elite Global

Sabtu, 14/01/2017 15:08 WIB | Oleh : Naufal Ash Siddiq

Semua yang telah  saya tuliskan diatas tadi hanya sedikit dari bagian sistem itu, yang harus kita lakukan adalah perlahan keluar dari sistem itu, karena jumlah mereka sedikit hanya 1% sedangkan  kita 99% dari penduduk dunia, mereka adalah elite global sang penyembah setan yang terus berharap Dajjal segera kaluar dari tempat pengurungannya sementara mereka menjadikan kita fasilitator yang akan membantunya melakukan ritual itu.  Menurut saya, kita harus keluar dari sistem itu dangan melahirkan pemikiran-pemikiran baru tentang keabsahan dunia ini menggunakan kitab-kitab yang telah diturunkan tuhan.


+ opini selengkapnya

 

Fatwa Dan Keragaman

Jumat, 23/12/2016 17:45 WIB | Oleh : Duski Samad

Terbitnya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Nomor 56 tahun 2016 tentang haramnya mengunakan atribut keagamaan non Muslim telah membawa suasana baru dalam dialektika kebhinikaan dan kerukunan di Indonesia. Ada pihak yang merasa kurang nyaman dengan fatwa tersebut dan menempatkannya sebagai “menggangu” dan mengusik keragaman dan kerukunan bangsa. Ada juga pihak yang dengan segera menjadikan fatwa itu sebagai dasar hukum untuk melakukan tindakan penegakkannya, tanpa melibatkan aparat hukum yang ditugasi undang-undang untuk menegakkan hukum. Akibatnya, timbul gesekan dalam masyarakat.


+ opini selengkapnya