Opini


Santai yang Membuat Lalai

Selasa, 26/02/2019 16:18 WIB | Oleh : Nila Chairul

Masuk ke dalam daftar teratas sebagai destinasi negara paling santai di dunia  tentu menjadi suatu hal yang membanggakan bagi sekelompok orang di Indonesia, namun apabila kita teliti lebih dalam lagi, ternyata dampak negatif yang akan diakibatkan oleh penghargaan yang didapatkan Indonesia ini sangat berdampak luas bagi masyarakat dan nilai-nilai moral yang telah diusung oleh Bangsa Indonesia itu sendiri.


+ opini selengkapnya

 

Intoleransi di Sumatera Barat

Senin, 25/02/2019 22:46 WIB | Oleh : Prof Duski Samad (Wakil Ketua FKUB Sumbar)

Dalam dua tahun terakhir ada beberapa lembaga survei dan badan penelitian yang melansir hasil penelitiannya yang menunjukkan bahwa Sumatera Barat adalah daerah yang rendah tingkat toleransinya, rendah penghargaan pada pluralisme, bahkan ada opini yang menempatkan Sumatera Barat sebagai lahan penyemaian bibit radikalisme, terorisme dan dipersepsikan sebagai  masyarakat yang intoleransi.


+ opini selengkapnya

 

Waspada Dibalik Gelar "Indonesia Negara Paling Santai di Dunia"

Senin, 25/02/2019 14:01 WIB | Oleh : Alvi Rusyda (Mahasiswi Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang)

Akhir-akhir ini Indonesia diviralkan dengan julukan negara yang paling santai di dunia. Julukan ini bukan dari warga negara sendiri, tetapi warga negara asing ( WNA) yang melancong ke Indonesia untuk menikmati keindahan alam Indonesia.


+ opini selengkapnya

 

Pemuda Pemersatu Bangsa

Selasa, 08/01/2019 17:46 WIB | Oleh : Tari Pradillia Cindy

“Kobaran semangat muda membara dalam jiwa, hiruk pikuk perjalanan mengukir sejarah negara dengan upaya keringat juang bersimbah darah sang pejuang tanpa balas jasa melahirkan sebuah bangsa yakni Indonesia.”


+ opini selengkapnya

 

Ekspresikan Nasionalisme dengan Anti Hoaks dan Ujaran Kebencian

Selasa, 08/01/2019 01:54 WIB | Oleh : Iko Juhansyah

Dampak negatif dari media sosial salah satunya pengguna malas berinteraksi terhadap sesama di dunia nyata, kurang peduli dengan dunia nyata. Media sosial dijadikan alat untuk melakuakan tindak kejahatan dan penyebaran informasi bohong atau hoaks yang sangat mengancam kerukuanan beragama. Hal tersebut tentu saja tidak bisa dibiarkan perlu kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk meminimalisir pengaruh media sosial yang merusak kerukunan umat beragama


+ opini selengkapnya

 





Suarakampus