Opini


KPK di Ujung Tanduk Demokrasi

Senin, 30/09/2019 15:42 WIB | Oleh : Gandi Putra (Mahasiswa Hukum Tata Negara UIN IB Padang)

KPK merupakan salah satu instrumen negara dalam konteks pemberantasan tindak pidana korupsi yang diberi wewenang dan tugas khusus yang dilegitimasi secara khusus pula oleh UU No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, lembaga di mana dalam melakukan kewenangannya bersifat independen tanpa terikat dan dipengarui oleh lembaga mana pun.


+ opini selengkapnya

 

Karhutla Cekik Paru-paru Tak Bersalah

Senin, 23/09/2019 20:18 WIB | Oleh : Rahmad Fadhillah (Mahasiswa Tadris Sejarah, UIN Imam Bonjol)

Hutan sebagai salah satu bagian dari lingkungan hidup merupakan karunia Allah Swt, dan merupakan salah satu kekayaan alam yang sangat penting bagi umat manusia. Banyaknya manfaat yang di dapat dari keberadaan hutan di bumi ini. Al-Qur’an menjelaskan bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi. Kewajiban manusia sebagai khalifah adalah dengan menjaga dan mengurus bumi dan segala yang ada di dalamnya untuk dikelola sebagaimana mestinya. Dalam hal ini kekhalifahan sebagai tugas dari Allah Swt untuk mengurus bumi harus dijalankan sesuai dengan kehendak penciptanya.


+ opini selengkapnya

 

Konflik Tanah Papua: Pemerintah Wajib Mengedepankan Diskusi Ketimbang Tindakan Represif

Senin, 02/09/2019 21:25 WIB | Oleh : Nandito Putra

Akhir-akhir ini konflik Papua semakin rumit. Pemerintah dituntut untuk berkomitmen menyelesaikan masalah ini secepat mungkin, jangan sampai pemerintah abai dan menganggap masalah Papua adalah konflik biasa. Sampai saat ini belum terlihat solusi dan langkah konkret dari pemerintahan Jokowi mengenai konflik berkepanjangan ini. Masalah Papua bagaikan duri dalam daging bagi Indonesia yang menuntut untuk dibawa ke meja perundingan dengan menyadari bahwa masalah ini adalah masalah bersama sebagai satu bangsa.


+ opini selengkapnya

 

Mempersoalkan Ghirah Mahasiswa dalam Tatanan Dunia Intelektual

Senin, 02/09/2019 19:22 WIB | Oleh : Daniel Osckardo (Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara)

Sejatinya kampus berfungsi untuk menciptakan calon-calon cendekiawan, intelektual, dan pemimpin di masa depan yang mempunyai keahlian di bidang tertentu. Namun saat ini kampus tidak lebih dari sekedar tempat berkumpul dan menghabiskan waktu luang. Ini karena kampus gagal menciptakan sebuah situasi dimana nalar di asah untuk kritis. Alih-alih untuk hal seperti itu,tampaknya kampus sekarang lebih menekankan penyatuan persepsi. Dan hal ini berdampak pada jebolan-jebolannya. Banyak yang bahkan tidak paham dengan bidangnya masing-masing. Tentu di luar kampus yang mempunyai otoritas dalam mengambil kebijakan untuk menentukan arahnya juga disebabkan oleh masing-masing mahasiswa itu sendiri.


+ opini selengkapnya

 

Rusak Bangsa oleh Laku

Sabtu, 31/08/2019 23:51 WIB | Oleh : Muhammad Iqbal (Mahasiswa Tadris Fisika UIN Imam Bonjo, Padang)

Peribahasa itu perlu dijadikan pedoman bagi warga Indonesia, bagaimana arah dan bentuk negara ini kedepannya. Rusak bangsa oleh laku dapat diartikan sebagai perilaku buruk yang bisa merusak bangsa. Merusak bangsa di sini penulis maksudkan adalah tindakan korupsi yang mampu merusak bangsa Indonesia. Bahkan negara maju pun bisa rusak dengan korupsi dan pengelolaan uang negara yang kurang baik.


+ opini selengkapnya

 





Suarakampus