Resensi Buku


The Soul: Moonlight Sonata


Pengarang : Wina Bonjonegoro
Penerbit : Genta Pustaka
Tebal : 323
Editor : M Djoko Yuwono
Resensiator : Rafi'i Hidayatullah Nazari


Misteri Stradivarius

 

Bagi pecinta musik, khususnya pencinta biola, pasti mengetahui tentang biola Antonio Stradivarius. Alat musik gesek terbaik di dunia, tidak ada satupun yang mampu menyamainya. Biola ini terkenal karena memiliki suara khas dan penuh misteri, dan sulit pula ditandingi oleh biola lainnya yang pernah ada di dunia. Banyak para pembuat biola berusaha membuat duplikatnya, namun hingga sekarang tidak ada yang mampu menyainginya.

 

Biola Stradivarius merupakan biola termahal yang pernah terjual di Balai Lelang Christie New York  dengan harga lebih dari 2 juta dollar AS atau sekitar 2 milyar rupiah.

 

Biola yang katanya memiliki suara paling indah ini dibuat oleh seniman Antonio Stradivari pada tahun 1644 di Cremona. Stradivari mempublikasikan biola Stradivarius tersebut pada tahun 1698 dan 1725.

 

Konon, biola ini hanya dibuat sekitar seribu biola dan hingga sekarang hanya tingga sekitar 600-an biola yang tersebar di beberapa negara. ada banyak spekulasi tentang bagaimana cara Stradivari membuat biola ini. Pertama, ada yang berpendapat, keindahan bunyi yang dihasilkan oleh biola ini berasal dari jenis kayu yang digunakan sebagai bahan pembuatannya. Stradivari menggunakan kayu dari jenis dan tumbuh pada musim tertentu, yang kemudian diproses dengan cara tertentu pula.

 

Kedua, Ada juga yang berpendapat, bahwa Stradivari menggunakan cairan atau zat kimia khusus untuk melapisi biola buatannya. Seorang Ilmuan dari Universitas Cambridge, Dr. Claire Barlow, Profesor Teknik spesialis Mikro Struktural Material mengatakan, dari hasil penelitiannya, ia menemukan ada partikel mineral yang cukup tebal antara pernis dan kayu pada biola tersebut.

 

Ketiga, lebih ekstrim lagi ada yang berpendapat bahwa Stradivari bersekongkol dengan iblis dalam pembuatan biola ini, sehingga orang yang memainkan dan mendengarkan biola ini merasa terbuai oleh keindahan nada yang dihasilkan biola ini.

 

***

 

Nah, pernahkah anda banyangkan, satu dari 600-an biola seharga dua juta dollar AS ini ada di sebuah desa kecil di Gandusari, Trenggalek Jawa Timur? Tak tau pasti apakah benar-benar ada di sana atau tidak. Pastinya Wina Bojonegoro menceritakan dalam sebuah novel berjudul The Soul: Moonlight Sonata bahwa salah satu biola terbaik di dunia ada di sana. Biola legendaris tersebut dimiliki oleh seorang gadis desa, Anak seorang kepala desa yang impoten, yaitu Padmaningrum.

 

Padmaningrum, dari namanya dapat diketahui, ia keturuanan jawa tulen. Gadis yang akrab disapa Padma ini mendapat biola langka tersebut dengan cara yang aneh. Biola tersebut ia peroleh sebagai warisan dari pakdenya, yang belakangan diketahui bahwa ia adalah orang tua Padma yang sebenarnya secara biologis. Biola tersebut diwariskan oleh Pakde melalui mimpi. Sudah ratusan kali Padma bermimpi tentang biola langka tersebut. Hingga akhirnya, Padma memberanikan diri untuk melakukan tindakannya yang terjadi dalam mimpi tersebut. Sejak saat itulah, Padma resmi menjadi pemilik biola tersebut.

 

Biola inilah yang membawa Padma ke dunia yang lebih baru, serta membuat kehidupan Padma lebih berwarna. Berkat biola ini pula ia bisa bergabung dengan Bianglala Orkestra, yang memperkenalkan ia dengan James, tambatan hatinya. Namun sayang, James meninggal dunia karena sebuah kecelakaan. James meninggalkan pesan pada Padma, agar lagu ciptaan Ludwig Van Beethoven komposer ternama asal Italia,  yang berjudul Moonlight Sonata menjadi lagu pengantar kematiannya.

 

Novel ini merupakan novel musikal. Oleh sebab itu, novel ini sangat layak dibaca oleh para pecinta musik, karena ada banyak sekali pengetahuan tentang musik diselipkan oleh Wina dalam buku ini.





• Resensi Buku Terkait