Resensi Buku


Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu


Pengarang : Mari Hidayah
Penerbit : Cable Book
Tebal : 148
Editor : Evi Candra
Resensiator : Fitria Marlina


Cium Kaki Ibumu, Tunggu Keajaiban 


Setiap kita pasti memiliki cara masing-masing dalam menyenangkan orang tua, terutama Ibu. Ibu yang mengandung kita selama sembilan bulan dan membesarkan kita di dunia dengan berbagai pendidikan yang diberikan kepada kita, baik pendidikan langsung ataupun pendidikan yang dilakukan melalui perantara orang lain.

 

Pendidikan yang diberikan seorang ibu tidak mengenal lelah dan letih, sebagaimana ungkapan sebuah lagu ”Ribuan kilo jalan yang kau tepuh, lewati rintangan untuk aku anakmu, ibu ku sayang masih terus berjalan, walau tapak kaki, penuh darah, panuh nanah,”

 

Dari lirik lagu di atas dapat kita lihat, bagaimana perjuangan dan keinginan seorang ibu agar anaknya bisa menjadi lebih baik dari dirirnya di masa depan, walaupun beliau harus berjuang dengan segala cara untuk memenuhi segala keinginan anaknya.

 

Buku, “Surga di bawah telapak kaki Ibu,” karya Mari Hidayah memang kurang menarik jika pembaca melihatnya hanya dari cover, karena judul buku ini sudah sangat akrab dengan telinga pembaca. Namun kita akan menemukan sisi lain dari buku ini, dia tidak hanya membahas secara detail tentang perjuangan ibu dalam mendidik seorang anak, namun juga bagaimana agar menjadi orang tua yang berhasil dalam mendidik ilmu dunia dan akhirat.

 

Dalam buku ini juga digambarkan secara mendalam bagaimana seorang anak bersikap baik dan santun kepada kedua orang tua, terutama Ibu, agar memperoleh kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan berbagai kisah inspiratif yang ada di masa Rasulullah dan masa sahabat.

 

Disamping itu, penulis ingin menyampaikan pesan kepada pembaca bahwa orang tua, terutama ibu memiliki tempat yang luar biasa di mata Islam, sebagaimana Rasulullah menyebutkan kalimat ibu sebanyak tiga kali, baru kalimat keempat ayah, sebagai orang yang harus dihormati dalam kehidupan kita.

 

Penulis juga memberikan sedikit gambaran dan kisah-kisah tentang orang-orang yang berbakti kepada kedua orang tua, terutama ibunya.





• Resensi Buku Terkait