Resensi Buku


Laila, Cinta Sang Hafizhah


Pengarang : Ummu Aisyah
Penerbit : Grafindo Khazanha Ilmu
Tebal : 258
Editor : Evi Candra
Resensiator : Elvi Safri Dinyyati Rahmatika


Wanita Pembawa Berkah


Tahukah anda bahwa Allah SWT itu “Yahdii Mayyasyaa’ Yu Dhillu Mayyasyya” Allah memberikan petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Alangkah bersyukurnya kita mendapatkan anugrah iman dan petunjuk jalan yang lurus.

 

Sebagaimana  yang  terjadi  pada kehidupan wanita sholeh (Laila) dalam novel “Laila, Cinta San Hafizah” karya Ummu Aisyah. Laila adalah sosok wanita yang cantik, ramah dan baik hati, kegiatannya sehari-hari mengahafal Al-quran. Berawal dari Laila divonis oleh dokter “Mandul” Laila sedih karena tidak dapat menjadi wanita yang sempurna bagi suaminya Dodi. Semenjak kejadian tersebut, Laila meminta suaminya menikah kembali. Pada dasarnya keputusan itu sangat berat bagi Laila, namun ia ikhlas melakukan itu. Keputusan Laila, buat Dodi keberatan untuk mengabulkannya, namun desakan demi desakan dari Laila, akhirnya Dodi menikah dengan perempuan lain bernama Katerin.

 

Hafalan ayat Al-quran Laila pun masih terjaga dengan utuh. Sayang, maut tidak dapat dihindari, Laila dan Katerin kehilangan Dodi untuk selamanya karena kecelakaan sewaktu pulang kerja. Namun hal itu tidak membuat imam Laila goyah, sebab pada dasarnya musibah yang di alaminya merupakan wujud dari kasih sayang Allah untuk memuliakannya sebagai penjaga Al-quran, kalam Allah SWT.

 

Musibah demi  musibah yang di jalani Laila, ia hadapi dengan ketakwaan kepada Allah SWT. Bahkan ia tidak pernah mengeluarkan kata-kata kotor melainkan kalimat thaibah (baik). Sungguh Allah maha penyayang ia mengirimkan pemuda bernama Yusuf. Selama ini telah memperhatikan Laila dari jauh sebagai pendamping hidupnya. Sedangkan, Katerin dipinang oleh Ilyas, kakak Yusuf, akhirnya hidup mereka bahagia bersama buah hati mereka masing-masing. Happy ending.

 

Novel ini membuka hati kita untuk mencintai Al-quran, memuliakan Al-quran dan memuliakan orang yang memulia Al-qurankan. Sebab,  Al-quran merupakan pedoman dan pegangan  hidup yang harus di junjung tinggi dan di amalkan dalam kehidupan. Bahasa yang digunakan mudah dipahami, Jadi yang membuat novel ini berkesan adalah disajikan kalimat yang sangat renyah. Oleh sebab itu, kita harus menjaga  dan menyimpan kalamullah yaitu Al-quran karana kita akan mendapatkan ketabahan, kemulian, kemudahan dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat.

 

Sebagaimana yang tersirat dalam novel ini. bahwa seorang Hafizah (penghafal Al-quran) ketika mendapat musibah, Allah tidak membiarkannya sendirian. Allah akan menolong, memberikan yang lebih baik atas usahanya. Jadi, Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Secercah harapan bagi si pembaca untuk dapat kejernihan pikiran dalam memandang masalah.





• Resensi Buku Terkait