Resensi Buku


Hope, Dream, Desire, Destiny


Pengarang : Andi Arsyil Rahman
Penerbit : PT. Alex Media Komputido
Tebal : 320
Editor : Redaksi
Resensiator : Iis Sholihat Damanik


Kekuatan Harapan

 

Siapa yang tak kenal aktor yang memerankan  tokoh Furqan dalam film Ketika cinta Bertasbih, tentunya semua orang tahu,  ialah   Andi Arsyil Rahman,  penulis buku yang berjudul Hope, dream desire, Destiny. Hope atau harapan adalah buku kumpulan kisah- kisah inspiratif dalam kehidupan, buku ini mempunyai 320 halaman dengan bebagai macam judul, dan mempunyai tiga bagian yang terdiri dari dream, desire dan destiny.

 

Setiap bagian ini mempunyai sembilan kisah yang berbeda - beda. Buku ini juga memuat kisah- kisah nyata seseorang dengan berbagai macam  cerita, uniknya penulis selalu memberikan pesan kepada para pembaca. Adapun salah satu judul didalam buku ini adalah “keyakinan dalam sebuah harapan” yang menceritakan tentang kisah perjuangan seorang ayah yang tak kenal lelah untuk berharap dalam menemukan anaknya yang hilang entah kemana saat terjadi gempa di Armenia.

 

Namun ia tetap yakin dan berharap bahwa anaknya itu masih hidup, ia pun terus menggali reruntuhan gedung yang terjadi saat gempa, tanpa  menghiraukan ucapan seseorang yang ada di tempat kejadian itu, ” mereka sudah mati!”  “anda tidak bisa membantu”  pulanglah!” “hadapi saja kenyataan, tidak ada yang dapat anda lakukan!”  walaupun kata kata ini  nyaris membunuh keyakinan  dan harapannya ia tetap berusaha.

 

Meskipun telah 36 jam berlalu namun ia tetap menggali reruntuhan gedung tersebut, ia tak mengenal kata lelah dan  putus asa, ternyata Allah menjawab kegundahan hatinya.  Ia  menemukan anaknya 38 jam setelah itu. Kini sepasang ayah dan anaknya yang hebat. Setelah menderita bencana besar ini, mereka berdua pun berpelukan dengan erat, walaupun wajah sang ayah terbasuh oleh air mata dan raut kelelahan, wajahnya terlihat sangat bahagia.

 

Inilah yang disebut sebuah harapan, selama masih bersemayam kokoh dalam hati kita, selama itulah semangat di dalam  jiwa akan terus menyala menjadi penerang ditengah kegelapan.

 

Oleh karena itu jika harapan yang terkabul berwujud sebuah istana maka hendaklah keyakinan kita jadikan sebagai tangga–tangga yang mengantar kita kedalamnya. Semakin nyaman kita memijaknya tanpa rasa takut. Maka keyakinan akan menjadi sebuah kekuatan. Sekali kita kehilangan harapan maka kita akan kehilangan seluruh kekuatan untuk menghadapi dunia. Setiap jiwa hidup memiliki harapan dan jiwa  tanpa harapan akan mati.  Ketika harapan itu telah ada laksanakanlah dengan sebuah usaha yang bertotalitas dan berdo’a lah kepada Allah serta bertawakallah kepada-Nya. Apabila hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan maka evaluasilah diri dengan tetap berpikir positif  kepada-Nya. Inilah salah satu wujud pesan yang dipaparkan penulis dalam buku ini.

 

Adapun kelebihan buku ini adalah gaya bahasa yang begitu lugas sehingga para pembaca mudah menyerap langsung kisah yang terkait didalamnya begitu juga cover bukunya yang menarik para pembaca ketika pertama kali melihatnya yang tekesan langsung  hendak membacanya.

 

Namun yang namanya kelebihan pasti  terdapat kekurangan. Adapun kekurangan buku ini adalah terdapat banyak kesalahan dalam penulisan kata, meskipun demikian,  ini bukanlah penghambat bagi  para pembaca agar terus membacanya. Buku ini  juga sangat cocok terhadap semua kalangan.





• Resensi Buku Terkait