Resensi Buku


Borobudur & Peninggalan Nabi Sulaiman


Pengarang : KH Fahmi Baysa
Penerbit : Zaytuna
Tebal : 256
Editor : Redaksi
Resensiator : Taufiq Siddiq


Nabi Sulaiman dan Borobudurnya

 

Telinga mana yang tak berdiri saat mendengar kalau Borobudur, Candi termegah itu peninggalan kerajaan Nabi Sulaiman. Candi yang dinobatkan sebagai peninggalan Kerajaan Syailendra abad 8 M ini, ternyata singgasana yang dimiliki oleh Ratu Balqis (Saba') yang dipindahkan oleh tentara Nabi Sulaiman sepeti kisah yang diceritakan pada al Qur’an, namun hal ini ditepis oleh KH. Fahmi Basya. Dosen Matematika menepis paradigma orang selama dengan bukunya "Borobudur & Peninggalan Nabi Sulaiman".

 

Borobudur terletak di Desa Bodor kemudian terbudur (Termuncul) hingga dinamai dengan Borobudur. Tak jauh dari Borobudur terdapat Wonosobo, dalam bahasa, wono diartikan hutan dan sobo (saba) Pertemuan. Saba’ sendiri pertama kali dikatakan oleh burung Hud-Hud saat ditemui memberitakan kepada Nabi Sulaiman bahwa Ia telah melihat Negeri yang subur dan dikusai oleh seorang wanita yang tidak menyembah Allah melainkan matahari. Dalam tafsiranya saba’ memiliki arti Pertemuan, jadi burung Hud hud melihat orang orang yang dipimpin oleh wanita ini di saba’(tempat berkumpul).

 

Salah satu bukti nyata bahwa Borobudur merupakan peninggalan Ratu Saba’ adalah ditemukanya plat Emas bertuliskan Bismillahirahmanirahim yang didapat pada bekas tempat pemandian Ratu Saba’, plat emas ini adalah surat yang diberikan oleh nabi Sulaiman yang diberikan kepada Ratu Saba’.

 

Lantas darimana singgasana yang Ratu Saba’ ini dipindahkan?, tak jauh dari Borobudur terdapat suatu area kosong tepatnya di daerah Sleman, jawa Tengah. Area ini seperti kehilangan bebannya, hanya terdapat gapura di ujuangnya. Di area ini ditemukan juga beberapa sisi bangunan yang sudah dirusak.

 

Spektakulernya reflief di dinding Borobudur persis sama dengan yang bangunan yang ditemukan di Sleman. Pemindahan yang sangat cepat ini mengakibatkan relief yang terdapat di dinding Borobudur sedikit lebih blur daripada relief yang sama yang terletak di sleman. Tak hanya relief, tempat berdiri (maqom) Ratu Saba’ ditemukan juga di dua lokasi ini.

 

Tak salah kiranya saat kita katakan bahwa Nabi Sulaiman merupakan penduduk Jawa, dari nama saja nabi Sulaiman merupakan satu satunya rasul yang namanya diawai “Su”, dari segi bahasa jawa “Su” diartikan dengan baik dan “Man” orang dan ini sesuai dengan apa yang dijelaskan dalam al-Qur’an bahwa, “Dan kami sudah berikan sebaik baik Hamba kepada Daud dan Sulaiman” (38:30).

 

Al Qur’an ada ? secara global kita tau, bahwa al Qur’an pentujuk bagi umat manusia dalam menjalani keihudapan ini, segala hal yang ada di dunia ini terdapat dalam al Qur’an penjelasannya, seperti borobudur yang kita anggap selama ini makan bagi peradaban Hindu dulu namun kenyataanya merupakan peninggalan dari nabi Sulaiman dan ini bisa terungkap dengan KH Fahmi Baysa merujukan semua kepada apa yang terkandung dalam al Qur’an. Itu mungkin sisi lain dari pesan yang disampaikan oleh KH Fahmi Baysa dalam bukunya tersebut, bahwa segala hal yang terdapat dalam kehidupan ini terkandung dan sudah dijelaskan di al Qur’an.

 

KH. Fahmi Baysa merupakan Dosen Matematika Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Univeristas Indonesia dan beberapa Universitas lainya. Lelaki kelahiran Padang 61 tahnun silam ini sudah menerbitkan banyak buku yang berkaitan dengan Angka namun tak terlepas dengan al-Qur’an. Menyandang title KH beliau tak jarang berdakwah dalam membumikan Islam.

 

Tak ada gading yang tak retak itu benar, hukum alam itu pun tak luput dari buku ini, penulis sering menguat pernyataan yang sudah ada sebelumnya, dan pemakain bahasa matematika yang sangat sederhana hingga sedikit dibutuhkan penejlasan dari penjabaranya.

 

Kekurangan itu tertutup dengan kemasan buku ini yang sangat pandai dalam memanjakan mata, penggunaan warna kuning yang membuat buku ini terkesan mewah serta fakta-fakta yang diungkapkan dalam buku ini dijelaskan dengan ayat-ayat al Qur’an dan untuk mempermudah pembacanya buku ini juga dilengkapi dengan DVD ekspedisi Borobudur yang merupakan film dokumenter buku tersebut.





• Resensi Buku Terkait