Resensi Buku


Art of Deception


Pengarang : Jerry D Gray
Penerbit : Sinergi Publising
Tebal : 335
Editor : Zulfikar Efendi
Resensiator : Eka Sapta Desi


Jerry D Gray, seorang muallaf. Pernah menjadi bagian agkatan udara Amerika Serikat (AS), Sekarang, telah merubah kewarganegaraannya dengan Warga Negara Indonesia (WNI). Dalam buku-nya yang berjudul “Art of Deception” (mereka menipu dunia). Ia membuka kebobrokan AS sebagai Negara yang penuh tipu muslihat. Dimulai dari misteri 911. Peristiwa 11 September 2001, merupakan awal kemunculan teroris yang menyerang WTC  dan Pentagon.  Kelompok rahasia seperti Venus Ordo Seclorum (New world order) free moson. Pengendalian penduduk. Seperti dibalik ledakan uranium membuat bencana alam, vaksin. Ia juga menyinggung tentang para pemuja setan, Dajjal dan Imam Mahdi.

 

Jerry memulai tulisannya dengan menerangkan tentang kejanggalan yang terjadi dibalik peristiwa 911 (Nine eleven). Diawali dengan menceritakan kejadian yang terjadi kepada Payne Stewart, menjelaskan bagaimana pesawat tempur AS sangat berhati-hati dalam mengamankan wilayahnya, terbukti dengan kejadian yang dialami Payne 25 Oktober 1999. Ia kehilangan kontak dengan  pengendali lalu lintas udara. Menyebabkannya keluar jalur penerbangan, sejumlah pesawat tempur angkatan udara AS mulai berterbangan didekatnya. Padahal Payne terbang dengan kecepatan normal serta tidak ada daratan yang special dibawahnya.

 

Pertanyaannya kenapa pada tanggal 11 September 2001 , empat pesawat digiring keluar lintasan serta berada dalam kawasan yang seharusnya dijaga ketat, bisa diluar pantauan angkatan udara Amerika? Lalu, kenapa tidak satupun dari pesawat tempur AS yang mengikuti mereka? Padahal setidaknya selama 35 menit pengatur lalu lintas udara mengetahui  bahwa pesawat-pesawat tersebut dalam masalah. Kenapa rute penerbangan yang setiap hari selalu penuh, terisi 100%, pada pesawat yang dibajak isinya tidak sampai sebagian? bagai mana bisa pesawat yang menghantam WTC dan Pentagon manun bangkai pesawatnya tidak ditemukan?  bagaimana bisa lipatan uang dollar AS dapat dengan otentik menggambarkan kejadian ini? masih banyak lagi pertanyaan yang diungkap dalam buku ini oleh Jerry D Gray.

 

Nevus Ordo Seclorum, (Tatanan dunia baru) kalimat ini jelas tertulis dalam lambang Amerika dan dalam uang 1$ AS. Dalam buku ini juga diungkapkan fakta bahwa kalimat Nuvus Ordo Seclorum merupakan ungkapan cita-cita Illuminati dengan pendampingnya Free Moson, serta adanya pemimpin dunia yang merupakan anggota dari kolompok ini, sebagai mana WHO, PBB, dewan Hubungan Luar negri AS, IMF, world bank, Disney, CNN, CIA, FBI, dan masih banyak lagi, yang merupakan anggota kelompok ini.

 

Dalam buku ini juga dipaparkan 21 cita-cita Illuminati dan Komite 300, beberapa diantaranya, panghancuran akan Agama harus dilakukan karna akan menghambat kerja mereka dalam meujudkan tatanan dunia baru. Mengendalikan manusia melalui pengendalian pikiran. Menjadikan “pornografi” sebagai suatu bentuk seni. Menahan semua penemuan sain, kecuali yang bermangfaat bagi Illuminati. Pelemahan akhlak dan moral. Meruntuhkan ekonomi dunia. Menyusup dan menumbangkan semua pemerintahan. Mengambil alih kontrol pendidikan dan masih banyak yang lainnya.

 

Serta juga disebutkan beberapa anggota komite 300. Mengungkap bahwa keluarga kerajaan Inggris Raya, kaluarga kerajaan Belanda, House Of Hapsburg, lord Halifax, ratu Margareta dan masih banyak lainnya sebagai anggota dari komite ini. Bahkan mengenai  keterlibatan Ratu Elizabeth II sebagai kerua komite 300. Tujuannya meujudkan New world Order. Kelompok Bilderberg yang menguasai 33% kekeyaan dunia. Serta Free Mason sebagai organisasi rahasia lainnya.

 

Dipaparkan juga dalam buku ini mengenai masalah pengendalian penduduk. Dalam hal ini mereka dengan sengaja meracuni masyarakatnya sendiri dengan membiarkan limbah beracun memasuki sistem air Amerika. Fitnah tentang pemanasan Global. Serta pembiaran dan bahkan perlindungan yang diberikan oleh PBB kepada Amerika dan Israil, mereka dengan sengaja membiarkan kajahatan perang yang dilakukan kedua Negara ini.

 

Penggunaan senjata pemusnah masal oleh Amerika kepada masyarakat Irak, Palestina, dan sebagainya. Serta media merupakan alat “sihir” yang sangat bekerja efektif bagi pembentukan opini masyarakat dunia (cuci otak). Fakta mengenai HAARP yang kendatinya adalah alat pemusnah masal, alat ini dapat memodifikasi cuaca sesuai dengan keinginan mereka. Juga mengenai Vaksin yang diberikan kepada hampir seluruh masyarakat dunia merupakan racun dan fungsinya membunuh bukan menyehatkan seperti yang selalu mereka umbar-umbarkan.

 

Diakhir tulisannya Jerry D. Gray dengan apik memberikan kesimpulan dan penerangan yang dikaitkan denga Al-Quran dan hadist, menerangkan tentang Fitnah Dajjal dan kaitannya dengan fakta-fakta yang telah beliau paparkan dalam buku ini. Jelaslah bahwa  ini merupakan bentuk dakwahnya.

 

Namun ada beberapa kalimat Jerry D. Gray dalam bukunya seperti “saya sangat malu pernah menjadi bagian Amerika” atau “26 tahun saya membawa pasport Amerika itu hal terburuk dalam hidup saya” ini memberikan gambaran pada pembaca tentang kebencian Jerry akan negara adidaya ini, dikarnakan fakta-fakta yang dia temukan selama ini. Tidak rugi kiranya jika kita membaca buku ini. Disamping keunggulan-keunggulan yang telah dipaparkan diatas dalam buku ini juga terdapat gambar-gambar pendukung akan fakta yang ditulis di dalamnya.





• Resensi Buku Terkait