Resensi Buku


99 Cahaya di langit Eropa


Pengarang : Hanum Salsabila Rais & Rangga Almahendra
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 392
Editor : Restu Mutiara Sari
Resensiator : Gusti Randi


Sejarah Besar yang Tertutup


Selama ini kebanyakan orang yang  berkunjung negara Eropa tak lebih dari daya tarik Menara Eifell, Tembok Berlin, Stadion Sepakbola San Siro, Colloseum Roma atau gondola-gondola di Venezia serta konser Mozart. Ternyata ada kesan lain dilihat oleh penulis yang berdomisili di negara Eropa selama kurang lebih 3 tahun. Selama itu dimanfaatkan oleh penulis untuk menjelajahi benua ini.

 

Buku 99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa ini diawali dengan pertemuan penulis yang menjadi tokoh sentral dalam novel ini dengan seorang wanita muslimah bernama Fatma Pasha. Fatma berkebangsaan Turki tapi menetap di Austria. Wanita ini memiliki ambisi untuk mencoba menebus kesalahan leluhurnya yang tidak berhasil menaklukan Eropa dengan cara kekerasan dan anarkisme. Kini Fatma mencoba meneruskan perjuangan sang leleuhurnya dengan teknik yang lebih Modern yaitu dengan menebarkan senyum perjuangan dan kerendahan hati.

 

Ia mepunyai misi yaitu menjadi muslimah  berjuang dengan cara  lebih baik dan meluruskan pradigma bahwa berjuang dijalan Allah itu tidak harus dengan genjatan senjata, kekerasan, anarkisme, dan sikap anti perdamaian. Namun, dapat ditalkukan dengan adu pemikiran yang melibatkan aspek ilmu pengetahuan. Fatma bersama penulis mengelilingi jejak sejarah peradaban Islam di seantero Eropa, dari Andalusia hingga ke Turki, dan perjalanan tertuju ke kota Paris yang dikenal sebagai pusat Ibukota Pemerintahan di Eropa.

 

Setelah menapakkan kaki di Paris, penulis bertemu dengan denggan Marion Latimer, seorang Muallaf yang bekerja di Arab World Institute Paris. Sebagai ilmuwan disuatu lembaga penelitian, marion latimer menjadi juru kunci dalam memberikan keterangan tentang bagaimana eksistensi Islam pada masa silam di negara Eropa ini. Ia juga menjelaskan bahwa Eropa memiliki peninggalan sejarah Islam yang sangat berharga sehingga menyentuh hati penulis dan membuatnya fanatis lagi kepada agamanya yang sebenarnya adalah sumber pengetahuan yang cinta damai dan penuh dengan cinta dan kasih.

 

Marion latimer merupakan seorang informan yang baik. Ia menjawab semua rasa keingintahuan penulis tentang berbagai hal dalam sebuah museum yang mengandung nafas Islam, termasuk makna tulisan pada hijjab bunda Maria dan makna kata-kata pada piring-piring yang bertuliskan Arab Kufik.

 

Lebih dari itu Marion juga menunjukkan kenyataan yang tak dapat dipungkiri bahwa bangunan pada zaman napoleon Bonaparte memerintah mulai dari la defense, arcdu triomphe de I’etoile,champ elyess obelisk, arc du triomphe du carrausal, luvre jika ditarik lurus akan menembus langsung kea rah kakbah, hal ini akan memunculkan pemikiran dari seseorang apakah napoleon seorang Muslim atau tidak?

 

Buku ini merupakan goresan pertualangan sebuah pencarian sesuatu yang idealnya terjadi namun ditutupi oleh sesuatu yang penuhi unsur distorsi atau pemutarbalikan sejarah. Pencarian cahaya Islam di Negara Eropa yang ditutupi oleh kabut gelap serta dipenuhi unsur ketidak pastian dan kesalahpahaman. Penulis benar-benar merasakan bagaimana hidup di sebuah negara yang menjadikan Islam sebagai agama minoritas.

 

Penuturan buku,yang ditulis oleh hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra benar benar menghanyutkan kita seakan akan kita tengah berada ke dalam lingkup yang nyata dan dipeenuhi dengan nuansa perjalanan sejarah peradaban islam Eropa baik masa silam maupun untuk konteks sekarang. Disampaikan dengan tutur prmajasan yang menarik dan cara penyampaian yang jelas mambuat pembaca cepat memahami alur cerita dari kisah yang dipaparkan oleh penulis sehingga akan membuka mata kita tentang bagaimana dinamika kehidupan islam di Eropa dan merefleksikannya untuk memperkuat keimanan kita sebagai pembaca.

 

Kelebihan buku 99 cahaya di langit eropa ini adalah kita sebagai pembaca akan merasakan seolah-olah  sedang mengelilingi eropa dengan berbagai model pendeskripsian dari penulis yang menghadirkan gambaran Eropa kedalam imajinasi kita.Sekaligus dapat mempelajari bagaimana sejarah Peradaban islam di Negara Eropa yang sebenarnya sangat membanggakan bagi kita sebagai pemeluknya. Disamping segala kelebihan buku ini juga terdapat sedikit kekurangan yaitu epilog  yang disajikan di awal kurang menarik dan kalimat pada sub bab nya banyak yang menggantung sehingga akan menyebabkan pembaca kurang memahami sinkronisasi ceritanya. Namun, untuk keseluruhan buku ini sangat bagus dibaca khususnya kalangan pelajar dan akademisi guna menambah pengetahuan dan wawasan mengenai peradaban Islam di Eropa.





• Resensi Buku Terkait