Resensi Buku


Berguru News Anchor pada Najwa Shihab


Pengarang : Brilianto K. Jaya
Penerbit : Republika
Tebal : 122
Editor : Bustin
Resensiator : Rosi Elvionita


Dewasa ini berbagai acara talkshow banyak diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari yang tua sampai yang muda. Salah satunya adalah Mata Najwa. Program talkshow yang membahas tema politik dan hukum ini memiliki tempat tersendiri di hati penikmatnya. Hal ini tidak terlepas dari peran news anchor Najwa Shihab.

 

Najwa Shihab sebagai presenter menjadi symbol of identity dari Mata Najwa, dengan peletakan namanya sebagai nama program. Kekhasan lainnya dari talkshow Mata Najwa bila dibandingkan dengan talkshow serupa di Metro TV adalah jenis isu yang diangkat. Mata Najwa selalu menghadirkan isu-isu terhangat yang sedang terjadi dalam kurun waktu tersebut dan lebih fokus pada isu politik. 

 

Wanita yang akrab disapa Nana ini menjadi center of attention dalam talkshow Mata Najwa. Caranya mengemas dan faktor-faktor pendukung lain dalam talkshow Mata Najwa membentuk citra dari seorang presenter talkshow. Citra ini sebuah pesan dari komunikator (Najwa Shihab) kepada komunikan (pemirsa).

 

Pembahasan buku ini mencoba membeberkan cara menjadi anchor yang baik. Nana mengatakan news presenter tidak sama dengan news anchor. Karena news presenter hanya akan membacakan berita. Sementara news anchor akan terlibat dalam semua prose riset, reportase, produksi berita hingga membacakan berita.

 

News anchor wajib menjadi reporter terlebih dahulu. Selain itu, news anchor juga wajib menjadi news junkie, alias update berita. Menjadi seorang anchor tidaklah mudah, terlebih dahulu kita harus mengenali diri sendiri. Selanjutnya baru mengenal narasumbernya.

 

Belajar dari idola, bagian penting dalam perjalanan menjadi seorang anchor. Nana sendiri mengidolakan  Rachel Maddo dan Desi Anwar. Kedua sosok tersebut membuat Nana semakin percaya diri dan termotivasi menjadi news anchor.

 

News anchor harus melakukan  riset dan penelitian terlebih dahulu sebelum melakukan wawancara, jangan sampai kepala kosong. Kemudian harus memiliki news instinct, melatih emosi, seperti rasa simpati dan empati, teknik vokal, pengucapan, intonasi, artikulasi, antusias dan berhadapan dengan kamera . Hal terakhir yang harus dilakukan seorang news anchor dalam wawancara menggunakan gerakan tubuh posotif dan negatif.

 

Gerakan tubuh positif seperti, memiringkan kepala, meletakkan tangan di pipi, mencondongkan tubuh ke depana dan tangan membentuk piramida. Gerakan tubuh negative seperti, meletakkan teluncuk ke pipi,  menarik leher baju, kedipan mata yang lambat dan sebagainya.

 

Nana juga memberikan tips menghadapi narasumber. Pertama jangan pilih-pilih narasumber, warming up (mengakrabkan diri dengan narasumber), pre-interview, membuat pertanyaan terbuka, jangan memojokan narasumber, pertanyaan yang dimunculkan mewakili harapan penonton, jangan galak dan menelanjangi narasumber maksudnya, agar sebuah dialog itu menarik seorang news anchor harus mengatur strategi dengan tujuan utama yaitu apa manfaat utama yang di dapat pemirsa. Di sinilah cara menggali informasi dari narasumber menjadi berbeda-beda, tergantung dari apa yang kita inginkan.

 

Selain intelektual dan kecerdasan menghantarkan pertanyaan, seorang news anchor harus menjaga penampilan. Penampilan yang dimaksud bukannya seperti artis pada umumnya. Pakaian seorang anchor harus sopan dan tidak mengundang kontroversi di mata pemirsanya. Masalah make up, news anchor tidak boleh berdandan menor. Karena news anchor itu bukan artis. news anchor, the reel jurnalis.

 

News anchor  orang pilihan karena untuk menjadi anchor tidak mudah, butuh waktu dan pengalaman yang banyak. Kalau kita bersungguh-sungguh jadi reporter, tahu teknik mewawancara, membiasakan diri berhadapan dengan kamera, berhubungan baik dengan banyak orang dan tahu memproduksi berita sampai tayang, maka menjadi news anchor hanya menunggu waktu. Percayalah, bahwa kerja keras pasti membuahkan hasil.

 

Tuhan punya porsi besar dalam kesuksesan seseorang. Hal ini tentu disetujui banyak pihak, karena tanpa adanya takdir dari tuhan seseorang tak akan mampu meraih mimpinya. Selain itu peran orang tua, sangat mendalam dan berrti dalam kehidupan nana mencapai posisi ini.  Satu hal yang mendukung performance Nana dalam menjadi Anchor adalah kemampuannya dalam mengolah kata yang sering di perlihatkan saat opening dan closing acara Mata Najwa, kebiasaan nana hobi berpuisi sejak sekolah dasar (SD) membawanya mampu memadukan antara dunia jurnalistik dan dunia seni.

 

Masih banyak rahasia sukses menjadi news anchor yang dituangkan dalam buku ini. Pembahasannya yang lengkap dan komplit akan  membuat pembaca ketagihan untuk terus membaca hingga akhir. Bahasa buku ini sesuai dengan lugas dan tegasnya bahasa Nana di program unggulannya Mata Najwa. Buku ini juga memiliki karikatur yang khas, sehingga akan membuat pembaca lebih senang membacanya. Maka, akan lebih baik jika halaman atau tebal buku ini ditambah agar kehausan informasi pembaca bisa terjawab secara menyeluruh.





• Resensi Buku Terkait