Resensi Buku


Surga yang tak dirindukan 2


Pengarang : Asma Nadia
Penerbit : Asma Nadia Publishing house
Tebal : 365
Editor : Siti Sundari
Resensiator : Siti Sundari


Puncak Keikhlasan

 

Kepada perempuanku :

Surga tak benar benar ada jika tanpamu

Matahari pagi yang menari di atas rumpun bambu

Tak lagi penuh pesona bila tak kutemukan bayang wajahmu

Dan surat cinta yang ku tulis beberapa abad lalu

Entah kemana ia berlabuh

Maka perempuanku

Marilah menari seperti adam hawa memuncaki rindu

Sampai napas membeku

Sampai udara tak lagi menyisakan waktu

 

Sudah merupakan hal yang wajar jika dalam kehidupan seorang wanita tidak ada kata poligami atau berbagi cinta dengan wanita lain. Namun Arini berbeda, meski sulit ia telah mencoba dengan sekuat tenaga melawan rasa cemburunya. Perlahan Arini  mulai  merima kehadiran Mei Rose istri kedua sang suami Prasetya.

 

Namun pada akhirnya, Mei Rose memilih pergi dari kehidupan Arini dan Pras. Tanpa jejak dan meninggalkan si buah hati Akbar Prasetia, dengan keyakinan bahwa Akbar akan tumbuh lebih baik di bawah cinta kasih dan didikan Arini dan Pras, meski sadar Akbar bukanlah darah daging mereka.

 

Ketika kasih sudah terlanjur, hal yang tak terduga seakan dengan sekejap mencuri kebahagiaan Arini. Mei Rose muncul kembali dalam kehidupan Arini dan dengan sekejap membawa Akbar menuju Budapest. Hal ini ia lakukan karena sebagai seorang ibu ia juga tak mampu menahan perasaan, berpisah dengan darah dagingnya sendiri adalah siksa tak bisa ia jelaskan, terlebih ia juga ingin memulai kehidupan baru dan benar-benar menghilangkan jejak Prasetia lelaki yang sangat ia cintai dengan keteladannya yang tidak pernah ia temui pada pria lain.

 

Betapa remuk hati Arini, namun seiring berjalannya waktu dan kepandaian Arini untuk meyibukkan diri salah satunya dengan kembali menulis  blog, luka itu perlahan berlalu.

 

Setiap kesulitan pasti ada hikmahnya, setelah menenggelamkan  kesedihan dengan menulis dan dengan perjuangan tak terkira Arini kembali menciptakan karya terbarunya yaitu buku istana bintang mengantarkan Arini sampai ke luar negeri.

 

Namun, karena sibuknya dalam menulis Arini seakan lupa untuk menjaga kesehatannya, tanpa disadari semakin hari tubuhnya yang kecilnya semakin ringkih. Betapa berat beban yang ditanggungnya, hari demi hari dilaluinya dengan menahan rasa sakit, hingga ia menerima fonis dari dokter mengidap kanker serviks.

 

Arini seakan berada pada puncak ke ikhlasannya, bukan kematian yang ia takutkan saat ini, namun takut ketika waktu mendahuluinya menemukan Mei Rose untuk menopang anak dan dan sumainya kelak jika ia telah tiada.

 

Dengan bersusah payah hingga sampai ke luar negeri, Arini menemukan Mei Rose di Budapest, Hungaria. Negeri yang terkenal dengan keromantisan dan banyak meninggalkan jejak perjuangan dan budaya Muslim dulunya.

 

Dengan segala upaya ia mencoba mengungkit kembali kenangan wanita tersebut dengan suaminya Pras dengan harapan perempuan tersebut mau kembali kepadanya, karena Arini sadar cinta kali ini bukan tentang ego dan nafsu belaka namun tentang dimana meletakkan cinta sejati harusnya berada.

 

Mei Rose  dilanda kegelisahan, kebimbangan, ia kembali dihantui kenangan masa lalu bersama Pras dan juga terkesima dengan kesungguhan Dokter muda keturunan Indo dan Budapest yang hampir meruntuhkan benteng pertahanan yang selama ini ia bangun.

 

Buku ini sangat menarik untuk dibaca, dengan alur yang lebih mengalir dan mampu menghanyutkan pembaca dalam fantasi ceritanya. Dengan gaya bahasa yang sederhana buku ini sangat mudah untuk dipahami terlebih mengandung banyak nilai moral, sebagaimana Arini terus bangkit meski telah didera banyak kehilangan dan digerogoti penyakit yang bisa merenggut nyawanya kapanpun dan diamanapun, tapi ia terus sabar dan yakin selalu ada pengharapan dan hikmah dibalik setiap kesulitan. Namun karena ini buku seri yang ke-2 masih banyak bumbu-bumbu cerita pada seri pertama dan dengan ending yang terbuka penulis juga menginginkan para pembaca untuk berpikir bukan hanya menikmati isi cerita buku ini.

 

 





• Resensi Buku Terkait