Sastra Budaya › Puisi


Gerimis di Pucuk Oktober

Rabu, 11/07/2012 WIB | Oleh : Refki Fernando

Tetes hujan memecah di bumi

Mendinginkan hati yang sunyi

Beku, kuncup, keras

Aku tak bergerak lagi.

 

Mendung menyibak karna bidikanmu

Harummu meniup wangi hujan

 hujan tak sebening senyummu

 

Entah sayang..

Aku masih disini memikir langkah

Terikat besi

Mata hatiku menatap punggung

Tak hendak memandang hujan

Padahal ku terpeluk

Tercium bisik nafsu

Hati  menggigil kau tak tahu

Kugigit saja lidah ini




• Puisi Terkait