Sastra Budaya › Puisi


Negara Hukum Rimba

Sabtu, 20/04/2013 WIB | Oleh : Lusi Sri Suhasti

Aku bukan seorang bernyakit asma
Tapi kenapa dadaku selalu sesak
Aku juga bukan seorang tunawicara
Tapi selalu saja lidahku kelu

 

Aku hanya seorang narapidana malang
Tidur dalam jeruji besi..
Sempit,pengap, kadang kadang berbau anyir..

 

Aku tidak sama dengan narapidana istimewa
Yang telah mengaruk dan merampas harta rakyat
Mencoreng moreng bendera merah putih
Yang tidur dalam tahanan
Layaknya hotel berbintang lima

 

Wahai engkau manusia penguasa…
Sekarang nyawaku ada di tanganmu
Hidup dan matiku itu karenamu
Kenapa kau tidak cabut saja nyawaku
Kenapa tidak kau biarkan aku bertemu kekasihku
Kekasihku tempat mengadu..
Kekasihku tempat merayu..
Kekasihku yang maha adil

 

Jenuhku rasa hidup di Negara hukum rimba
Tak sanggup mataku melihat makhluk lemah yang tertindas
Wahai kau tuan tuan penguasa yang terhormat
Kembalikanlah hukum dan kebijakan Indonesia
Buktikanlah ikrar dan janjimu yang setia.




• Puisi Terkait