Sastra Budaya › Puisi


Malam di Matamu

Selasa, 20/05/2014 WIB | Oleh : Syahrul Rahmat Gsc

Lama aku tak melihat lagi malam di matamu,

Potongan kelabu rindu bergumul bersama kail patah

di ujung bambu. Para penjala telah dipasung lanun tua.

Hingga malam menghianati mata penjala yang terbirit mencari pulau.


Seuntai jala mulai risih, pagutan asin lautan mati

mengutuki angin yang mengantar pelaut pada maut.

Maut yang menguntai rindu, menyesak pelayaran duka

tiada bermuara. Hingga mengantar malam pada mata buta.


Ingin kukembali menatap malam pada matamu.

Memotong-motong kisah dulu yang tak sengaja kuuntai

pada pasir pesisir pantai. Biduk pincalang yang tiada sempat

kumuat jaring, telah pecah diterpa badai yang tak mau

mencumbu pulau. Tak akan pernah lagi ada malam di mata sendumu.

 

Bukittinggi, 09 Maret 2013 




• Puisi Terkait
Suarakampus