Sastra Budaya › Puisi


Berawal dari Secuil Rindu

Minggu, 30/10/2016 WIB | Oleh : M. Iqbal

Berawal dari secuil sesak untuk bertemu

Kau dan aku berdiskusi mengenai rindu

Bagaimana cara menikmati dan mengindahkannya?

Wahai wanita. . .

 

Tangan tak sanggup menggapai, mata tak mampu bertatapan

Ku relakan rasa ini untuk terdesak

Sampai tenggelam dalam kenangan pilu

Terinjak-injak oleh sang waktu

 

Kubangan pilu kala itu

Bayanganmu hadir dalam ingatan dan di kilauan mata sipitku

Mendatangkan senyum seperti orang gila

Perlukah aku buang bayangan itu?

Haruskah aku?

Ah, aku tak mampu

Beginilah aku menikmati sesak ini

 

Rinduku tak berucap

Namun sikapku yang mengatakan

Tak penting perkataan mengenai rindu

Karena akan tetap seperti itu

 

Kau itu . . .

 

Sesak Rindu                                                                                                                       

 




• Puisi Lainnya
Inca ..
Suarakampus