Sastra Budaya › Puisi


Sekejam Rindu

Kamis, 16/03/2017 WIB | Oleh : Cani Silpina

Sekejam Rindu

Kau meninggalkan ku disini   

Kau membuatku tergantung padamu

Kau kejam kau pergi tanpa pamit

Kenapa kau menghukum ku seperti ini

Kau buat hati ku menjadi  batu membeku padu  


Kejam, kejam tanpa kau hiraukan rindu ku

Pernahkah kau tanyakan rindu ku

Pernahkah kau memikirkan rindu ku

Kau tau ku tak bisa berhenti merindu

Apakah kau tau rindu ini tentang mu 

Musim gugur pun tau hari ku sepi tanpa mu


Jejak-jejak itu masih menyimpan rindu

Sisa hari-hari kemarin tentang mu

Kenapa kau masih menyisakannya untuk ku

Sekejam itu kah rindu

 

Kau bilang  akan datang

Tapi kau biarkan rindu ku

Dibawa malam sepi 

Kapan kau akan datang  lagi

Kapan kau singgah lagi

Kau pergi tanpa berkata untuk kembali  

Kembalilah dengan cepat aku menunggu mu disudut sepi

Ku merindukan tatap mata mu yang coklat kehitam-hitaman itu

Manis senyum mu selalu melintas dalam ingatan ku

Bayang-bayang wajah mu begitu selalu singgah dalam mimpi ku

 

Ku hanyut dalam pelukan luka ini

Tak tau kah kau aku tersiksa setelah kau pergi.

Sudah, lupakan saja semua ini

Ini hanya perasaan ku saja

Ini bukan apa-apa

 

Dinginnya malam ini

Segelap apapun malam ini tak mampu membuat mata ku terlelap

Kesunyian malam tak mampu mengalahkan kesunyian hati ku yang padam

Merindukan mu membuat ku lupa hari segera pagi mata ini tiada ingin terlelap

Seharusnya kau membiarkan aku mengantuk malam ini

Agar aku kuat menunggu mu setiap pagi ku

Ingin ku menarik rindu ini, menyiksa disudut-sudut sepi