Sastra Budaya › Puisi


Lirih

Senin, 27/11/2017 WIB | Oleh : Erip Primadani

Bila kutekurkan hati

Memandang kanvas yang telah kugoresi

Sungguh bait ini tak sanggup lagi berkata

Betapa kelamnya dosa terukir

 

Kini, suara lirih bait ku

Mencoba merayu do’a 

Mengirim sepucuk pinta padaMu

Tuhan..

Kusanjung langit mendung

Kupijak bumi retak

Karena dosaku padaMu

Hapuslah ukiran-ukiran dosa

Yang telah mewarnai kanvas ini

Walau tak pantas kuperdengarkan

Lirih baitku padaMu

Namun, kutahu langit dan bumi

Tak ‘kan cukup menampung curahan ampunanMu

Yaa Ilahi

Dengarlah lirihku ini ya Ilahi Rabby….

 




• Puisi Terkait