Sastra Budaya › Essay


Jatuh Bangunnya HIPMI-PT UIN IB

Sabtu, 20/01/2018 WIB | Oleh : Neni Chania (Mg)

Kuliah memang penting namun organisasi tidak kalah penting, organisasi mengajarkan para mahasiswa untuk bisa menerapkan kemampuannya ketika berada di luar kampus tanpa canggung. Kemampuan dalam berbisnis salah satu jalan menuju kesejahteraan dan menimalisir terjadinya pengangguran setelah wisuda, terlebih lagi jika kemampuan tersebut diasah sejak dini.

 

Berdirinya Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Perguruan Tinggi di Universitas Islam Negeri (UIN)  Imam Bonjol (IB) Padang menjadi suatu ajang untuk melatih keterampilan diri bagi mahasiswa yang menyukai dunia bisnis dan usaha. Bermula oleh Daniel seorang tokoh pencetus berdirinya HIPMI di UIN IB pada Maret 2016 lalu. Daniel yang menjabat sebagai Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultsas Adab dan Humaniora (FAH) ini juga bekerja sama dengan Ketua Pusat HIPMI Perguruan Tinggi (PT) demi mendirikan HIPMI PT di Kampus UIN IB. Jauh sebelum Daniel, sudah ada pihak-pihak tertentu yang merumuskan HIPMI PT di UIN IB. Namun dengan terkendala pada menyatukan pendapat, maka ditangan Daniel dan ikut mengikutsertakan Pembina dari Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI).

 

Untuk itu rasa ingin tahu terus merasuk dalam pikiran seorang mahasiswa mengenai organisasi yang mendidik para calon pengusaha itu. Mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra FAH yang bernama Aida Fitri ini pula merupakan pengurus HIPMI PT. Menurutnya HIPMI PT beradik kakak dengan Koperasi Mahasiswa (Kopma). Mesikipun bak kembar siam, namun secara teknis sangat berbeda. Sebab Kopma lebih memokuskannya kepada Unit Kegiatan Mahasiswa Kampus UIN IB, dan HIMPI PT fokus terhadap bisnis untuk anggotanya dituntut menciptakan usaha yang akan diajarkan cara mengelola yang baik. “Organisasi ini dilatarbelakangi agar dapat menjadi wadah mahasiswa yang memiliki cita-cita menjadi pengusaha, sehingga melalui HIPMI bisa mengembangkan ide-ide dan mendapatkan cara penerapannya,” kata mahasiswi semester VII.  Dimata Aida, Danel sosok yang suka dunia bisnis, dan lain halnya dengan Bilal karena Di Unand dan UNP  sudah menjadi UKM maka di UIN IB juga harus ada HIPMI PT.

 

Proses Perjalanan

 Daniel mengawali perjalanannya dengan mengumumkan pada setiap kelas Fakultas Adab dan Humaniora. Kemudian Aida dan kawan-kawan yang pada saat itu berjumlah sebanyak 14 orang tertarik atas arahan dari Daniel. “Berawal dari pak Daniel mengarahkan dan kami mendengarkan penjelasannya mengenai HIPMI PT, saya merasakan ada peluang melalui HIPMI untuk mengasah diri. Karena menurut saya menjadi seorang pengusaha punya daya tarik tersendiri bagi saya,” paparnya.

 

Step by Step penggagas HIPMI di UIN itu mengundang Badang Pengurus Cabang (BPC) dan kempengurusan HIPMI PT se-Kota Padang untuk bertatap muka dengan Wakil Dekan I Bidang Akademik agar secepatnya melegalkan organisasi yang baru dibentuk ini.

 

Aida diamanahkan untuk menahkodai organisasi ini dan diawali dengan sembilan orang anggota saja. Namun dengan adanya kerjasama dengan Fakultas syariah dan FEBI maka ada 14 pengurus inti.

 

Sayangnya pihak kampus tidak memberikan respon terhadap organisasi yang dubangun dengan semangat dan kepercayaan diri ini. Terlebih lagi kurangnya jalinan komunikasi dengan pembina yang bergelut dengan sibuk akan pekerjaannya. Sehingga yang hanya bisa dilakukan hanyalah berjalan ditempat saja.

 

Miris sekali saat perubahan haluan dari pendapat dari para pembina mengurung semangat dari Aida. Sempat ingin berhenti ditengah jalan  karena kekurangan anggota. Tujuan Aida sendiri ingin memperkenalkan HIPMI PT kepada seluruh mahasiswa di UIN IB. “Seharusnya ada perwakilan anggota mahasiswa dari setiap fakultas agar mempermudah sosialisasi,” keluh Aida.

 

Bukan hanya datang dari kendala kekurangan anggota, namun juga Aida dan kawan-kawan juga sedang mempertimbangkan keinginan dari pembina yang mengkehendaki Dewan Mahasiswa (Dema) disetiap fakultas bergabung dengan HIPMI PT. Seluruh pengurus merasa terpukul dengan ucapan pembina dari FEBI Huryatul Akmal. “Untuk sementara waktu HIPMI tidak aktif dulu,” kata Akmal yang membuat pergerakan organisasi ini vakum dari kegiatannya.

 

Bangkit Setelah Vakum

 

Ditengah tenggelamnya semangat HIPMI PT UIN IB, pada September 2016 Santo sebagai senior HIPMI PT Unand memberikan jalan keluar kepada Aida dan pengurus lainnya untuk membuka kembali peluang untuk anggota baru. Tepat pada 28 Oktober hingga 24 November organisasi ini membuka peluang untuk mahasiswa UIN IB untuk mendaftarkan diri sebagai anggota baru. Tidak hanya berhenti disitu saja, pada 31 Desember HIPMI PT juga mengadakan Pendidikann Latihan Dasar (Diklatsar) yang diikuti oleh 50 anggota baru yang digelar di Gedung Yayasan Garuda Teknoogi Indonesia, By Pass. Setelah sesaat Diklatsar, HIPM PT UIN mulai membangun komunikasi dan kerjasama dengan BPC.

 

Semangat Aida dan kawan-kawan memang pantang untuk pudar demi kelanjutan HIPMI PT UIN IB. Dengan bekal semangat pulalah yang menghdapi rintngan da kendala yang pasang surut menghantam organisasi ini. Para pengurus organisasi yang bergelut di bidang bisnis tersebut juga tidak mengenal kesibukan dibalik padatnya jadwal perkuliahan.

 

“Kami bersama mengumpukan dan menyatukan semanga untuk lebih fokus lagi dalam mengurus surat menurat dan sturktur kepengurusan baru yang akan membentuk Pogram Kerja di awal semester,” imbuh Aida.

 

 

Dimata Aida HIPMI PT harus memunculkan buah karya untuk UIN IB Padang. “Untuk mengusahakan ini, kami terus menjalin komunikasi dengan pak Daniel. Kami tidak ingin ada kesalahpahaman karena selama ini para rekan pengurus sedang fokus untuk perkuliahanya,” katanya.

 

HIPMI PT UIN IB mengalami perjalanan proses berliku da panjang demi mnampakkan wajahnya dipermukaan kegiatan mahasiswa. Belum menyerah pada kendornya dukungan dari pembina, Aida dan kawan-kawan masih memegang modal keyakinan dan optimis yang membawa HIPMI PT masih mampu bertahan hingga sekarang.




• Essay Terkait