Sastra Budaya › Puisi


Rumput Setengah Ilalang

Sabtu, 17/03/2018 WIB | Oleh : Nilawati

Rumput Setengah Ilalang

Rumput di tengah ilalang itu diam

Walaupun sering terinjak dan terabaikan

Dia masih menggeliat keras

Menunjukkan bahkan akarnya kuat untuk bertahan

 

Rumput di tengah ilalang itu kesepian

Mungkin karena lambaiannya tak seindah ilalang

Dan ia sadar tumbuh karena kasih Tuhan

Itulah alasan untuk tetap bertahan

 

Rumput di tengah ilalang itu kuat

Meski badai menderu dan hujan datang

Lambaiannya tetap menyejukkan

Bahkan ketika ia tak terabaikan bersama alam

 

Kini rumput di tengah ilalang itu rebah

menyerah tanpa tujuan berhenti

Ia harus pergi dan pasrah

Yang tersisa hanya ilalang tanpa arah

 

Janin di tengah rumput sekarang sudah hilang

Bersama hujan setelah gersang

 

Aku Bergelut Pada Takdir Gersang

Seperti hutan gersang, daun-daun berguguran

Teriak pantai seketika gelombangnya menghadap

Tak seperti langit gelap namun tanpa suara

Tak seperti cerah yang menyembunyikan warnanya

 

Aku bergelut pada kenyataan yang tak kunjung usai

Pada setiap jiwa yang tak kunjung sampai

Pada setiap menentukan takdir

Namun tak kunjung memberikan harapannya

 

Gelisah ... itu hanya seorang peneman jiwa

Gelisahku bercerita tentang dari yang mungkn setiap detiknya tidak berhenti dengan sejuta dosa




• Puisi Terkait