Sastra Budaya › Puisi


Kala Itu

Jumat, 09/11/2018 WIB | Oleh : Tinta Pendosa

19 tahun berselang

Dimana kala itu darah tertumpah

Membasahi tubuh suci permaisuri

Di negeri indah Bukittinggi

Meregang nyawa,antara hidup dan mati

Peluh bercucuran deras laksana air terjun Madakaripura yang dianggap suci

Sakit bak seperti di sayat pisau Zulfikar

Di temani sang raja yang badannya sudah mulai gemetar

Jantung sang raja pun berdetak kencang

Suasana hiruk datang dari dalam istana

Berharap kelahiran seorang pangeran

Yang akan Membawa kemakmuran

Semua tersenyum bahagia

Berawal tahun 1999 bulan 2 tanggal 5

Sekarang pangeran itu sudah beranjak dewasa

Ia berjalan ke tanah seberang,

Membawa mimpi keluarga kerajaan

Berharap dunia bisa ia genggam

Dan membawanya pulang

Untuk membuktikan semua harapan




• Puisi Terkait
• Puisi Lainnya
Muak ..