Sastra Budaya › Puisi


Tanah Airku

Jumat, 16/11/2018 WIB | Oleh : Tinta Pendosa

Air terjun indah mengalir di setiap sudut hutanmu

Mutiara berserakan di timurmu

Batu bara dan tembaga ada jua dalam perutmu

Emas perak bersinaran kilaunya padamu

Pohon karet di setiap gunungmu

Intan mutiara indah merona,menghiasi setiap perairanmu

Ribuan ikan berkecimpung ria siap di santap para pemangsa penghunimu.

Padi dan biji bijian bertaburan di halamanmu

Tanah air ku...

Tidak ada kan yang kurang pada mu?

Rahmat Tuhan tercurah di tanah ribuan hektarmu

Tapi kenapa masih menjerit rakyatmu

Meronta meneriakan kelaparan dan kemiskinan

Banyak yang busung lapar

Menangis menahan kesakitan

Tanah airku

Apakah Kau di kuasai para setan yang sangat lapar

Mengangkang dan menertawakan kepuasan

Tanpa memikirkan janji yang selalu mereka lontarkan?

Tanah airku...

Hukum di hamparan mu hanya tajam pada rakyat miskin mu...

Tak pada setan itu...

Tanah airku...

Salahkah aku bila mendefinisikan mu.

Sebagai tanah air yang di kuasai para setan yang menjelma.

Ah sudahlah...

Persetan buat mereka.

Yang tak memikirkan kami rakyat jelata




• Puisi Terkait
• Puisi Lainnya
Inca ..
Suarakampus