Sastra Budaya › Puisi


Kota Pelacuran

Sabtu, 01/12/2018 WIB | Oleh : Tinta Pendosa

Partai politik selalu bersenggama dengan impian aneh dan menjilati sisa-sisa lendir kekuasaan

Nan Bersetubuh dengan kota pelacuran

Menikmati surga dunia yang dihadirkan

Memakai kondom berwarna nan beragam

Ntah itu merah, hijau, kuning, putih hitam dan biru

Tanpa takut ejakulasi hati nurani

Ia berjudi ria di kamar yang sudah mereka desain sedemikian rupa

Tertawa di setiap malamnya 

Mabuk dengan sebotol air bekas perasan peluh rakyat

Yang bersorak "Indonesia harus hamil dan melahirkan kemakmuran Tapi bapaknya harus jelas dari pada jadi anak haram."




• Puisi Terkait