Sastra Budaya › Puisi


Yang Terelakan

Selasa, 18/12/2018 WIB | Oleh : Silvina Fadhilah

Adakah yang menyakitkan dari ini

 

Membunuh jiwa yang seharusnya di kau beri kebebasan

 

Tuk mencicipi namanya kebahagiaan

 

Lumpuh dimakan waktu: hati pekat hitam

 

 

Hati makan hati

 

Untuk kesekian kalinya

 

Aku merela dalam pasrah

 

 

Sesederhana itukah untuk jatuh dalam hati

 

Tanpa meminta apa-apa

 

Terlalu egois fikiran ini menuntutku

 

Memilih mencinta dari pada dicintai

 

Dan pada akhirnya aku mati dengan sendirinya

 

 

Sajak teradat dari sikap merela, hingga aku sadar bahwa rasa itu, esensinya hanya untuk merela.  

Padang , Desember 2018




• Puisi Terkait