Sastra Budaya › Puisi


Inca

Senin, 06/04/2020 WIB | Oleh : Geniva Nuansa Azzuri

Pada detik ke lima mulai mekarnya bunga anyelir.

Perlahan waktu melambat.

Seperti menyediakanku waktu untuk menatapmu lebih lama.

Terlalu dalam, sehingga hanya terdengar debaran jantung yang memukul keras.

Pada detik selanjutnya, aku berfikir agar bertahan untuk mengetahui semua tentang mu.

Bisakah kita bertahan ?

Siapa namamu ?

Mampukah kamu selamat?

Hanya 15 detik, semua itu berakhir.

Mereka membawamu pergi ke tempat abadi.

Tubuh bodoh ini tidak bergerak sama sekali.

Terlalu bingung dan takut.

Waktu kembali normal, tepat pada saat bunga anyelir mekar seutuhnya.




• Puisi Lainnya
Suarakampus